Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Review: Potensi Jamur Endofit dari Divisi Alga Hijau (Chlorophyta) sebagai Antibakteri beserta Kandungan Senyawa Bioaktifnya

View through CrossRef
Peningkatan risiko dalam berkembangnya beberapa agen infeksius seperti bakteri menyebabkan adanya kebutuhan agen senyawa obat baru yang konstruktif. Saat ini, jamur endofit dianggap sebagai sumber produk alami baru yang efektif untuk keperluan medis. Jamur endofit laut telah ditemukan pada setiap tumbuhan laut, salah satunya adalah divisi alga hijau (Chlorophyta). Setiap jamur endofit menghasilkan metabolit sekunder dan senyawa bioaktif, sehingga berpotensi sebagai agen antimikroba. Kajian ini disusun berdasarkan studi literatur jurnal nasional dan internasional menggunakan basis data Google Scholar, Science Direct, dan PubMed yang kemudian dipilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Dari hasil penelitian yang telah dikumpulkan (2010-2023) terdapat 20 spesies jamur endofit yang berhasil diisolasi dari alga hijau. Spesies dari genus Penicillium (20%) mayoritas ditemukan sebagai jamur endofit dari alga hijau. Berbagai hasil studi, menunjukkan ekstrak kasar dan senyawa bioaktif jamur endofit yang diisolasi dari alga hijau memiliki aktivitas antibakteri yang bervariasi, mulai dari sedang hingga sangat kuat sehingga berpeluang dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber agen antibakteri baru.
Title: Review: Potensi Jamur Endofit dari Divisi Alga Hijau (Chlorophyta) sebagai Antibakteri beserta Kandungan Senyawa Bioaktifnya
Description:
Peningkatan risiko dalam berkembangnya beberapa agen infeksius seperti bakteri menyebabkan adanya kebutuhan agen senyawa obat baru yang konstruktif.
Saat ini, jamur endofit dianggap sebagai sumber produk alami baru yang efektif untuk keperluan medis.
Jamur endofit laut telah ditemukan pada setiap tumbuhan laut, salah satunya adalah divisi alga hijau (Chlorophyta).
Setiap jamur endofit menghasilkan metabolit sekunder dan senyawa bioaktif, sehingga berpotensi sebagai agen antimikroba.
Kajian ini disusun berdasarkan studi literatur jurnal nasional dan internasional menggunakan basis data Google Scholar, Science Direct, dan PubMed yang kemudian dipilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi.
Dari hasil penelitian yang telah dikumpulkan (2010-2023) terdapat 20 spesies jamur endofit yang berhasil diisolasi dari alga hijau.
Spesies dari genus Penicillium (20%) mayoritas ditemukan sebagai jamur endofit dari alga hijau.
Berbagai hasil studi, menunjukkan ekstrak kasar dan senyawa bioaktif jamur endofit yang diisolasi dari alga hijau memiliki aktivitas antibakteri yang bervariasi, mulai dari sedang hingga sangat kuat sehingga berpeluang dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber agen antibakteri baru.

Related Results

UJI DAYA HAMBAT FUNGI ENDOFIT KULIT BATANG JAMBU METE (Anacardium occidentale) TERHADAP Staphylococcus aureus
UJI DAYA HAMBAT FUNGI ENDOFIT KULIT BATANG JAMBU METE (Anacardium occidentale) TERHADAP Staphylococcus aureus
Fungi endofit adalah jamur yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan tidak membahayakan tumbuhan tersebut. Jamur endofit dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi sebagai antibakt...
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
ABSTRAK Pengetahuan masyarakat lokal akan pemanfaatan jamur baik sebagai jamur obat maupun jamur pangan masih belum memadai serta informasi yang berkaitan dengan pemanfaatan jamur ...
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Jamur tiram merupakan jenis jamur yang dapat dikonsumsi baik jamur segar maupun jamur yang sudah diolah menjadi berbagai makanan. Budidaya jamur tiram menjadi salah satu usaha yang...

Back to Top