Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Uji Daya Hambat Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Dengan Tambahan Kitosan Cangkang Udang Terhadap Bakteri Streptococcus mutans

View through CrossRef
Background: Utilization of lumbricin and other bioactive compounds from earthworms (Lumbricus rubellus) as antibacterial has limitation are easily damaged due to heating, processing and when storage. Lumbricin is a peptide compound that in-vitro can inhibit bacteria gram-negative, gram-positive and some fungi.  For that reasons, it needed supporting material for bioactive compounds (lumbricin) namely using chitosan from shrimp shells. The aim of this study is to determine whether extracts of earthworm (Lumbricus rubellus) coupled with shrimp shells chitosan are effective in inhibiting Streptococcus mutans bacteria. Method: This research was conducted to determine whether extracts of earthworm (Lumbricus rubellus) coupled with shrimp shells chitosan are effective in inhibiting Streptococcus mutans bacteria. The research method is diffusion that use paper disks. The test was done by making two concentrations of 60% and 80% earthworm extracts mixed with four concentrations of 0.5%, 1%, 1.5% and 2% shrimp shells chitosan, those would be compared with the control group are positif is amoxicillin and negatif is ethanol. Result: Based on the results, after three times replication showed that the largest diameter of the inhibition zone is at concentration 80% of earthworm extracts with the addition of 1% shrimp shell chitosan was 7.33 mm. The data is analyzed using SPSS for windows. The statistical test used is nonparametric test with kruskal-wallis that showed p-value<0.05. Conclusion: It was concluded that earthworm extract (Lumbricus rubellus) coupled with shrimp chitosan chitosan was effective in inhibiting growth of Streptococcus mutans bacteria.   Latar Belakang: Pemanfaatan senyawa lumbricin dan bioaktif lainnya dari cacing tanah (Lumbricus rubellus) sebagai bahan antibakteri memiliki keterbatasan yaitu, mudah mengalami kerusakan akibat pemanasan, pengolahan dan saat penyimpanan. Lumbricin yaitu senyawa peptide yang secara in vitro mampu menghambat bakteri gram negatif, gram positif dan beberapa fungi. Oleh sebab itu, diperlukan bahan pendukung senyawa bioaktif (lumbricin) yaitu dengan menggunakan kitosan dari cangkang udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) ditambah dengan kitosan cagkang udang efektif dalam menghambat bakteri Streptococcus mutans. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah difusi agar menggunakan paper disk. Pengujian dilakukan dengan membuat dua konsentrasi ekstrak cacing tanah 60% dan 80% yang dicampurkan dengan empat konsentrasi kitosan cangkang udang 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%, kemudian akan dibandingkan dengan kelompok kontrol positif amoxicillin dan kontrol negatif etanol. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian setelah dilakukan replikasi sebanyak tiga kali menunjukkan bahwa diameter zona hambat terbesar adalah ekstrak cacing tanah konsentrasi 80% dengan penambahan kitosan cangkang udang 1% sebesar 7,33 mm. Kemudian data tersebut dianalisa menggunakan SPSS for windows. Uji statistik yang digunakan adalah uji-nonparametrik kruskal-wallis yang menunjukkan nilai p-value< 0,05. Kesimpulan: Adapun kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) ditambah dengan kitosan cagkang udang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.
Title: Uji Daya Hambat Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Dengan Tambahan Kitosan Cangkang Udang Terhadap Bakteri Streptococcus mutans
Description:
Background: Utilization of lumbricin and other bioactive compounds from earthworms (Lumbricus rubellus) as antibacterial has limitation are easily damaged due to heating, processing and when storage.
Lumbricin is a peptide compound that in-vitro can inhibit bacteria gram-negative, gram-positive and some fungi.
  For that reasons, it needed supporting material for bioactive compounds (lumbricin) namely using chitosan from shrimp shells.
The aim of this study is to determine whether extracts of earthworm (Lumbricus rubellus) coupled with shrimp shells chitosan are effective in inhibiting Streptococcus mutans bacteria.
Method: This research was conducted to determine whether extracts of earthworm (Lumbricus rubellus) coupled with shrimp shells chitosan are effective in inhibiting Streptococcus mutans bacteria.
The research method is diffusion that use paper disks.
The test was done by making two concentrations of 60% and 80% earthworm extracts mixed with four concentrations of 0.
5%, 1%, 1.
5% and 2% shrimp shells chitosan, those would be compared with the control group are positif is amoxicillin and negatif is ethanol.
Result: Based on the results, after three times replication showed that the largest diameter of the inhibition zone is at concentration 80% of earthworm extracts with the addition of 1% shrimp shell chitosan was 7.
33 mm.
The data is analyzed using SPSS for windows.
The statistical test used is nonparametric test with kruskal-wallis that showed p-value<0.
05.
Conclusion: It was concluded that earthworm extract (Lumbricus rubellus) coupled with shrimp chitosan chitosan was effective in inhibiting growth of Streptococcus mutans bacteria.
  Latar Belakang: Pemanfaatan senyawa lumbricin dan bioaktif lainnya dari cacing tanah (Lumbricus rubellus) sebagai bahan antibakteri memiliki keterbatasan yaitu, mudah mengalami kerusakan akibat pemanasan, pengolahan dan saat penyimpanan.
Lumbricin yaitu senyawa peptide yang secara in vitro mampu menghambat bakteri gram negatif, gram positif dan beberapa fungi.
Oleh sebab itu, diperlukan bahan pendukung senyawa bioaktif (lumbricin) yaitu dengan menggunakan kitosan dari cangkang udang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) ditambah dengan kitosan cagkang udang efektif dalam menghambat bakteri Streptococcus mutans.
Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah difusi agar menggunakan paper disk.
Pengujian dilakukan dengan membuat dua konsentrasi ekstrak cacing tanah 60% dan 80% yang dicampurkan dengan empat konsentrasi kitosan cangkang udang 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%, kemudian akan dibandingkan dengan kelompok kontrol positif amoxicillin dan kontrol negatif etanol.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian setelah dilakukan replikasi sebanyak tiga kali menunjukkan bahwa diameter zona hambat terbesar adalah ekstrak cacing tanah konsentrasi 80% dengan penambahan kitosan cangkang udang 1% sebesar 7,33 mm.
Kemudian data tersebut dianalisa menggunakan SPSS for windows.
Uji statistik yang digunakan adalah uji-nonparametrik kruskal-wallis yang menunjukkan nilai p-value< 0,05.
Kesimpulan: Adapun kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) ditambah dengan kitosan cagkang udang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.

Related Results

Uji Sensitivitas Kapsul Cacing (Lumbricus rubellus) terhadap Bakteri Salmonella typhi Secara In Vitro
Uji Sensitivitas Kapsul Cacing (Lumbricus rubellus) terhadap Bakteri Salmonella typhi Secara In Vitro
Prevelensi demam tifoid di Indonesia semakin meningkat. Selain itu, terjadi peningkatan resistensi terhadap antibiotik sebagai pengobatan demam tifoid, sehingga diperlukan terapi a...
Uji Efektivitas Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) terhadap Bakteri Salmonella Typhi Penyebab Demam Tifoid
Uji Efektivitas Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) terhadap Bakteri Salmonella Typhi Penyebab Demam Tifoid
Salmonella typhi (S.typhi) merupakan kuman patogen penyebab demam tifoid. Menurut data WHO (World Health Organisation) memperkirakan angka insidensi di seluruh dunia sekitar 17 jut...
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KITOSAN UNTUK APLIKASI SENSOR DETEKSI LOGAM BERAT
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KITOSAN UNTUK APLIKASI SENSOR DETEKSI LOGAM BERAT
Penelitian tentang pemanfaatan membran kitosan sebagai sensor deteksi logam berat berdasarkan sifat optic belum pernah dilaporkan. Penelitian ini melaporkan kajian tentang sintesis...
Kil/Organokil-Kitosan ve Kil/Organokil-Trietil Kitosan Nanokompozit Sentezi ve Karakterizasyonu
Kil/Organokil-Kitosan ve Kil/Organokil-Trietil Kitosan Nanokompozit Sentezi ve Karakterizasyonu
Bu çalışmada montmorillonite (Mt) kili kullanılarak kil-kitosan, organokil-kitosan, kil-trietil kitosan ve organokil-trietil kitosan nanokompozitleri sentezlenmiş ve karakterizasyo...
Isolasi Dan Identifikasi Kitosan Dari Cangkang Kerang Bulu (Anadara antiquata)
Isolasi Dan Identifikasi Kitosan Dari Cangkang Kerang Bulu (Anadara antiquata)
Chitosan is a polysaccharide formed via deacetylation of chitin. In general, chitosan is made from waste products from the fishing industry, such as shrimp, crabs, shells of feathe...

Back to Top