Javascript must be enabled to continue!
Produksi Benih Botani Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kepulauan Bangka Belitung
View through CrossRef
Benih botani bawang merah dikenal sebagai True Shallot Seed (TSS), merupakan pengembangan baru untuk menjamin ketersediaan benih bawang merah dalam jangka panjang di Kepulauan Bangka Belitung. Selain mengkaji pengaruh vernalisasi dan giberelin (GA3) terhadap produksi TSS, penelitian ini juga bertujuan untuk mengembangkan prosedur operasi standar dasar produksi TSS bawang merah di Bangka Belitung. Penelitian ini dilakukan di Perkebunan milik Kelompok Tani Timur Makmur, Bangka Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor, konsentrasi giberelin yaitu 0, 50, 100, atau 200 ppm, merupakan faktor pertama, diikuti oleh waktu vernalisasi sebagai faktor kedua yaitu 0, 2, 4 minggu dengan ulangan sebanyak 4 kali. Data diolah dengan menggunakan uji F dan uji lanjut DMRT pada taraf α = 5%. Analisis terhadap berbagai penggunaan giberelin dan perlakuan vernalisasi menunjukkan bahwa baik bawang merah varietas Bima Brebes maupun Biru Lancor tidak berpengaruh terhadap tinggi, jumlah daun, atau jumlah anakan. Pada kedua varietas bawang merah, pengaruh perlakuan giberelin dan vernalisasi terhadap umur pembungaan, jumlah bunga per umbel, dan jumlah biji TSS per umbel tidak berpengaruh. Perlakuan vernalisasi pada bawang merah varietas Bima Brebes dapat memperlama umur berbunga pada varietas Bima Brebes. Giberelin dan vernalisasi tidak mampu menciptakan pembungaan pada varietas bawang merah Biru Lancor.
Title: Produksi Benih Botani Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kepulauan Bangka Belitung
Description:
Benih botani bawang merah dikenal sebagai True Shallot Seed (TSS), merupakan pengembangan baru untuk menjamin ketersediaan benih bawang merah dalam jangka panjang di Kepulauan Bangka Belitung.
Selain mengkaji pengaruh vernalisasi dan giberelin (GA3) terhadap produksi TSS, penelitian ini juga bertujuan untuk mengembangkan prosedur operasi standar dasar produksi TSS bawang merah di Bangka Belitung.
Penelitian ini dilakukan di Perkebunan milik Kelompok Tani Timur Makmur, Bangka Tengah.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor, konsentrasi giberelin yaitu 0, 50, 100, atau 200 ppm, merupakan faktor pertama, diikuti oleh waktu vernalisasi sebagai faktor kedua yaitu 0, 2, 4 minggu dengan ulangan sebanyak 4 kali.
Data diolah dengan menggunakan uji F dan uji lanjut DMRT pada taraf α = 5%.
Analisis terhadap berbagai penggunaan giberelin dan perlakuan vernalisasi menunjukkan bahwa baik bawang merah varietas Bima Brebes maupun Biru Lancor tidak berpengaruh terhadap tinggi, jumlah daun, atau jumlah anakan.
Pada kedua varietas bawang merah, pengaruh perlakuan giberelin dan vernalisasi terhadap umur pembungaan, jumlah bunga per umbel, dan jumlah biji TSS per umbel tidak berpengaruh.
Perlakuan vernalisasi pada bawang merah varietas Bima Brebes dapat memperlama umur berbunga pada varietas Bima Brebes.
Giberelin dan vernalisasi tidak mampu menciptakan pembungaan pada varietas bawang merah Biru Lancor.
Related Results
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
Perbanyakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, kendala yang dihadapi perbanyakan secara generatif yaitu adanya masa dormansi pada benih p...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...
REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
Pembebasan kembali investasi asing melalui UU No. 11/2021 (UU No. 2/2022, UU No. 6/2023) tentang Cipta Kerja mendorong industri benih tanaman pangan dan sayuran lebih kompetitif. S...
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah bumbu masak yang populer digunakan dalam berbagai masakan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi bawang...
Produksi Bawang Merah pada Musim Hujan dengan Aplikasi Rhizobakteria Pemacu Tumbuh Tanaman
Produksi Bawang Merah pada Musim Hujan dengan Aplikasi Rhizobakteria Pemacu Tumbuh Tanaman
ABSTRAK
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) termasuk tanaman hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi di Indonesia. Kebutuhan bawang merah terus meningkat, namun hasil produks...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Shallots are vegetable commodities that have long been superior and have been intensively cultivated by many farmers. They belong to the group of non-substituted spices that functi...

