Javascript must be enabled to continue!
Kajian Peran Aktor dalam Pengendalian Tata Ruang di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung
View through CrossRef
Abstract. Land conversion in Cimenyan District is caused by population growth and increasingly rapid regional economic development. This has an impact on the issue of spatial planning control which is not yet optimal in its implementation. The aim of the research is to identify variables, map influential actors as well as strategic objectives and improvement efforts in accordance with the objectives and priority scale in controlling spatial planning in Cimenyan District. In this research, researchers used MICMAC and MACTOR analysis methods. Based on a study of the role of actors in controlling spatial planning in Cimenyan District, it was found that the most influential variable was government policy. The direction given for controlling spatial planning is that the Regency government or Cimenyan District government must be more firm in implementing policies related to location management in water catchment areas. The most influential actors are the DPUTR, Bappeda, and the Bandung Regency DPRD, with efforts to improve spatial control based on objectives and priority scale, namely improving program implementation and targets with policies regarding spatial planning control, increasing institutional coordination related to spatial planning control and the need for vulnerable control. natural disaster in Cimenyan District
Abstrak. Alih fungsi lahan di Kecamatan Cimenyan disebabkan oleh pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi wilayah yang semakin pesat. Hal tersebut berdampak pada persoalan pengendalian tata ruang yang belum optimal dalam implementasinya. Tujuan dari penelitian adalah teridentifikasinya variabel, terpetakannya aktor yang berpengaruh serta tujuan strategis dan upaya peningkatan sesuai dengan tujuan dan skala prioritas dalam pengendalian tata ruang di Kecamatan Cimenyan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis MICMAC dan MACTOR. Berdasarkan Kajian peran aktor dalam pengendalian tata ruang di Kecamatan Cimenyan didapatkan variabel yang paling berpengaruh yaitu kebijakan pemerintah. Arahan yang diberikan untuk pengendalian tata ruang adalah pemerintah Kabupaten atau pemerintah Kecamatan Cimenyan harus lebih tegas dalam menerapkan kebijakan terkait pengelolaan lokasi di daerah resapan air. Adapun aktor yang paling berpengaruh yaitu DPUTR, Bappeda, dan DPRD Kabupaten Bandung, dengan upaya peningkatan pengendalian ruang berdasarkan tujuan dan skala prioritas adalah meningkatkan pengimplementasian dan target program dengan kebijakan tentang pengendalian tata ruang, Meningkatkan koordinasi kelembagaan terkait pengendalian tata ruang serta perlu adanya pengendalian rawan bencana alam di Kecamatan Cimenyan.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Kajian Peran Aktor dalam Pengendalian Tata Ruang di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung
Description:
Abstract.
Land conversion in Cimenyan District is caused by population growth and increasingly rapid regional economic development.
This has an impact on the issue of spatial planning control which is not yet optimal in its implementation.
The aim of the research is to identify variables, map influential actors as well as strategic objectives and improvement efforts in accordance with the objectives and priority scale in controlling spatial planning in Cimenyan District.
In this research, researchers used MICMAC and MACTOR analysis methods.
Based on a study of the role of actors in controlling spatial planning in Cimenyan District, it was found that the most influential variable was government policy.
The direction given for controlling spatial planning is that the Regency government or Cimenyan District government must be more firm in implementing policies related to location management in water catchment areas.
The most influential actors are the DPUTR, Bappeda, and the Bandung Regency DPRD, with efforts to improve spatial control based on objectives and priority scale, namely improving program implementation and targets with policies regarding spatial planning control, increasing institutional coordination related to spatial planning control and the need for vulnerable control.
natural disaster in Cimenyan District
Abstrak.
Alih fungsi lahan di Kecamatan Cimenyan disebabkan oleh pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi wilayah yang semakin pesat.
Hal tersebut berdampak pada persoalan pengendalian tata ruang yang belum optimal dalam implementasinya.
Tujuan dari penelitian adalah teridentifikasinya variabel, terpetakannya aktor yang berpengaruh serta tujuan strategis dan upaya peningkatan sesuai dengan tujuan dan skala prioritas dalam pengendalian tata ruang di Kecamatan Cimenyan.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis MICMAC dan MACTOR.
Berdasarkan Kajian peran aktor dalam pengendalian tata ruang di Kecamatan Cimenyan didapatkan variabel yang paling berpengaruh yaitu kebijakan pemerintah.
Arahan yang diberikan untuk pengendalian tata ruang adalah pemerintah Kabupaten atau pemerintah Kecamatan Cimenyan harus lebih tegas dalam menerapkan kebijakan terkait pengelolaan lokasi di daerah resapan air.
Adapun aktor yang paling berpengaruh yaitu DPUTR, Bappeda, dan DPRD Kabupaten Bandung, dengan upaya peningkatan pengendalian ruang berdasarkan tujuan dan skala prioritas adalah meningkatkan pengimplementasian dan target program dengan kebijakan tentang pengendalian tata ruang, Meningkatkan koordinasi kelembagaan terkait pengendalian tata ruang serta perlu adanya pengendalian rawan bencana alam di Kecamatan Cimenyan.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Simulasi Potensi Gerakan Tanah Lereng Alami Akibat Perubahan Tata Guna Lahan Periode Tahun 2013 – 2020 Wilayah Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Simulasi Potensi Gerakan Tanah Lereng Alami Akibat Perubahan Tata Guna Lahan Periode Tahun 2013 – 2020 Wilayah Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Abstract. Natural disasters caused by geological aspects are difficult to predict when and where the disaster will occur because many factors can trigger a disaster. In West Java P...
Desain Partisipatif Interior Ruang Rapat, Podcast, dan Pantry Kantor Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
Desain Partisipatif Interior Ruang Rapat, Podcast, dan Pantry Kantor Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat merupakan Desa Mitra dari Universitas Langlangbuana. Peran Universitas Langlangbuana terhadapat Desa Cimenyan sebag...
Strategi Komunikasi Dakwah Da’i Hidayatullah dalam Pembinaan Masyarakat Pedesaan
Strategi Komunikasi Dakwah Da’i Hidayatullah dalam Pembinaan Masyarakat Pedesaan
This paper aims to determine the da'i Hidayatullah da'wah communication strategy in fostering rural communities which are formulated into three questions as follows: the role of da...
Pengembangan UMKM pada Destinasi Wisata Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung
Pengembangan UMKM pada Destinasi Wisata Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui sejauhmana pengembangan obyek wisata berdampak kepada keberadaan UMKM di Kecamatan Cimenyan. Penelitian ini menggunakan metodelogi...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
tugas resume hukum tata negara
tugas resume hukum tata negara
Hukum tata Negara dapar diartikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Secara arti sempit hukum tata negara dapat diartikan hukum yang mengatur organisasi negra sedangkan dala...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...

