Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Resiliensi sebagai Moderator antara Perundungan dan Kesejahteraan Subjektif pada Siswa SMP

View through CrossRef
Abstract. Bullying negatively affects the subjective well-being of junior high school students. This study examines the moderating role of resilience in the relationship between bullying and subjective well-being among students in Bandung City. Resilience refers to the ability to utilize psychological, social, cultural, and physical resources to maintain well-being and adapt to adversity. A total of 254 students from various junior high schools were selected through stratified cluster random sampling. This research employed a quantitative cross-sectional survey, utilizing instruments such as the School Bullying scale, CW-SWBS5, and CYRM-R Plus Spirituality and Religiosity. Data analysis involved descriptive statistics, compare means, and ANOVA. Findings revealed that students who experienced bullying had significantly lower subjective well-being (M = 63.91; SD = 28.52) at (p < .01), falling below the 75-point benchmark from Cummins' theory. Furthermore, resilience significantly moderated the bullying-subjective well-being relationship, particularly in spirituality (p = .023) and religiosity (p = .021). These results suggest that resilience, especially in spiritual and religious aspects, may help mitigate the adverse effects of bullying on students' well-being.Abstrak. Perundungan berdampak negatif terhadap kesejahteraan subjektif siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini meneliti peran moderasi resiliensi dalam hubungan antara perundungan dan kesejahteraan subjektif di kalangan siswa di Kota Bandung. Resiliensi didefinisikan sebagai kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya psikologis, sosial, budaya, dan fisik guna mempertahankan kesejahteraan serta beradaptasi terhadap kesulitan. Sebanyak 254 siswa dari berbagai sekolah menengah pertama dipilih melalui stratified cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan desain survei kuantitatif cross-sectional dengan instrumen seperti School Bullying, CW-SWBS5, dan CYRM-R Plus Spirituality and Religiosity. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, compare means, dan ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa siswa yang mengalami perundungan memiliki kesejahteraan subjektif yang secara signifikan lebih rendah (M = 63,91; SD = 28,52) pada (p < .01), berada di bawah ambang batas 75 berdasarkan teori Cummins. Selain itu, resiliensi terbukti berperan sebagai moderator yang signifikan dalam hubungan antara perundungan dan kesejahteraan subjektif, terutama dalam aspek spiritualitas (p = .023) dan religiositas (p = .021). Temuan ini menunjukkan bahwa resiliensi, khususnya dalam aspek spiritual dan religius, dapat membantu mengurangi dampak negatif perundungan terhadap kesejahteraan siswa.
Title: Resiliensi sebagai Moderator antara Perundungan dan Kesejahteraan Subjektif pada Siswa SMP
Description:
Abstract.
Bullying negatively affects the subjective well-being of junior high school students.
This study examines the moderating role of resilience in the relationship between bullying and subjective well-being among students in Bandung City.
Resilience refers to the ability to utilize psychological, social, cultural, and physical resources to maintain well-being and adapt to adversity.
A total of 254 students from various junior high schools were selected through stratified cluster random sampling.
This research employed a quantitative cross-sectional survey, utilizing instruments such as the School Bullying scale, CW-SWBS5, and CYRM-R Plus Spirituality and Religiosity.
Data analysis involved descriptive statistics, compare means, and ANOVA.
Findings revealed that students who experienced bullying had significantly lower subjective well-being (M = 63.
91; SD = 28.
52) at (p < .
01), falling below the 75-point benchmark from Cummins' theory.
Furthermore, resilience significantly moderated the bullying-subjective well-being relationship, particularly in spirituality (p = .
023) and religiosity (p = .
021).
These results suggest that resilience, especially in spiritual and religious aspects, may help mitigate the adverse effects of bullying on students' well-being.
Abstrak.
Perundungan berdampak negatif terhadap kesejahteraan subjektif siswa sekolah menengah pertama.
Penelitian ini meneliti peran moderasi resiliensi dalam hubungan antara perundungan dan kesejahteraan subjektif di kalangan siswa di Kota Bandung.
Resiliensi didefinisikan sebagai kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya psikologis, sosial, budaya, dan fisik guna mempertahankan kesejahteraan serta beradaptasi terhadap kesulitan.
Sebanyak 254 siswa dari berbagai sekolah menengah pertama dipilih melalui stratified cluster random sampling.
Penelitian ini menggunakan desain survei kuantitatif cross-sectional dengan instrumen seperti School Bullying, CW-SWBS5, dan CYRM-R Plus Spirituality and Religiosity.
Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, compare means, dan ANOVA.
Hasil menunjukkan bahwa siswa yang mengalami perundungan memiliki kesejahteraan subjektif yang secara signifikan lebih rendah (M = 63,91; SD = 28,52) pada (p < .
01), berada di bawah ambang batas 75 berdasarkan teori Cummins.
Selain itu, resiliensi terbukti berperan sebagai moderator yang signifikan dalam hubungan antara perundungan dan kesejahteraan subjektif, terutama dalam aspek spiritualitas (p = .
023) dan religiositas (p = .
021).
Temuan ini menunjukkan bahwa resiliensi, khususnya dalam aspek spiritual dan religius, dapat membantu mengurangi dampak negatif perundungan terhadap kesejahteraan siswa.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Perundungan pada Siswa SMP, Dinamika Kontrol Diri dan Konsep Diri: Faktor, Dampak dan Usaha Penanggulangan
Perundungan pada Siswa SMP, Dinamika Kontrol Diri dan Konsep Diri: Faktor, Dampak dan Usaha Penanggulangan
Perundungan masih sering terjadi di Sekolah. Sayangnya, gambaran perilaku tersebut masih perlu dieksplorasi lebih jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psikologi...
SOLUSI PENCEGAHAN TINDAKAN PERUNDUNGAN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN TANGERANG
SOLUSI PENCEGAHAN TINDAKAN PERUNDUNGAN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN TANGERANG
Bullying is a series of aggressive acts or negative behaviors carried out by one individual or a group of individuals against another person who is weaker or less powerful repeated...
INTERVENSI PSIKOLOGIS UNTUK MENGATASI BULLYING DI DUSUN TEGAL BEDUG, TAMANSARI, LELEA, INDRAMAYU, JAWA BARAT
INTERVENSI PSIKOLOGIS UNTUK MENGATASI BULLYING DI DUSUN TEGAL BEDUG, TAMANSARI, LELEA, INDRAMAYU, JAWA BARAT
Bullying is behavior that is carried out by a person or group of people with the aim of hurting the heart, feelings, orphysically of another person. Bullying can be done by anyone ...
Membangun Lingkungan Sekolah Aman : Upaya Stop Perundungan Di SD 027 Labuang
Membangun Lingkungan Sekolah Aman : Upaya Stop Perundungan Di SD 027 Labuang
Perundunganatau bullying di sekolah masih menjadi masalah yang signifikan dan berdampak pada perkembangan fisik, emosional, serta akademik siswa. Hal ini memerlukan perhatian seriu...
Edukasi pencegahan tindak perundungan (bullying) pada siswa sekolah dasar
Edukasi pencegahan tindak perundungan (bullying) pada siswa sekolah dasar
Penggunaan kekuatan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang secara verbal, fisik, atau psikologis dikenal sebagai perundungan. Perundungan sendiri dapat menyebabkan ganggua...
APA CARA-CARA TERBAIK MENCEGAH PERUNDUNGAN DI SEKOLAH
APA CARA-CARA TERBAIK MENCEGAH PERUNDUNGAN DI SEKOLAH
Semua 50 negara bagian di Amerika Serikat mewajibkan sekolah untuk memiliki kebijakan pencegahan perundungan. Tetapi kebijakan itu sendiri belumlah cukup. Meskipun ada kewajiban it...

Back to Top