Javascript must be enabled to continue!
STANDARISASI SIMPLISIA DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth)
View through CrossRef
Latar Belakang : Cosmos caudatus Kunth atau dikenal sebagai daun kenikir merupakan tanaman obat yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional di indonesia. Kenikir dipercaya sebagai obat penurun suhu tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, mengobati diabetes, sebagai anti-aging dan menjaga kesehatan tulang. Namun, data mutu simplisia yang terstandar masih terbatas.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisikokimia dan kandungan fitokimia daun kenikir berdasarkan Farmakope Herbal Indoneisa (FHI) 2017.
Metode : Menggunakan metode eksperimental dengan sampel berupa daun kenikir dan diolah menjadi simplisia melalui tahapan sortasi basah, pencucian, kemudian dilakukan sortasi kering dan dihaluskan. Analisis dilakukan terhadap parameter standar simplisia yaitu parameter spesifik dan non-spesifik.
Hasil dan Pembahasan : Hasil menunjukan susut pengeringan (7,04%), abu total (16,16%), abu tidak larut asam (7,21%), sari larut air (23%) dan sari larut etanol (16,06%). Uji fitokimia menunjukan adanya tanin, alkaloid, saponin dan triterpenoid namun, tidak terdeteksi senyawa alkaloid.
Kesimpulan : Hasil penelitian ini menekankan pentingnya penerapan proses standar yang lebih baik dalam pengolahan simplisia, agar kualitas bahan baku pada obat tradisional dapat memenuhi standar mutu dan aman digunakan.
Title: STANDARISASI SIMPLISIA DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth)
Description:
Latar Belakang : Cosmos caudatus Kunth atau dikenal sebagai daun kenikir merupakan tanaman obat yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional di indonesia.
Kenikir dipercaya sebagai obat penurun suhu tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, mengobati diabetes, sebagai anti-aging dan menjaga kesehatan tulang.
Namun, data mutu simplisia yang terstandar masih terbatas.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisikokimia dan kandungan fitokimia daun kenikir berdasarkan Farmakope Herbal Indoneisa (FHI) 2017.
Metode : Menggunakan metode eksperimental dengan sampel berupa daun kenikir dan diolah menjadi simplisia melalui tahapan sortasi basah, pencucian, kemudian dilakukan sortasi kering dan dihaluskan.
Analisis dilakukan terhadap parameter standar simplisia yaitu parameter spesifik dan non-spesifik.
Hasil dan Pembahasan : Hasil menunjukan susut pengeringan (7,04%), abu total (16,16%), abu tidak larut asam (7,21%), sari larut air (23%) dan sari larut etanol (16,06%).
Uji fitokimia menunjukan adanya tanin, alkaloid, saponin dan triterpenoid namun, tidak terdeteksi senyawa alkaloid.
Kesimpulan : Hasil penelitian ini menekankan pentingnya penerapan proses standar yang lebih baik dalam pengolahan simplisia, agar kualitas bahan baku pada obat tradisional dapat memenuhi standar mutu dan aman digunakan.
Related Results
Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) as an ingredient in Pecel (Traditional Javanese Ethnic Salad): Potential and Bioactivity
Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) as an ingredient in Pecel (Traditional Javanese Ethnic Salad): Potential and Bioactivity
Kenikir (Cosmos caudatus) is a vegetable that has long been used by local communities in Indonesia, especially those living on the island of Java. The aim of the research is to exp...
Uji Efektivitas Sediaan Salep Ekstrak Daun Kenikir (Cosmos Caudatus Kunth) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Kelinci Jantan New Zealand White
Uji Efektivitas Sediaan Salep Ekstrak Daun Kenikir (Cosmos Caudatus Kunth) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Kelinci Jantan New Zealand White
Kenikir Leaf Extract (Cosmos Caudatus Kunth) is a medicinal plant that can be used to heal cut wounds. This research aims to determine the compound content in kenikir leaves, deter...
Potensi Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) Sebagai Imunostimulan pada Akuakultur: Kajian Literatur
Potensi Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) Sebagai Imunostimulan pada Akuakultur: Kajian Literatur
Intensifikasi akuakultur sering kali diikuti dengan peningkatan stres dan kerentanan organisme budidaya terhadap penyakit, sehingga penggunaan antibiotik sintetis menjadi praktik u...
Antibacterial Activity Of Kenikir Flower Fractions (Cosmos caudatus Kunth) Against The Bacteria Staphylococcus aureus
Antibacterial Activity Of Kenikir Flower Fractions (Cosmos caudatus Kunth) Against The Bacteria Staphylococcus aureus
Cosmos caudatus Kunth which is also known as kenikir is a traditional plant that is eaten as a vegetable and has medicinal properties. From previous studies it is known that keniki...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...
Effect Of Kenikir Leaves Extract On Gastric Histology Description Of Male White Rats Induced By Aspirin
Effect Of Kenikir Leaves Extract On Gastric Histology Description Of Male White Rats Induced By Aspirin
Using aspirin for long time make ulcer. Using traditional medicinal plants is alternative in treating gastric ulcers. This experiment aims to determine effect of kenikir leaves ext...
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kenikir (cosmos caudatus k.) terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kenikir (cosmos caudatus k.) terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes
Jerawat merupakan penyakit kulit yang disebabkan adanya infeksi bakteri, salah satunya bakteri Propionibacterium acnes yang menyerang 85% populasi dengan usia 11-30 tahun. Daun ken...
STANDARISASI MUTU SIMPLISIA KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.)
STANDARISASI MUTU SIMPLISIA KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.)
Standarisasi simplisia merupakan tahapan penting dalam pengembangan obat bahan alam dari tanaman, dilakukannya standarisasi diperlukan untuk menjamin aspek dari keamanan dan stabil...

