Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Studi Etnosains Makam Keramat Datuak Parpatiah Nan Sabatang

View through CrossRef
Datuak Parpatiah Nan Sabatang dikenal oleh masyarakat Minangkabau sebagai salah seorang pelopor adat istiadat Minangkabau selain Datuak Ketamanggungan. Dalam tambo adat Minangkabau disebutkan bahwa Datuak Parpatiah Nan Sabatang sebagai pendiri kelompok Bodi Caniago (Moiety) yang disebut lareh Bodi Caniago. Makam Datuak Parpatiah Nan Sabatang berlokasi di Jl. Munggu Tanah Jorong Batu Palano, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Makam ini bagi masyarakat dianggap keramat. Warga masyarakat melakukan ziarah ke makam serta melakukan aktivitas religius di makam, selain itu masyarakat memiliki pengetahuan mengenai makam ini. Studi ini menjelaskan tentang pengetahuan masyarakat mengenai makam keramat Datuak Parpatih Nan Sabatang dengan pendekatan etnosain. Penelitian lapangan (fieldwork) dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan tipe etnografi. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan mengenai kekeramatan makan Datuak Perpatih Nan Sabatang. Pengetahuan masyarakat seperti bunyi atau dentuman di makam, terjadi apabila adanya anggota masyarakat setempat yang melakukan perbuatan yang tidak baik atau maksiat, tanda-tanda musibah yang berkaitan dengan makam, serta pohon beringin yang ada dekat makam dipercayai sebagai obat dan asal pohon beringin diyakini oleh masyarakat merupakan tongkat dari Datuak Parpatiah Nan Sabatang.
Title: Studi Etnosains Makam Keramat Datuak Parpatiah Nan Sabatang
Description:
Datuak Parpatiah Nan Sabatang dikenal oleh masyarakat Minangkabau sebagai salah seorang pelopor adat istiadat Minangkabau selain Datuak Ketamanggungan.
Dalam tambo adat Minangkabau disebutkan bahwa Datuak Parpatiah Nan Sabatang sebagai pendiri kelompok Bodi Caniago (Moiety) yang disebut lareh Bodi Caniago.
Makam Datuak Parpatiah Nan Sabatang berlokasi di Jl.
Munggu Tanah Jorong Batu Palano, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung Kabupaten Solok.
Makam ini bagi masyarakat dianggap keramat.
Warga masyarakat melakukan ziarah ke makam serta melakukan aktivitas religius di makam, selain itu masyarakat memiliki pengetahuan mengenai makam ini.
Studi ini menjelaskan tentang pengetahuan masyarakat mengenai makam keramat Datuak Parpatih Nan Sabatang dengan pendekatan etnosain.
Penelitian lapangan (fieldwork) dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan tipe etnografi.
Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan mengenai kekeramatan makan Datuak Perpatih Nan Sabatang.
Pengetahuan masyarakat seperti bunyi atau dentuman di makam, terjadi apabila adanya anggota masyarakat setempat yang melakukan perbuatan yang tidak baik atau maksiat, tanda-tanda musibah yang berkaitan dengan makam, serta pohon beringin yang ada dekat makam dipercayai sebagai obat dan asal pohon beringin diyakini oleh masyarakat merupakan tongkat dari Datuak Parpatiah Nan Sabatang.

Related Results

IDENTIFIKASI KOMPLEKS MAKAM KUNO PONGGAWA MOITA DI DESA BAROWILA KECAMATAN TONGAUNA UTARA KABUPATEN KONAWE PROVINSI SULAWESI TENGGARA
IDENTIFIKASI KOMPLEKS MAKAM KUNO PONGGAWA MOITA DI DESA BAROWILA KECAMATAN TONGAUNA UTARA KABUPATEN KONAWE PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Penelitian ini mengkaji variasi bentuk dan unsur budaya yang mempengaruhi Kompleks makam kuno ponggawa moita di Desa Barowila, Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe Provinsi S...
Budaya Spritual pada Masyarakat Indramayu (Kajian Sosial Budaya)
Budaya Spritual pada Masyarakat Indramayu (Kajian Sosial Budaya)
AbstrakFenomena ziarah ke tempat-tempat keramat, masih banyak dilakukan dilingkungan masyarakat. Ziarah ke tempat-tempat keramat merupakan suatu faktasosial yang tidak bisa diabaik...
FILOSOFI MENDIRIKAN KERAMAT MENURUT AGAMA HINDU KAHARINGAN
FILOSOFI MENDIRIKAN KERAMAT MENURUT AGAMA HINDU KAHARINGAN
Pengaruh agama dalam kehidupan berbudaya dan sebaliknya telah menciptakan suatu tradisi yang beraneka ragam. Dialektika hubungan agama dan tradisi terjadi dalam masyarakat yang dig...
Bentuk dan Makna Makam Nahrasyiah Sultanah X Kerajaan Samudera Pasai
Bentuk dan Makna Makam Nahrasyiah Sultanah X Kerajaan Samudera Pasai
Jurnal ini berjudul, “Bentuk Dan Makna Makam Ratu Nahrasyiyah Sultanah X Kerajaan Samudera Pasai di Kabupaten Aceh Utara”. Tujuan penelitian ini dalam jurnal ini ialah, mendeskrips...
KAJIAN IKONOGRAFI PADA MAKAM RAJA-RAJA MATARAM ISLAM DI KOTAGEDE YOGYAKARTA
KAJIAN IKONOGRAFI PADA MAKAM RAJA-RAJA MATARAM ISLAM DI KOTAGEDE YOGYAKARTA
Makam merupakan peninggalan sejarah manusia yang dapat dilihat oleh manusia. Makam menjadi penanda kerajaan yang pernah berkembang di komplek makam raja Kotagede. Peneliti mengajuk...
IDENTIFIKASI MAKAM KUNO PADA BENTENG WABULA DI DESA WABULA, KECAMATAN WABULA, KABUPATEN BUTON
IDENTIFIKASI MAKAM KUNO PADA BENTENG WABULA DI DESA WABULA, KECAMATAN WABULA, KABUPATEN BUTON
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman makam kuno di situs pemakaman kuno pada Benteng Wabula, Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton. Penelitian ini...
Analisis Implementasi Model Pembelajaran berbasis Etnosains dalam Pembelajaran Tematik di Madrasah Ibtidaiyah
Analisis Implementasi Model Pembelajaran berbasis Etnosains dalam Pembelajaran Tematik di Madrasah Ibtidaiyah
Pembelajaran Etnosains    merupakan  salah  satu  terobosan baru  dalam  dunia pendidikan yang menggabungkan antara budaya dengan sains. Etnosains mengangkat budaya dan kearifan lo...
ANTARA SAKRAL DAN PROFAN: ANALISIS KONSEP BUDAYA ATAS PENEMPATAN MAKAM KESULTANAN INDRAGIRI TERHADAP SUNGAI INDRAGIRI
ANTARA SAKRAL DAN PROFAN: ANALISIS KONSEP BUDAYA ATAS PENEMPATAN MAKAM KESULTANAN INDRAGIRI TERHADAP SUNGAI INDRAGIRI
Makam merupakan salah satu bukti penting yang menunjukkan adanya perkembangan agama dan kebudayaan Islam di Nusantara di masa kesultanan, salah satunya berada di wilayah Kabupaten ...

Back to Top