Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penerapan Sanksi Adat Dalam Perkawinan Gamia Gamana di Desa Bayung Gede Kabupaten Bangli

View through CrossRef
Perkawinan dalam masyarakat adat tidak hanya dipandang sebagai hubungan pribadi antara individu, tetapi juga sebagai institusi sosial dan budaya yang diatur oleh norma serta nilai adat yang berlaku. Dalam hukum adat Bali, perkawinan Gamia Gamana, yaitu perkawinan yang terjadi antara pihak-pihak yang memiliki hubungan kekerabatan dekat dan dilarang secara adat, dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap nilai kesusilaan, keseimbangan sosial, dan tatanan kehidupan masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan sanksi adat terhadap perkawinan Gamia Gamana serta menganalisis dampaknya terhadap kedudukan sosial masyarakat yang melakukan perkawinan tersebut di Desa Bayung Gede, Kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan prajuru adat serta masyarakat terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sanksi adat dilakukan melalui kewenangan Prajuru Adat sebagai lembaga adat yang berperan menjaga ketertiban dan keseimbangan masyarakat. Sanksi yang diberikan meliputi pengucilan sosial, pembatasan keterlibatan dalam aktivitas adat, serta pelaksanaan upacara penyucian seperti Maprayascita sebagai bentuk pemulihan keseimbangan spiritual. Penerapan sanksi tersebut berdampak terhadap kedudukan sosial pelaku berupa menurunnya penerimaan dan kepercayaan masyarakat, meskipun pemulihan hubungan sosial masih dapat dilakukan apabila pelaku menerima keputusan adat dan memenuhi kewajiban yang ditetapkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sanksi adat dalam perkawinan Gamia Gamana tidak hanya berfungsi sebagai bentuk hukuman, tetapi juga sebagai mekanisme kontrol sosial, pelestarian nilai budaya, serta upaya memulihkan keharmonisan masyarakat adat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji penerapan sanksi adat dalam perspektif hak asasi manusia dan perubahan sosial masyarakat Bali modern.
Title: Penerapan Sanksi Adat Dalam Perkawinan Gamia Gamana di Desa Bayung Gede Kabupaten Bangli
Description:
Perkawinan dalam masyarakat adat tidak hanya dipandang sebagai hubungan pribadi antara individu, tetapi juga sebagai institusi sosial dan budaya yang diatur oleh norma serta nilai adat yang berlaku.
Dalam hukum adat Bali, perkawinan Gamia Gamana, yaitu perkawinan yang terjadi antara pihak-pihak yang memiliki hubungan kekerabatan dekat dan dilarang secara adat, dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap nilai kesusilaan, keseimbangan sosial, dan tatanan kehidupan masyarakat adat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan sanksi adat terhadap perkawinan Gamia Gamana serta menganalisis dampaknya terhadap kedudukan sosial masyarakat yang melakukan perkawinan tersebut di Desa Bayung Gede, Kabupaten Bangli.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis.
Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan prajuru adat serta masyarakat terkait.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sanksi adat dilakukan melalui kewenangan Prajuru Adat sebagai lembaga adat yang berperan menjaga ketertiban dan keseimbangan masyarakat.
Sanksi yang diberikan meliputi pengucilan sosial, pembatasan keterlibatan dalam aktivitas adat, serta pelaksanaan upacara penyucian seperti Maprayascita sebagai bentuk pemulihan keseimbangan spiritual.
Penerapan sanksi tersebut berdampak terhadap kedudukan sosial pelaku berupa menurunnya penerimaan dan kepercayaan masyarakat, meskipun pemulihan hubungan sosial masih dapat dilakukan apabila pelaku menerima keputusan adat dan memenuhi kewajiban yang ditetapkan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sanksi adat dalam perkawinan Gamia Gamana tidak hanya berfungsi sebagai bentuk hukuman, tetapi juga sebagai mekanisme kontrol sosial, pelestarian nilai budaya, serta upaya memulihkan keharmonisan masyarakat adat.
Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji penerapan sanksi adat dalam perspektif hak asasi manusia dan perubahan sosial masyarakat Bali modern.

Related Results

POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENDAMPINGAN KELUARGA BALITA UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA BAYUNG GEDE, KECAMATAN KINTAMANI, BALI
PENDAMPINGAN KELUARGA BALITA UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA BAYUNG GEDE, KECAMATAN KINTAMANI, BALI
ABSTRAK Stunting merupakan suatu kondisi balita yang mengalami hambatan dalam pertumbuhan akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai de...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
EFEKTIFITAS SANKSI ADAT SANGASKARA DANDA DI BANJAR TANGGAHAN TENGAH KABUPATEN BANGLI
EFEKTIFITAS SANKSI ADAT SANGASKARA DANDA DI BANJAR TANGGAHAN TENGAH KABUPATEN BANGLI
       Keberadaan  hukum adat terus  berkembang mengikuti perkembangan dalam masyarakat dan tradisiyang dimiliki masyarakatnya.  Dimana dengan Hukum adat yang  merupakan endapan ke...
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...

Back to Top