Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengembangan Kawasan Bawang Putih di Indonesia: Analisis Produksi, Konsumsi, dan Distribusi untuk Mendukung Swasembada Nasional

View through CrossRef
Bawang putih merupakan komoditas hortikultura strategis yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, produksi bawang putih domestik masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sehingga Indonesia masih bergantung pada impor dalam jumlah besar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi produksi, luas panen, produktivitas, konsumsi, dan distribusi bawang putih di Indonesia, mengidentifikasi kesenjangan pasokan serta peluang dan tantangan pengembangan kawasan, dan merumuskan strategi pengembangan kawasan untuk mendukung swasembada bawang putih nasional. Penelitian menggunakan metode deskriptif melalui studi literatur dan analisis data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi bawang putih nasional tahun 2025 mencapai 36,86 ribu ton dan terkonsentrasi di Jawa Tengah serta Nusa Tenggara Barat. Di sisi lain, konsumsi nasional mencapai 1.398,52 ribu ton sehingga terdapat kesenjangan pasokan sebesar 1.361,66 ribu ton dengan rasio swasembada hanya 2,64 persen. Sistem distribusi bawang putih juga masih didominasi pasokan impor dengan rantai pemasaran yang relatif panjang. Meskipun demikian, pengembangan kawasan bawang putih memiliki peluang besar yang didukung oleh tingginya permintaan pasar domestik, ketersediaan lahan potensial, dukungan kebijakan pemerintah, dan perkembangan teknologi budidaya. Tantangan utama meliputi keterbatasan benih bermutu, produktivitas yang belum optimal, akses pembiayaan yang terbatas, serta persaingan dengan produk impor. Oleh karena itu, strategi pengembangan kawasan perlu difokuskan pada penguatan sentra produksi, pengembangan sistem perbenihan, peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, pengembangan kemitraan usaha, dan efisiensi distribusi. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi domestik, mengurangi ketergantungan impor, dan mendukung pencapaian swasembada bawang putih nasional secara berkelanjutan.
Title: Pengembangan Kawasan Bawang Putih di Indonesia: Analisis Produksi, Konsumsi, dan Distribusi untuk Mendukung Swasembada Nasional
Description:
Bawang putih merupakan komoditas hortikultura strategis yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Namun, produksi bawang putih domestik masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sehingga Indonesia masih bergantung pada impor dalam jumlah besar.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi produksi, luas panen, produktivitas, konsumsi, dan distribusi bawang putih di Indonesia, mengidentifikasi kesenjangan pasokan serta peluang dan tantangan pengembangan kawasan, dan merumuskan strategi pengembangan kawasan untuk mendukung swasembada bawang putih nasional.
Penelitian menggunakan metode deskriptif melalui studi literatur dan analisis data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS).
Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi bawang putih nasional tahun 2025 mencapai 36,86 ribu ton dan terkonsentrasi di Jawa Tengah serta Nusa Tenggara Barat.
Di sisi lain, konsumsi nasional mencapai 1.
398,52 ribu ton sehingga terdapat kesenjangan pasokan sebesar 1.
361,66 ribu ton dengan rasio swasembada hanya 2,64 persen.
Sistem distribusi bawang putih juga masih didominasi pasokan impor dengan rantai pemasaran yang relatif panjang.
Meskipun demikian, pengembangan kawasan bawang putih memiliki peluang besar yang didukung oleh tingginya permintaan pasar domestik, ketersediaan lahan potensial, dukungan kebijakan pemerintah, dan perkembangan teknologi budidaya.
Tantangan utama meliputi keterbatasan benih bermutu, produktivitas yang belum optimal, akses pembiayaan yang terbatas, serta persaingan dengan produk impor.
Oleh karena itu, strategi pengembangan kawasan perlu difokuskan pada penguatan sentra produksi, pengembangan sistem perbenihan, peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, pengembangan kemitraan usaha, dan efisiensi distribusi.
Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi domestik, mengurangi ketergantungan impor, dan mendukung pencapaian swasembada bawang putih nasional secara berkelanjutan.

Related Results

Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum L.) Terhadap Penyembuhan Influenza dan Batuk
Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum L.) Terhadap Penyembuhan Influenza dan Batuk
Indonesia sebagai negara tropis memiliki berbagai ragam flora yang berpotensi besar untuk dikembangkan didalam dunia pengobatan. Pengobatan tradisional menggunakan tumbuh tumbuhan ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KAJIAN KEBIJAKAN DAGING SAPI DI INDONESIA UNTUK MENDUKUNG SWASEMBADA DAGING SAPI
KAJIAN KEBIJAKAN DAGING SAPI DI INDONESIA UNTUK MENDUKUNG SWASEMBADA DAGING SAPI
Pertambahan jumlah penduduk di Indonesia menjadi salah satu faktor pendorong pelaksanaan program swasembada daging sapi. Beberapa upaya dilakukan oleh pemerintah demi mencapai prog...
Pengolahan dan Pengembangan Bawang Putih (Allium sativum L.) Menjadi Bawang Hitam sebagai Agen Antiaterosklerosis
Pengolahan dan Pengembangan Bawang Putih (Allium sativum L.) Menjadi Bawang Hitam sebagai Agen Antiaterosklerosis
Aterosklerosis merupakan penyakit inflamasi kronis pada dinding arteri yang disebabkan oleh penumpukan lemak dan disfungsi endotel di dinding arteri sehingga menyebabkan penyempita...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...

Back to Top