Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Klasifikasi Berita Bahasa Indonesia dengan Recurrent Neural Network (RNN)

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model klasifikasi dokumen berita berbahasa Indonesia menggunakan Recurrent Neural Network (RNN). Dengan kemajuan teknologi informasi dalam satu dekade terakhir, media online telah menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat, yang mengakibatkan perlunya mekanisme yang efisien untuk mengelola dan mengklasifikasikan konten berita yang terus bertambah setiap hari. Teknologi pembelajaran mesin, khususnya RNN, menjadi sangat penting dalam mengklasifikasikan dokumen berita berbahasa Indonesia karena kemampuannya dalam mempelajari ketergantungan waktu pada data sekuensial. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi RNN dengan RNN dan juga melalui augmentasi data. Penelitian ini melibatkan beberapa tahapan utama, yaitu pengumpulan data melalui teknik scraping dari portal berita Kompas.com, preprocessing teks yang mencakup pembersihan, penyaringan, stemming, dan tokenisasi, augmentasi data menggunakan Back Translation, serta pelatihan model RNN. Augmentasi data dilakukan untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas dalam dataset dan meningkatkan akurasi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model RNN yang dilatih dengan augmentasi data menghasilkan peningkatan kinerja yang signifikan dibandingkan dengan metode konvensional seperti Naïve Bayes Classifier. Model RNN tanpa augmentasi mencapai akurasi 92%, sementara model RNN dengan augmentasi data mencapai akurasi 96%. Peningkatan ini juga terlihat pada metrik evaluasi lainnya seperti precision, recall, dan F1-Score
Title: Klasifikasi Berita Bahasa Indonesia dengan Recurrent Neural Network (RNN)
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model klasifikasi dokumen berita berbahasa Indonesia menggunakan Recurrent Neural Network (RNN).
Dengan kemajuan teknologi informasi dalam satu dekade terakhir, media online telah menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat, yang mengakibatkan perlunya mekanisme yang efisien untuk mengelola dan mengklasifikasikan konten berita yang terus bertambah setiap hari.
Teknologi pembelajaran mesin, khususnya RNN, menjadi sangat penting dalam mengklasifikasikan dokumen berita berbahasa Indonesia karena kemampuannya dalam mempelajari ketergantungan waktu pada data sekuensial.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi RNN dengan RNN dan juga melalui augmentasi data.
Penelitian ini melibatkan beberapa tahapan utama, yaitu pengumpulan data melalui teknik scraping dari portal berita Kompas.
com, preprocessing teks yang mencakup pembersihan, penyaringan, stemming, dan tokenisasi, augmentasi data menggunakan Back Translation, serta pelatihan model RNN.
Augmentasi data dilakukan untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas dalam dataset dan meningkatkan akurasi model.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model RNN yang dilatih dengan augmentasi data menghasilkan peningkatan kinerja yang signifikan dibandingkan dengan metode konvensional seperti Naïve Bayes Classifier.
Model RNN tanpa augmentasi mencapai akurasi 92%, sementara model RNN dengan augmentasi data mencapai akurasi 96%.
Peningkatan ini juga terlihat pada metrik evaluasi lainnya seperti precision, recall, dan F1-Score.

Related Results

Implementasi Algoritma Naïve Bayes Clasifier untuk Mengelompokkan Naskah Berita Pendidikan dan berita Covid-19
Implementasi Algoritma Naïve Bayes Clasifier untuk Mengelompokkan Naskah Berita Pendidikan dan berita Covid-19
Seiring dengan perkembangan jaman, banyak lembaga penyaluran informasi yang pada awalnya menyampaikan berita melalui media cetak atau media elektronik, seperti koran dan televisi, ...
Energy-efficient architectures for recurrent neural networks
Energy-efficient architectures for recurrent neural networks
Deep Learning algorithms have been remarkably successful in applications such as Automatic Speech Recognition and Machine Translation. Thus, these kinds of applications are ubiquit...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Klasifikasi Berita Indonesia Menggunakan Naïve Bayes dengan Porter Stemmer
Klasifikasi Berita Indonesia Menggunakan Naïve Bayes dengan Porter Stemmer
Pertumbuhan media online yang semakin banyak membuktikankan bahwa pembaca berita lebih tertarik untuk membaca secara online, dikarenakan berita dapat diupdate setiap saat dan kapan...
PERSPEKTIF AKULTURASI NILAI BILINGUALISME BAHASA DI SITUBONDO
PERSPEKTIF AKULTURASI NILAI BILINGUALISME BAHASA DI SITUBONDO
Abstrak, Indonesia sebagai sebuah bangsa memiliki keragaman budaya dan bahasa yang sangat tinggi. Tingkat kemajemukan yang sangat tinggi ini tercermin dalamjumlahbahasa daerah yang...
Persepsi Mahasiswa Terhadap Berita Pada Website APTISI
Persepsi Mahasiswa Terhadap Berita Pada Website APTISI
Mahasiswa pasti mengenal adanya portal berita. Sebagian besar membaca atau menyimak berita hanya karena mereka tertarik dengan judul atau topik yang sedang tenar. Terlebih untuk be...
Tanggung Jawab Media kepada Masyarakat Pada Pemberitaan Kasus Ledakan Bom Di Hotel J.W Marriot Dan Ritz Carlton
Tanggung Jawab Media kepada Masyarakat Pada Pemberitaan Kasus Ledakan Bom Di Hotel J.W Marriot Dan Ritz Carlton
17 Juli 2009 Indonesia diguncang oleh ledakan bom yang terjadi di Ritz Carlton dan JW Marriott. Ledakan bom yang terjadi sehari sebelum tim Manchester United menginap di Hotel Ritz...
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik seperti ...

Back to Top