Javascript must be enabled to continue!
Gugurnya Bhisma Oleh Srikandi: Studi Mengenai Refleksi Konsep Karma-Phala Melalui Cerita Mahabharata
View through CrossRef
Mahabharata samapai saat ini termasyur dan memperoleh apresiasi serta direpresentasikan dalam berbagai ekspresi yang merefleksikan makna-makna kehidupan yang relevan bagi perseptornya. Bhisma sebagai putra mahkota kerajaan Kuru dikenal memiliki kemuliaan, keagungan, dan jiwa besar seorang kesatria, namun demikian Bhisma tidak terlepas dari ikatan sebab-akibat yang membuatnya harus berpihak pada sisi yang salah dan gugur dihadapan Srikandi. Tujuan penelitian ini, pertama, mengungkap kronologi detail gugurnya Bhisma dalam cerita Mahabharata dan menganalisis bagaimana cerita tersebut merefleksikan nilai Karma-Phala sebagai pembelajaran bagi peningkatan kualitas pengetahuan sosio-religius manusia. Metode yang digunakan adalah analisis teks dengan pendekatan hermeneutika untuk menafsirkan makna moral dan spiritual, dalam konteks karya sastra dan seni pertunjukan sebagai medium refelektor. Hasil penelitian menunjukkan, pertama gugurnya Bhisma terjadi setelah ia menerima serangan panah dari Srikandi, yang dipengaruhi oleh nasib dan karma masa lalu Bhisma yang dinilai menyakiti Srikandi di masa lalunya sebagai Dewi Amba. Kedua, Peristiwa ini merefleksikan konsep Karma-Phala dengan jelas, yang mana tindakan masa lalu Bhisma berkontribusi pada takdirnya. Cerita ini memberikan pembelajaran tentang pentingnya menjalani kehidupan dengan kebajikan untuk mencapai hasil positif di masa depan. Terdapat makna moral yang kuat tentang pengorbanan dan ketulusan dalam cerita tersebut. Aspek spiritual dari gugurnya Bhisma juga mengajarkan tentang penerimaan terhadap hukum alam yang tak terhindarkan. Relevansi cerita ini dalam kehidupan modern menegaskan bahwa hukum Karma-Phala tetap menjadi panduan penting dalam menjalani kehidupan manusia, mengingatkan kita bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang harus diterima dengan lapang dada.
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Gugurnya Bhisma Oleh Srikandi: Studi Mengenai Refleksi Konsep Karma-Phala Melalui Cerita Mahabharata
Description:
Mahabharata samapai saat ini termasyur dan memperoleh apresiasi serta direpresentasikan dalam berbagai ekspresi yang merefleksikan makna-makna kehidupan yang relevan bagi perseptornya.
Bhisma sebagai putra mahkota kerajaan Kuru dikenal memiliki kemuliaan, keagungan, dan jiwa besar seorang kesatria, namun demikian Bhisma tidak terlepas dari ikatan sebab-akibat yang membuatnya harus berpihak pada sisi yang salah dan gugur dihadapan Srikandi.
Tujuan penelitian ini, pertama, mengungkap kronologi detail gugurnya Bhisma dalam cerita Mahabharata dan menganalisis bagaimana cerita tersebut merefleksikan nilai Karma-Phala sebagai pembelajaran bagi peningkatan kualitas pengetahuan sosio-religius manusia.
Metode yang digunakan adalah analisis teks dengan pendekatan hermeneutika untuk menafsirkan makna moral dan spiritual, dalam konteks karya sastra dan seni pertunjukan sebagai medium refelektor.
Hasil penelitian menunjukkan, pertama gugurnya Bhisma terjadi setelah ia menerima serangan panah dari Srikandi, yang dipengaruhi oleh nasib dan karma masa lalu Bhisma yang dinilai menyakiti Srikandi di masa lalunya sebagai Dewi Amba.
Kedua, Peristiwa ini merefleksikan konsep Karma-Phala dengan jelas, yang mana tindakan masa lalu Bhisma berkontribusi pada takdirnya.
Cerita ini memberikan pembelajaran tentang pentingnya menjalani kehidupan dengan kebajikan untuk mencapai hasil positif di masa depan.
Terdapat makna moral yang kuat tentang pengorbanan dan ketulusan dalam cerita tersebut.
Aspek spiritual dari gugurnya Bhisma juga mengajarkan tentang penerimaan terhadap hukum alam yang tak terhindarkan.
Relevansi cerita ini dalam kehidupan modern menegaskan bahwa hukum Karma-Phala tetap menjadi panduan penting dalam menjalani kehidupan manusia, mengingatkan kita bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang harus diterima dengan lapang dada.
Related Results
REKONSTRUKSI CERITA MAHABHARATA DALAM DAKWAH WALISONGO
REKONSTRUKSI CERITA MAHABHARATA DALAM DAKWAH WALISONGO
The emergence of stories which had Islamic nuances in the puppet, known as Walisongo’s creation. Walisongo with the intelligence to read the situation and conditions of society at...
Pendidikan Susila Dalam Cerita Udyoga, Bhisma, Dan Drona Parwa Mahābhārata Sebagai Landasan Pembentuk Siswa Suputra
Pendidikan Susila Dalam Cerita Udyoga, Bhisma, Dan Drona Parwa Mahābhārata Sebagai Landasan Pembentuk Siswa Suputra
The stories of Mahābhārata is a pary of Veda scriptures called Itihās. There are two types of Itihāsa, namely the Ramāyāna and the Mahābhārata. Both of these epic stories are unde...
Membandingkan Konsep Karma Dalam Film “KARMA” Dengan Konsep Karma Buddha Mahayana (Comparison of the concept ‘Karma’ between ‘Karma’ movie and the Buddha religion)
Membandingkan Konsep Karma Dalam Film “KARMA” Dengan Konsep Karma Buddha Mahayana (Comparison of the concept ‘Karma’ between ‘Karma’ movie and the Buddha religion)
Abstract
Abstrak
Film “KARMA” merupakan film Indonesia yang memiliki latar belakang budaya Tionghoa dan bergenre horor. Hal unik yang terdapat dalam film ini ialah adanya karma yan...
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Selama ini pemerintah tampaknya hanya berusaha untuk memajukan kebudayaan nasional. Padahal pemerintah diharapkan juga menggali dan memperkenalkan kekayaan khasanah kebudayaan loka...
Pemanfaatan Cerita Rakyat Sumbawa Sebagai Bahan Literasi Siswa Sekolah Dasar
Pemanfaatan Cerita Rakyat Sumbawa Sebagai Bahan Literasi Siswa Sekolah Dasar
Cerita rakyat Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat merupakan cerita rakyat yang tumbuh dan berkembang secara lisan dan menyebar secara turun temurun dari generasi ke generasi beri...
Ekranisasi Novel 3 Srikandi Karya Silvarani
Ekranisasi Novel 3 Srikandi Karya Silvarani
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik novel dan film, perubahan alih wahana novel ke film, serta tafsiran film 3 Srikandi berdasarkan novel 3 Srikan...
TRIVIDHI KARMA IN SURGERY (SHALY TANTRA)
TRIVIDHI KARMA IN SURGERY (SHALY TANTRA)
Detailed description about surgical procedure was given by Acharya Sushrut. Purva Karma, Pradhan Karma, and Paschat Karma are Trividhi Karma. Shastra Chikitsa is one of the prime e...
Fungsi Pelaku dan Lingkungan Tindakan dalam Cerita Rakyat Sarolangun
Fungsi Pelaku dan Lingkungan Tindakan dalam Cerita Rakyat Sarolangun
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menguraikan kondisi dan keadaan dari identifikasi aspek-aspek fungsi pelaku, dan lingkungan tindakan yang terdapat pada...

