Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Agresif melalui Konseling Individual

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk guru BK agar dapat memahami akar masalah yang mendasari perilaku agresif siswa secara lebih mendalam. Melalui sesi konseling individual, guru BK dapat memberikan ruang yang aman bagi siswa untuk berbicara tentang pengalaman dan perasaan mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan melalui Teknik purposive sampling, yaitu wali kelas dan guru bimbingan konseling sebagai subjek dan objek. Instrumen penelitian mencakup wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengolahan data menggunakan triangulasi data. Perilaku agresif diartikan sebagai tindakan yang dapat menyakiti hati dan merugikan diri sendiri serta orang lain. Konseling ini difokuskan pada pengembangan pemahaman diri, pengelolaan emosi, dan strategi penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)  perilaku agresif pada peserta didik melibatkan faktor kepribadian kuat dan pandangan bahwa tindakan tersebut wajar, juga kurangnya pengawasan, perhatian, dan kasih sayang dari orang tua. 2) Respon terhadap perilaku agresif melibatkan peran penting guru bimbingan dan konseling, termasuk layanan konseling individu sebagai salah satu strategi penanganan.
Title: Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Agresif melalui Konseling Individual
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk guru BK agar dapat memahami akar masalah yang mendasari perilaku agresif siswa secara lebih mendalam.
Melalui sesi konseling individual, guru BK dapat memberikan ruang yang aman bagi siswa untuk berbicara tentang pengalaman dan perasaan mereka.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan melalui Teknik purposive sampling, yaitu wali kelas dan guru bimbingan konseling sebagai subjek dan objek.
Instrumen penelitian mencakup wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Pengolahan data menggunakan triangulasi data.
Perilaku agresif diartikan sebagai tindakan yang dapat menyakiti hati dan merugikan diri sendiri serta orang lain.
Konseling ini difokuskan pada pengembangan pemahaman diri, pengelolaan emosi, dan strategi penyelesaian konflik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)  perilaku agresif pada peserta didik melibatkan faktor kepribadian kuat dan pandangan bahwa tindakan tersebut wajar, juga kurangnya pengawasan, perhatian, dan kasih sayang dari orang tua.
2) Respon terhadap perilaku agresif melibatkan peran penting guru bimbingan dan konseling, termasuk layanan konseling individu sebagai salah satu strategi penanganan.

Related Results

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENERAPAN ETIKA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENERAPAN ETIKA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru bimbingan dan konseling (BK) dalam penerapan etika bimbingan dan konseling. Metode studi literatur digunakan dalam penelitian ini...
Telaah Landasan Filsafat Ilmu Epistemologi dalam Perspektif Bimbingan Konseling dan Bimbingan Konseling Islam (Sebuah Studi Komparasi)
Telaah Landasan Filsafat Ilmu Epistemologi dalam Perspektif Bimbingan Konseling dan Bimbingan Konseling Islam (Sebuah Studi Komparasi)
The aim of this study to provide a more completely understanding about foundations of philoshophical science in Islamic guidance and counseling by examination from viewpoint of epi...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menangani Perilaku Agresif Siswa di SMKN 1 Batanghari
Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menangani Perilaku Agresif Siswa di SMKN 1 Batanghari
Perilaku agresif merupakan perilaku yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok yang dimaksudkan  untuk menyakiti, melukai, dan merugikan orang lain baik individu maupun kelompok...
FAKTOR FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN EVALUASI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA TANGERANG
FAKTOR FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN EVALUASI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA TANGERANG
Evaluasi program bimbingan adalah usaha menilai efisiensi dan efektivitas pelayanan bimbingan itu sendiri, khususnya seluruh kegiatan dalam rangka program bimbingan yang dikelola o...
URGENSI MANAJEMEN DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
URGENSI MANAJEMEN DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Permasalahan terkait dengan manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah masih ditemukan dari berbagai sudut permasalahan, hal ini tergambarkan berdasarkan fenomena yang ...
PELATIHAN APLIKASI DAN ANALISIS INSTRUMENTASI PROGRAM BIMBINGAN KONSELING (Guru BK SMA/SMK Di Sumba Barat Daya NTT)
PELATIHAN APLIKASI DAN ANALISIS INSTRUMENTASI PROGRAM BIMBINGAN KONSELING (Guru BK SMA/SMK Di Sumba Barat Daya NTT)
ABSTRAK Pelatihan analisa aplikasi instrumentasi dalam konseling sebagai upaya peningkatan pelayanan mutu guru bimbingan dan konseling SMA/SMK Sumba Barat Daya merupakan upay...

Back to Top