Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Information Transfer Technique Untuk Meningkatkan Listening Comprehension

View through CrossRef
Listening comprehension merupakan salah satu bagian ketrampilan penguasaan Bahasa Inggris yang harus dipertimbangkan keberadaanya terutama bagi pembelajaran penguasaan Bahasa Inggris pada prodi pendidikan Bahasa Inggris. Listening comprehension mempunyai peranan yang penting untuk penguasaan Bahasa Inggris. Pada pembelajaran mata kuliah listening comprehension 1 terdapat temuan permasalahan yang dihadapi mahasiswa yang berasal dari beberapa sekolah lanjutan yang berbeda. Diantara permasalahan tersebut adalah banyak dari mahasiswa yang mempunyai kosa kata yang masih lemah, kurangnya kemampuan untuk memahami cara pengucapan dan aksen kosa kata, serta sulit mengidentifikasi informasi atau pesan utama dan beberapa informasi yang berkaitan dengan topik materi yang mereka dengarkan. Hal tersebut menyebabkan prestasi tes listening comprehension masih  rendah. Judul Penelitian ini adalah Implementasi Information Transfer Technique Untuk Meningkatkan Listening Comprehension. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Information Transfer Technique pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami materi listening  comprehension. Peneliti memilih tehnik ini karena dalam kegiatan pembelajaran ini adanya bentuk transfer informasi yang mereka dengarkan ke dalam bentuk informasi yang berbeda dan sederhana dalam bentuk tulisan dengan melengkapi beberapa informasi yang tertera dalam tabel. Kegiatan meliputi tiga langkah antara lain pre-listening, whilts-listening dan post-listening Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. PTK tersebut dilaksanakan dalam 3 siklus untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan dengan diberikan perlakuan.Setiap Siklus diadakan refleksi dari hasil observasi implementasi perlakuan tersebut untuk mengetahui kemajuan dan permasalahan yang masih timbul. Selanjutnya perbaikan dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam siklus sebelumnya sehingga target keberhasilan dapat tercapai. Kriteria untuk menentukan bahwa penelitian dianggap berhasil, ketika 80% dari jumlah mahasiswa bisa memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 70 dan nilai rata-rata mahasiswa  minmal 80. Pengumpulkan data dilakukan dengan langkah-langkah PTK sebagai berikut : preliminary study, perencanaan, implementasi, observasi dan refleksi.Subjek penelitian adalah mahasiswa program pendidikan bahasa Inggris (angkatan 2015) STKIP PGRI Nganjuk yang terdiri dari 21 mahasiswa dengan  mata kuliah listening comprehension III .Pada langkah pre-listening mengimplementasikan Information Transfer Technique dengan memberi penjelasan tujuan dan memberi tugas, menunjukkan model audio dialog atau monolog, brainstorming tentang topik, membentuk kelompok parner diskusi yang terdiri 2 mahasiswa sebelum diskusi kelas, memberi worksheet tabel Information Transfer Technique. Pada whilst-listening, kegiatannya adalah : memutar audio dialog atau monolog sambil mahasiswa mengisi kata-kata atau frase pilihan sesuai petunjuk di tabel, setelah itu berdiskusi dengar parner dan kemudian berdiskusi kelas tentang kata-kata atau frase yang telah diisikan untuk menentukan ide utama topik materi, kemudian memutar audio lagi sambil mengecek kata-kata atau frase dan kemudian berdiskusi untuk menemukan informasi tertentu dan detail serta menyimpulkan, menanyakan ide mahasiswa dan kemudian mengecek dan mendiskusikan jawaban mereka. Post- listening dilaksanakan dengan mereview pada pengucapan, kosa kata, aksen, jenis kata, aturan tata bahasa dan menanyakan feedback  mahasiswa  serta menyimpulkan setiap pertemuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Information Transfer Technique dapat meningkatkan listening comprehension mahasiswa.Hal tersebut dapat dilihat dengan bertambahnya nilai listening comprehension dari preliminary study dan nilai setelah implementasi Information Transfer Technique pada pengajaran listening comprehension dalam tiga siklus. Pada preliminary menunjukkan nilai rata-rata yang semula 70 dan 48% mahasiswa memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 70, di siklus 1 sebanyak  52 % mahasiswa dengan nilai rata-rata 74, di siklus 2 sebanyak 71 % mahasiswa dengan nilai rata-rata 77 dan di siklus 3 sebanyak 86% mahasiswa dengan nilai rata-rata 82. Kenyataan ini ini menunjukkan bahwa kriteria keberhasilan tercapai. Selain peningkatan nilai mahasiswa dalam listening comprehnesnion, hasil ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa mempunyai respon positif dan mereka terlibat dalam pembelajaran listening comprehension melalui  Information Transfer Technique. Sebagai saran pada pengampu listening comprehension Bahasa Inggris untuk mengimplentasikan Information Transfer Technique. Teknik ini dapat digunakan pada kegiatan intensive dan ekstensive listening comprehension untuk memahami pesan yang mereka dengarkan. Pengampu listening comprehension seharusnya menyiapkan materi sesuai dengan tingkat dan karakteristik pembelajar karena hal tersebut dapat memotivasi dan menambah prestasi listening comprehension.Information Transfer Technique terbukti efektif dengan kelebihan bahwa berdasarkan transfer informasi sederhana sebagai petunjuk pemahaman topik materi pada ide utama, informasi tertentu dan informasi rinci.                                                       Dari hasil penelitian dapat membantu mahasiswa mengatasi permasalahan pada   listening   comprehension dan meningkatkan prestasi listening comprehension mereka dan memberikan bekal pengetahuan teknik tersebut serta melalui jurnal ilmiah sebagai referensi pengayaan model pembelajaran yang dapat menjawab permasalahan yang muncul pada pembelajaran  listening comprehension dan menjadi kajian pengembangan model pembelajaran penelitian berikutnya.
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Nganjuk
Title: Information Transfer Technique Untuk Meningkatkan Listening Comprehension
Description:
Listening comprehension merupakan salah satu bagian ketrampilan penguasaan Bahasa Inggris yang harus dipertimbangkan keberadaanya terutama bagi pembelajaran penguasaan Bahasa Inggris pada prodi pendidikan Bahasa Inggris.
Listening comprehension mempunyai peranan yang penting untuk penguasaan Bahasa Inggris.
Pada pembelajaran mata kuliah listening comprehension 1 terdapat temuan permasalahan yang dihadapi mahasiswa yang berasal dari beberapa sekolah lanjutan yang berbeda.
Diantara permasalahan tersebut adalah banyak dari mahasiswa yang mempunyai kosa kata yang masih lemah, kurangnya kemampuan untuk memahami cara pengucapan dan aksen kosa kata, serta sulit mengidentifikasi informasi atau pesan utama dan beberapa informasi yang berkaitan dengan topik materi yang mereka dengarkan.
Hal tersebut menyebabkan prestasi tes listening comprehension masih  rendah.
Judul Penelitian ini adalah Implementasi Information Transfer Technique Untuk Meningkatkan Listening Comprehension.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Information Transfer Technique pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami materi listening  comprehension.
Peneliti memilih tehnik ini karena dalam kegiatan pembelajaran ini adanya bentuk transfer informasi yang mereka dengarkan ke dalam bentuk informasi yang berbeda dan sederhana dalam bentuk tulisan dengan melengkapi beberapa informasi yang tertera dalam tabel.
Kegiatan meliputi tiga langkah antara lain pre-listening, whilts-listening dan post-listening Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas.
PTK tersebut dilaksanakan dalam 3 siklus untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan dengan diberikan perlakuan.
Setiap Siklus diadakan refleksi dari hasil observasi implementasi perlakuan tersebut untuk mengetahui kemajuan dan permasalahan yang masih timbul.
Selanjutnya perbaikan dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam siklus sebelumnya sehingga target keberhasilan dapat tercapai.
Kriteria untuk menentukan bahwa penelitian dianggap berhasil, ketika 80% dari jumlah mahasiswa bisa memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 70 dan nilai rata-rata mahasiswa  minmal 80.
Pengumpulkan data dilakukan dengan langkah-langkah PTK sebagai berikut : preliminary study, perencanaan, implementasi, observasi dan refleksi.
Subjek penelitian adalah mahasiswa program pendidikan bahasa Inggris (angkatan 2015) STKIP PGRI Nganjuk yang terdiri dari 21 mahasiswa dengan  mata kuliah listening comprehension III .
Pada langkah pre-listening mengimplementasikan Information Transfer Technique dengan memberi penjelasan tujuan dan memberi tugas, menunjukkan model audio dialog atau monolog, brainstorming tentang topik, membentuk kelompok parner diskusi yang terdiri 2 mahasiswa sebelum diskusi kelas, memberi worksheet tabel Information Transfer Technique.
Pada whilst-listening, kegiatannya adalah : memutar audio dialog atau monolog sambil mahasiswa mengisi kata-kata atau frase pilihan sesuai petunjuk di tabel, setelah itu berdiskusi dengar parner dan kemudian berdiskusi kelas tentang kata-kata atau frase yang telah diisikan untuk menentukan ide utama topik materi, kemudian memutar audio lagi sambil mengecek kata-kata atau frase dan kemudian berdiskusi untuk menemukan informasi tertentu dan detail serta menyimpulkan, menanyakan ide mahasiswa dan kemudian mengecek dan mendiskusikan jawaban mereka.
Post- listening dilaksanakan dengan mereview pada pengucapan, kosa kata, aksen, jenis kata, aturan tata bahasa dan menanyakan feedback  mahasiswa  serta menyimpulkan setiap pertemuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Information Transfer Technique dapat meningkatkan listening comprehension mahasiswa.
Hal tersebut dapat dilihat dengan bertambahnya nilai listening comprehension dari preliminary study dan nilai setelah implementasi Information Transfer Technique pada pengajaran listening comprehension dalam tiga siklus.
Pada preliminary menunjukkan nilai rata-rata yang semula 70 dan 48% mahasiswa memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 70, di siklus 1 sebanyak  52 % mahasiswa dengan nilai rata-rata 74, di siklus 2 sebanyak 71 % mahasiswa dengan nilai rata-rata 77 dan di siklus 3 sebanyak 86% mahasiswa dengan nilai rata-rata 82.
Kenyataan ini ini menunjukkan bahwa kriteria keberhasilan tercapai.
Selain peningkatan nilai mahasiswa dalam listening comprehnesnion, hasil ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa mempunyai respon positif dan mereka terlibat dalam pembelajaran listening comprehension melalui  Information Transfer Technique.
Sebagai saran pada pengampu listening comprehension Bahasa Inggris untuk mengimplentasikan Information Transfer Technique.
Teknik ini dapat digunakan pada kegiatan intensive dan ekstensive listening comprehension untuk memahami pesan yang mereka dengarkan.
Pengampu listening comprehension seharusnya menyiapkan materi sesuai dengan tingkat dan karakteristik pembelajar karena hal tersebut dapat memotivasi dan menambah prestasi listening comprehension.
Information Transfer Technique terbukti efektif dengan kelebihan bahwa berdasarkan transfer informasi sederhana sebagai petunjuk pemahaman topik materi pada ide utama, informasi tertentu dan informasi rinci.
                                                       Dari hasil penelitian dapat membantu mahasiswa mengatasi permasalahan pada   listening   comprehension dan meningkatkan prestasi listening comprehension mereka dan memberikan bekal pengetahuan teknik tersebut serta melalui jurnal ilmiah sebagai referensi pengayaan model pembelajaran yang dapat menjawab permasalahan yang muncul pada pembelajaran  listening comprehension dan menjadi kajian pengembangan model pembelajaran penelitian berikutnya.

Related Results

Transfer between listening comprehension and reading comprehension in English
Transfer between listening comprehension and reading comprehension in English
Purposes The purposes of this research were to find out if there was any transfer between listening comprehension and reading comprehension in English ; and to find out if there w...
AN ERROR ANALYSIS OF NON- ENGLISH STUDENTS DEPARTMENT IN ANSWERING LISTENING SECTION IN TOEFL
AN ERROR ANALYSIS OF NON- ENGLISH STUDENTS DEPARTMENT IN ANSWERING LISTENING SECTION IN TOEFL
Abstract Several universities in Indonesia apply the TOEFL test as one of the graduation requirements by considering the importance of mastering English for students, either ...
Foreign Language Listening Comprehension and Listening Anxiety
Foreign Language Listening Comprehension and Listening Anxiety
Listening comprehension plays a pivotal role in second language (L2) acquisition, but the process of listening is complex. L2 learners’ listening ability is influenced by both cogn...
THE STUDENTS’ PERFORMANCE IN LISTENING
THE STUDENTS’ PERFORMANCE IN LISTENING
This study aims to find out the effect of the listening supports on the students’ listening performance. The students under concern were the second-semester students taking the Eng...
Second Language Listening
Second Language Listening
Listening comprehension plays a key role in both first and second language acquisition, and although out of the four communication skills listening takes up more time than any of t...
Incidental Collocation Learning from Different Modes of Input and Factors That Affect Learning
Incidental Collocation Learning from Different Modes of Input and Factors That Affect Learning
Collocations, i.e., words that habitually co-occur in texts (e.g., strong coffee, heavy smoker), are ubiquitous in language and thus crucial for second/foreign language (L2) learne...
The Relationship Between Listening Strategy Performance and Critical Listening Ability of Indonesian Students
The Relationship Between Listening Strategy Performance and Critical Listening Ability of Indonesian Students
It is believed that students’ critical listening ability can be improved through proper listening strategy performance. This action research (Fraenkel Wallen, 2007) was conducted ...

Back to Top