Javascript must be enabled to continue!
INTERPRETASI AWAL SITUS SRIGADING LAWANG, MALANG
View through CrossRef
Abstract. The Initial Interpretation: Srigading Site Lawang-Malang. This study aims to reconstruct the location and function of the Srigading Site and its relation to the text of the Mpu Siṇḍok inscription in the X century, which was found around Singosari. The object of study in this research is the Srigading Site located in Manggis of Srigading Village, Lawang District, Malang Regency, East Java. How is the identification of the Srigading Site viewed from structural, artifactual, and the Mpu Siṇḍok inscription? The research method used is descriptive. The research data were analyzed using archaeological analysis, covering morphology, technology, style, and contextuality. The results of the study stated that the structural and artefactual of the Srigading Site is the building of X century of the Hindu Siwaistis. Based on the Mpu Siṇḍok inscription, Srigading Site is the sacred building led by Watak Hujung that is possed by Rakryan Hujung Pu Maduralokadurañjana, located in Himad Village (known as Srigading Village). The Srigading Site is also predicted to correlate with the sacred building of ‘sanghyang prasada/sanghyang sala i himad’ as mentioned in the Gulung-Gulung and Jeru-Jeru inscriptions, as the Bhaṭara Sala I Himad’s place of worship.
Keywords: Srigading Site, Watak Hujung, Himad Village
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Situs Srigading dan fungsinya, serta kaitannya terhadap teks prasasti-prasasti masa Mpu Siṇḍok di abad X yang ditemukan di sekitar Singosari. Objek
kajian dalam penelitian ini adalah Situs Srigading yang berlokasi di Dusun Manggis, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Masalah yang diajukan adalah bagaimana identifikasi Situs Srigading ditinjau dari temuan struktural, artefaktual, serta prasasti-prasasti pada masa Mpu Siṇḍok. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Adapun data penelitian dianalisis menggunakan analisis arkeologi, meliputi morfologi, teknologi, gaya, hingga kontekstual. Hasil penelitian menyatakan berdasar temuan struktural dan artefaktual, Situs Srigading merupakan situs bangunan candi dari bata yang berasal dari sekitar abad X yang bersifat Hindu Siwaistis. Ditinjau dari prasasti masa Mpu Siṇḍok, Situs Srigading merupakan bangunan suci yang berada dalam wilayah Watak Hujung yang dikuasai oleh Rakryan Hujung Pu Maduralokadurañjana berlokasi di Desa Himad yang sekarang dikenal kembali sebagai Desa Srigading. Situs tersebut diduga berhubungan dengan bangunan suci ‘sanghyang prasada/sanghyang sala i himad’ yang disebutkan di dalam prasasti Gulung-Gulung dan prasasti JeruJeru, sebagai tempat pemujaan bagi Bhaṭara Sala I Himad.
Kata kunci: Situs Srigading, Watak Hujung, Desa Himad
National Research and Innovation Agency
Title: INTERPRETASI AWAL SITUS SRIGADING LAWANG, MALANG
Description:
Abstract.
The Initial Interpretation: Srigading Site Lawang-Malang.
This study aims to reconstruct the location and function of the Srigading Site and its relation to the text of the Mpu Siṇḍok inscription in the X century, which was found around Singosari.
The object of study in this research is the Srigading Site located in Manggis of Srigading Village, Lawang District, Malang Regency, East Java.
How is the identification of the Srigading Site viewed from structural, artifactual, and the Mpu Siṇḍok inscription? The research method used is descriptive.
The research data were analyzed using archaeological analysis, covering morphology, technology, style, and contextuality.
The results of the study stated that the structural and artefactual of the Srigading Site is the building of X century of the Hindu Siwaistis.
Based on the Mpu Siṇḍok inscription, Srigading Site is the sacred building led by Watak Hujung that is possed by Rakryan Hujung Pu Maduralokadurañjana, located in Himad Village (known as Srigading Village).
The Srigading Site is also predicted to correlate with the sacred building of ‘sanghyang prasada/sanghyang sala i himad’ as mentioned in the Gulung-Gulung and Jeru-Jeru inscriptions, as the Bhaṭara Sala I Himad’s place of worship.
Keywords: Srigading Site, Watak Hujung, Himad Village
Abstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Situs Srigading dan fungsinya, serta kaitannya terhadap teks prasasti-prasasti masa Mpu Siṇḍok di abad X yang ditemukan di sekitar Singosari.
Objek
kajian dalam penelitian ini adalah Situs Srigading yang berlokasi di Dusun Manggis, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Masalah yang diajukan adalah bagaimana identifikasi Situs Srigading ditinjau dari temuan struktural, artefaktual, serta prasasti-prasasti pada masa Mpu Siṇḍok.
Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif.
Adapun data penelitian dianalisis menggunakan analisis arkeologi, meliputi morfologi, teknologi, gaya, hingga kontekstual.
Hasil penelitian menyatakan berdasar temuan struktural dan artefaktual, Situs Srigading merupakan situs bangunan candi dari bata yang berasal dari sekitar abad X yang bersifat Hindu Siwaistis.
Ditinjau dari prasasti masa Mpu Siṇḍok, Situs Srigading merupakan bangunan suci yang berada dalam wilayah Watak Hujung yang dikuasai oleh Rakryan Hujung Pu Maduralokadurañjana berlokasi di Desa Himad yang sekarang dikenal kembali sebagai Desa Srigading.
Situs tersebut diduga berhubungan dengan bangunan suci ‘sanghyang prasada/sanghyang sala i himad’ yang disebutkan di dalam prasasti Gulung-Gulung dan prasasti JeruJeru, sebagai tempat pemujaan bagi Bhaṭara Sala I Himad.
Kata kunci: Situs Srigading, Watak Hujung, Desa Himad.
Related Results
MEWUJUDKAN TOURISM VILLAGE MELALUI REVITALISASI REST AREA DESA SRIGADING, KABUPATEN MALANG
MEWUJUDKAN TOURISM VILLAGE MELALUI REVITALISASI REST AREA DESA SRIGADING, KABUPATEN MALANG
Salah satu belahan bumi pertiwi yang menyimpan segala pesona alam menakjubkan, membuat Desa Srigading sering menjadi objek wisata bagi para wisatawan. Aktivitas ekonomi Desa Srigad...
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Bukit Lawang merupakan kawasan wisata alam yang terletak di Sumatera Utara, yang memiliki potensi wisata alam yang terkenal baik domestic maupun mancanegara. Bukit Lawang juga meru...
Tata Guna Lahan Bukit Lawang sebagai Kawasan Wisata Berkelanjutan
Tata Guna Lahan Bukit Lawang sebagai Kawasan Wisata Berkelanjutan
Bukit Lawang merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang menjadi tujuan wisata di Kabupaten Langkat. Aktivitas wisata dan konservasi yang terd...
ALIH WAHANA CERITA RAKYAT WATU LAWANG SEBAGAI NASKAH DRAMA WATU LAWANG DAN RELEVANSINYA BAGI BAHAN AJAR DRAMA DI SMA NEGERI 2 PURBALINGGA
ALIH WAHANA CERITA RAKYAT WATU LAWANG SEBAGAI NASKAH DRAMA WATU LAWANG DAN RELEVANSINYA BAGI BAHAN AJAR DRAMA DI SMA NEGERI 2 PURBALINGGA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) Alih wahana cerita rakyat Watu Lawang ke dalam naskah drama Watu Lawang pada alur. (2) Alih wahana cerita rakyat ...
Dampak Wisata Puncak Lawang Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Nagari Lawang Kecamatan Matur (2000-2022)
Dampak Wisata Puncak Lawang Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Nagari Lawang Kecamatan Matur (2000-2022)
Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana Dampak Destinasi Wisata Puncak Lawang Terhadap Perekonomia Masyarakat Di Nagari Lawang Kecamatan Matur Tahun 2000-2022. Penelitian ini dil...
Factors Related To The Incidence Of Cesarean Sections At RSUD Empat Lawang Of Empat Lawang Regency In 2025
Factors Related To The Incidence Of Cesarean Sections At RSUD Empat Lawang Of Empat Lawang Regency In 2025
Childbirth is the process whereby a full-term or near full-term baby is delivered from the mother's womb, followed by the expulsion of the placenta and fetal membranes from the wom...
BUKTI AWAL PERSEBARAN BUDAYA AUSTRONESIA DI SESE, SULAWESI BARAT: TINJAUAN BERDASARKAN DATA ARKEOLOGI
BUKTI AWAL PERSEBARAN BUDAYA AUSTRONESIA DI SESE, SULAWESI BARAT: TINJAUAN BERDASARKAN DATA ARKEOLOGI
Penelitian terhadap sebaran situs-situs dengan indikasi tinggalan arkeologis dari bangsa penutur bahasa Austronesia di Mamuju selama ini fokusnya di sepanjang daerah aliran sungai ...
ANALISIS LAWANG SEWU SEBAGAI DESTINASI DARK TOURISM TERHADAP PENGALAMAN WISATAWAN NUSANTARA (STUDI KASUS BANGUNAN BERSEJARAH LAWANG SEWU)
ANALISIS LAWANG SEWU SEBAGAI DESTINASI DARK TOURISM TERHADAP PENGALAMAN WISATAWAN NUSANTARA (STUDI KASUS BANGUNAN BERSEJARAH LAWANG SEWU)
This research’s purpose is to identify and analyze how Lawang Sewu as a Dark Tourism Destination towards domestic tourists’ motivation. So it can explain that Lawang Sewu is indica...

