Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ARTIKEL REVIEW: PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK ALUMINA TERHADAP KEKUATAN TARIK MATERIAL KOMPOSIT

View through CrossRef
Material komposit berbasis alumina (Al₂O₃) menjadi salah satu fokus penting dalam pengembangan material teknik modern karena kemampuannya meningkatkan sifat mekanik, kekerasan, serta ketahanan aus pada berbagai jenis matriks logam maupun polimer. Penambahan partikel atau serbuk alumina berfungsi sebagai reinforcement yang memperkuat matriks, meningkatkan kekuatan tarik, serta memberikan kestabilan termal dan ketahanan korosi yang lebih baik dibandingkan material murni. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa variasi ukuran partikel, fraksi berat, dan metode fabrikasi (seperti stir casting, powder metallurgy, dan hand lay-up) berpengaruh besar terhadap kekuatan tarik maksimum material komposit. Nilai kekuatan tarik tertinggi tercatat pada komposit Al2014–Al₂O₃ sebesar ±270 MPa dengan ukuran partikel halus 8 µm dan fraksi berat 9 wt%. Sementara itu, komposit berbasis polimer seperti epoxy atau HDPE menunjukkan kekuatan tarik lebih rendah, yaitu berkisar antara 5–38 MPa. Secara umum, hasil kajian literatur menunjukkan bahwa penambahan serbuk alumina secara optimal dapat meningkatkan kekuatan tarik berbagai jenis komposit, terutama pada matriks logam. Faktor utama yang memengaruhi peningkatan tersebut meliputi ukuran partikel, homogenitas dispersi, serta interaksi antar-fase dalam material.  
Title: ARTIKEL REVIEW: PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK ALUMINA TERHADAP KEKUATAN TARIK MATERIAL KOMPOSIT
Description:
Material komposit berbasis alumina (Al₂O₃) menjadi salah satu fokus penting dalam pengembangan material teknik modern karena kemampuannya meningkatkan sifat mekanik, kekerasan, serta ketahanan aus pada berbagai jenis matriks logam maupun polimer.
Penambahan partikel atau serbuk alumina berfungsi sebagai reinforcement yang memperkuat matriks, meningkatkan kekuatan tarik, serta memberikan kestabilan termal dan ketahanan korosi yang lebih baik dibandingkan material murni.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa variasi ukuran partikel, fraksi berat, dan metode fabrikasi (seperti stir casting, powder metallurgy, dan hand lay-up) berpengaruh besar terhadap kekuatan tarik maksimum material komposit.
Nilai kekuatan tarik tertinggi tercatat pada komposit Al2014–Al₂O₃ sebesar ±270 MPa dengan ukuran partikel halus 8 µm dan fraksi berat 9 wt%.
Sementara itu, komposit berbasis polimer seperti epoxy atau HDPE menunjukkan kekuatan tarik lebih rendah, yaitu berkisar antara 5–38 MPa.
Secara umum, hasil kajian literatur menunjukkan bahwa penambahan serbuk alumina secara optimal dapat meningkatkan kekuatan tarik berbagai jenis komposit, terutama pada matriks logam.
Faktor utama yang memengaruhi peningkatan tersebut meliputi ukuran partikel, homogenitas dispersi, serta interaksi antar-fase dalam material.
 .

Related Results

ANALISA KOMPOSIT DIPERKUAT SERBUK SERABUT KELAPA BERMATRIK EPOXY TERHADAP KEKUATAN TARIK
ANALISA KOMPOSIT DIPERKUAT SERBUK SERABUT KELAPA BERMATRIK EPOXY TERHADAP KEKUATAN TARIK
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui nilai dan sifat mekanik uji tarik dan mengetahui karakteristik patahan specimen. Serbuk kelapa hijau yang digunakan harus dipis...
KUAT TARIK DAN LENTUR KOMPOSIT EPOKSI/SERAT BAMBU YANG DIBUAT DENGAN METODE HOT-PRESS
KUAT TARIK DAN LENTUR KOMPOSIT EPOKSI/SERAT BAMBU YANG DIBUAT DENGAN METODE HOT-PRESS
Salah satu kelemahan komposit yang dibuat secara manual dengan metode hand lay-up adalah masih banyaknya rongga udara didalam produk komposit yang dihasilkan. Salah satu metode men...
Pengaruh Ukuran Mesh Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Filamen Berpenguat Serbuk Kayu Jati
Pengaruh Ukuran Mesh Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Filamen Berpenguat Serbuk Kayu Jati
Komposit digunakan sebagai material alternatif dalam industri manufaktur seperti industri dirgantara menggantikan material logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kompo...
ANALISA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SERAT ALAM BERBAHAN PELEPAH LONTAR
ANALISA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SERAT ALAM BERBAHAN PELEPAH LONTAR
Serat alam banyak dikembangkan sebagai material komposit, Keunggulan serat dimanfaatkan sebagai reinforcement komposit, antara lain adalah ringan, kuat, ramah lingkungan, dan ekono...
Komposit Epoksi Diperkuat Serat Corypha Utan: Karakterisasi Morpologi, Kekuatan Tarik Dan kekuatan Lentur
Komposit Epoksi Diperkuat Serat Corypha Utan: Karakterisasi Morpologi, Kekuatan Tarik Dan kekuatan Lentur
Serat Corypha utan lamarck, yang kaya selulosa, murah, berlimpah memiliki potensi untuk penguatan pada komposit termoset. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sifat-sifat dar...
Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Saat ini penggunaan polimer di dunia industri semakin berkembang, salah satunya dengan dibentuk menjadi komposit polimer. Matriks yang dapat digunakan dalam pembuatan komposit sala...
Pemanfaatan Limbah Masker Nonmedis sebagai Bahan Baku Pembuatan Komposit dengan Matrik Resin Poliester
Pemanfaatan Limbah Masker Nonmedis sebagai Bahan Baku Pembuatan Komposit dengan Matrik Resin Poliester
Sejak 2019 di Wuhan, China mewabah virus corona virus desease (Covid-19). Hal ini tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan, tetapi masalah lingkungan dengan munculnya timbulan lim...

Back to Top