Javascript must be enabled to continue!
PENDIDIKAN KELUARGA PERSPEKTIF AL-QUR'AN
View through CrossRef
Pendidikan dalam Islam (al-Qur’an) memiliki makna sentral dan berarti sebagai sebuah proses pencerdasan secara utuh, “as a whole”, dalam rangka mencapai “sa’adatuddaraini”, kebahagiaan dunia akherat, atau keseimbangan materi ”religious-spiritual”. Salah satu ajaran dasar Nabi adalah intelektualisasi total, yakni proses penyadaran kepada umat dalam pelbagai dimensi dengan “mauidzah hasanah” (wisdom) atau hikmah dan “wajadilhum billati hia ahsan” (excellent argumentation)”. Dari segi pendidikan Nabi mendidik para sahabat dari belenggu jahiliyah, kegelapan spiritual dan intelektual yang mencakup budaya diam “culture of silence” dan kemiskinan terstruktur “structural poverty”.
Keluarga adalah kelompok terkecil dalam sebuah tatanan masyarakat. Oleh karena masyarakat adalah himpunan dari beberapa keluarga maka baik buruknya sebuah masyarakat sangat bergantung kepada baik buruknya keluarga. Keluarga yang baik adalah awal dari masyarakat yang sejahtera. Sebaliknya, keluarga yang “amburadul” adalah pertanda hancurnya sebuah masyarakat. Individu-individu yang baik akan membentuk keluarga yang harmonis. Keluarga-keluarga yang harmonis akan mewujudkan masyarakat yang aman dan damai. Selanjutnya masyarakat-masyarakat yang damai akan mengantarkan kepada negara yang kokoh dan sejahtera. Untuk mewujudkan negara yang kokoh dan sejahtera dimulai dari masyarakat yang damai. Dan untuk menciptakan masyarakat yang damai harus diawali oleh keluarga-keluarga yang baik dan harmonis.
Mengingat begitu pentingnya peranan keluarga dalam menciptakan masyarakat yang baik dan sejahtera, masyarakat yang baik dan sejahtera menciptakan negara yang baik dan sejahtera pula, maka Islam melalui ayat-ayat al-Qur’an mengisyaratkan untuk memberikan perhatian yang sangat besar pada pembinaan keluarga. Diantara wujud perhatian kitab suci ini adalah dengan memberi kesempatan bagi keluarga untuk memulainya dengan format pendidikan. Dengan aksentuasi Pendidikan yang dimulai dari dalam keluarga inilah akan menjadikan manusia-manusia yang berpendidikan, beradab dan berbudaya.
IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Title: PENDIDIKAN KELUARGA PERSPEKTIF AL-QUR'AN
Description:
Pendidikan dalam Islam (al-Qur’an) memiliki makna sentral dan berarti sebagai sebuah proses pencerdasan secara utuh, “as a whole”, dalam rangka mencapai “sa’adatuddaraini”, kebahagiaan dunia akherat, atau keseimbangan materi ”religious-spiritual”.
Salah satu ajaran dasar Nabi adalah intelektualisasi total, yakni proses penyadaran kepada umat dalam pelbagai dimensi dengan “mauidzah hasanah” (wisdom) atau hikmah dan “wajadilhum billati hia ahsan” (excellent argumentation)”.
Dari segi pendidikan Nabi mendidik para sahabat dari belenggu jahiliyah, kegelapan spiritual dan intelektual yang mencakup budaya diam “culture of silence” dan kemiskinan terstruktur “structural poverty”.
Keluarga adalah kelompok terkecil dalam sebuah tatanan masyarakat.
Oleh karena masyarakat adalah himpunan dari beberapa keluarga maka baik buruknya sebuah masyarakat sangat bergantung kepada baik buruknya keluarga.
Keluarga yang baik adalah awal dari masyarakat yang sejahtera.
Sebaliknya, keluarga yang “amburadul” adalah pertanda hancurnya sebuah masyarakat.
Individu-individu yang baik akan membentuk keluarga yang harmonis.
Keluarga-keluarga yang harmonis akan mewujudkan masyarakat yang aman dan damai.
Selanjutnya masyarakat-masyarakat yang damai akan mengantarkan kepada negara yang kokoh dan sejahtera.
Untuk mewujudkan negara yang kokoh dan sejahtera dimulai dari masyarakat yang damai.
Dan untuk menciptakan masyarakat yang damai harus diawali oleh keluarga-keluarga yang baik dan harmonis.
Mengingat begitu pentingnya peranan keluarga dalam menciptakan masyarakat yang baik dan sejahtera, masyarakat yang baik dan sejahtera menciptakan negara yang baik dan sejahtera pula, maka Islam melalui ayat-ayat al-Qur’an mengisyaratkan untuk memberikan perhatian yang sangat besar pada pembinaan keluarga.
Diantara wujud perhatian kitab suci ini adalah dengan memberi kesempatan bagi keluarga untuk memulainya dengan format pendidikan.
Dengan aksentuasi Pendidikan yang dimulai dari dalam keluarga inilah akan menjadikan manusia-manusia yang berpendidikan, beradab dan berbudaya.
.
Related Results
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENDIDIKAN KELUARGA IMRAN (Analisis terhadap Kisah Keluarga Imran dalam al-Qur'an Surat Ali Imran : 33-37)
PENDIDIKAN KELUARGA IMRAN (Analisis terhadap Kisah Keluarga Imran dalam al-Qur'an Surat Ali Imran : 33-37)
Masalah pendidikan merupakan masalah yang paling penting dalam kehidupan manusia. Berkualitas dan tidaknya manusia dan maju-mundurnya agama juga sangat ditentukan dengan pendidikan...
PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP KELUARGA DALAM PERSPEKTIF HUKUM: ANALISIS PERATURAN KEBIJAKAN KELUARGA BERENCANA
PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP KELUARGA DALAM PERSPEKTIF HUKUM: ANALISIS PERATURAN KEBIJAKAN KELUARGA BERENCANA
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam pembentukan struktur sosial. Pemerintah sebagai regulator masyarakat berperan dalam mengatur kebija...
Pengaruh Kepemimpinan dan Pengembangan Karir terhadap Kepuasan Kerja Pegawai
Pengaruh Kepemimpinan dan Pengembangan Karir terhadap Kepuasan Kerja Pegawai
Abstract. Job satisfaction must be created optimally by the company so that every employee can work optimally and help the company achieve its goals. Among the factors that can aff...
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Maqasıdu’l Qur’an as a Contemporary Approach rnSince its revelation, the Qur’an has left enduring religious, political, historical, and social marks on humanity and continues to do...

