Javascript must be enabled to continue!
GAMBARAN KEJADIAN PENANGANAN KASUS MULTIRANSFUSI DI UPD RSUP FATMAWATI
View through CrossRef
Transfusi darah adalah salah satu aspek medis yang memiliki dampak signifikan bagi pasien. Dalam tahapan pemberian kepada pasien, harus mengikuti prinsip yang menyatakan bahwa keuntungan bagi pasien jauh lebih besar ketimbang efek dan risiko yang mungkin timbul. Salah satu kasus kejafian pada transfusi berulang adalah multitransfusi. Multitransfusi dapat terjadi pada pasien yang rutin menjalani transfusi, hal ini dapat menyebabkan peningkatan kemungkinan terjadinya alloimunisasi terhadap sel darah merah dan terbentuknya antibodi irreguler. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanganan kasus multitransfusi di UTD RSUP Fatmawati. Hasil menunjukkan Pasien dengan diagnosis gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis menunjukkan adanya reaksi antara serum dari donor dan sel darah merah pasien. Tes DCT menghasilkan hasil positif untuk IgG, yang menunjukkan bahwa ada antibodi IgG yang terdapat di permukaan sel darah merah. Skrining antibodi menunjukkan kemungkinan keberadaan anti-c dan anti-Jka, simpulannya adalah pasien dengan CKD (kegagalan ginjal kronis) adalah individu yang sering mendapatkan transfusi darah, sehingga berpotensi untuk menghasilkan alloantibodi, contohnya anti-c. Akibatnya, hasil dari tes silang serasi menjadi tidak kompatibel dan tercipta antigram yang tidak spesifik disebabkan oleh kemungkinan adanya multialoantibodi.
Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia
Title: GAMBARAN KEJADIAN PENANGANAN KASUS MULTIRANSFUSI DI UPD RSUP FATMAWATI
Description:
Transfusi darah adalah salah satu aspek medis yang memiliki dampak signifikan bagi pasien.
Dalam tahapan pemberian kepada pasien, harus mengikuti prinsip yang menyatakan bahwa keuntungan bagi pasien jauh lebih besar ketimbang efek dan risiko yang mungkin timbul.
Salah satu kasus kejafian pada transfusi berulang adalah multitransfusi.
Multitransfusi dapat terjadi pada pasien yang rutin menjalani transfusi, hal ini dapat menyebabkan peningkatan kemungkinan terjadinya alloimunisasi terhadap sel darah merah dan terbentuknya antibodi irreguler.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanganan kasus multitransfusi di UTD RSUP Fatmawati.
Hasil menunjukkan Pasien dengan diagnosis gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis menunjukkan adanya reaksi antara serum dari donor dan sel darah merah pasien.
Tes DCT menghasilkan hasil positif untuk IgG, yang menunjukkan bahwa ada antibodi IgG yang terdapat di permukaan sel darah merah.
Skrining antibodi menunjukkan kemungkinan keberadaan anti-c dan anti-Jka, simpulannya adalah pasien dengan CKD (kegagalan ginjal kronis) adalah individu yang sering mendapatkan transfusi darah, sehingga berpotensi untuk menghasilkan alloantibodi, contohnya anti-c.
Akibatnya, hasil dari tes silang serasi menjadi tidak kompatibel dan tercipta antigram yang tidak spesifik disebabkan oleh kemungkinan adanya multialoantibodi.
Related Results
Genome-Wide Analysis of MDS/MPD Disclosed Frequent Homozygous C-Cbl mutations Tightly Associated with 11q-UPD
Genome-Wide Analysis of MDS/MPD Disclosed Frequent Homozygous C-Cbl mutations Tightly Associated with 11q-UPD
Abstract
Myelodysplastic syndromes (MDS) are clonal disorders of hematopoietic progenitors characterized by ineffective hematopoiesis and high propensity to leukemia...
Uniparental disomy is a chromosomic disorder in the first place
Uniparental disomy is a chromosomic disorder in the first place
Abstract
Background
Uniparental disomy (UPD) is well-known to be closely intermingled with imprinting disorders. Besides, UPD can lead to a disease ...
579. Epidemiological Data Differences between Gel-purified vs. DNA-purified Oral Polio Vaccine in environmental samples
579. Epidemiological Data Differences between Gel-purified vs. DNA-purified Oral Polio Vaccine in environmental samples
Abstract
Background
As wild poliovirus is eradicated, preventing circulation of vaccine-derived poliovirus is top priority. Our ...
(Invited) Reaction Kinetics of Metal Deposition Via Slrr of UPD ML Studied By Surface Reflectivity Measurements
(Invited) Reaction Kinetics of Metal Deposition Via Slrr of UPD ML Studied By Surface Reflectivity Measurements
The deposition protocol based on Surface Limited Redox Replacement (SLRR) reaction of UPD monolayers [[i]] has gained a lot of attention in recent years [[ii]-,[iii],[iv],[v],[vi],...
A Case with Angelman Syndrome Carried de novo der(15q;15q) By de novo Paternal Uniparental Disomy
A Case with Angelman Syndrome Carried de novo der(15q;15q) By de novo Paternal Uniparental Disomy
Angelman syndrome (AS; OMIM 105830) is a congenital neurodevelopmental disorder typically caused by maternal chromosome 15q11.2-q13 deletion, Ubiquitin-protein ligase E3A (UBE3A) g...
TUGAS DAN WEWENANG PEMERINTAH DALAM MELAKSANAKAN PENANGANAN FAKIR MISKIN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN
TUGAS DAN WEWENANG PEMERINTAH DALAM MELAKSANAKAN PENANGANAN FAKIR MISKIN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana tugas pemerintah dalam melaksanakan penanganan fakir miskin dan bagaimana wewenang pemerintah dalam melaksanakan p...
Pulse Potential Deposition - an Experimental Protocol for Growth of High Quality Thin Films Via Surface Limited Red-Ox Replacement Reaction
Pulse Potential Deposition - an Experimental Protocol for Growth of High Quality Thin Films Via Surface Limited Red-Ox Replacement Reaction
Pulse Current Deposition method for growth of thin films and functional coatings has been in use in academia and industry for quite some time [[1]]. However, with few exemptions [[...
Uniparental Disomy
Uniparental Disomy
Abstract
Uniparental disomy (UPD) is defined as the inheritance of both homologues of a given genome region from only one parent. In the majorit...

