Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGOLAHAN GONDORUKEM MENJADI BAHAN PENDARIHAN SEBAGAI ADITIF PADA PEMBUATAN KERTAS

View through CrossRef
Gondorukem (Resina colophium) is produced by steam distillation of pine resin (oleoresin). It is yellow-brown solid containing mainly tricyclic alkyl organic acids (abietat acid and pimarate acid). The two acids have ampliphilic characteristics due to their hydrophobic carboxyl tail and hydrophilic tricyclic molecules. The purpose of this research was to prepare emulsion rosin as a sizing agent. Two types of gondorukem (WW and X grades) were saponified by adding a sodium hydroxide solution at a temperature below 100oC. For improving the quality of saponified rosins, the rosins were fortified by adding some maleic anhydride. Some tests were conducted to measure saponified and acidic numbers of a known rosin grade. The tests show that the acidic and saponified numbers of an X grade rosin were 179.92 and 199.74, respectively. Those of a WW grade were 176.58 and 195.84 for acidic and saponified numbers, respectively. Therefore, it can be concluded that the X grade gondorukem has a better quality as a rosin sizing agent than the WW grade.Keywords: gondorukem, saponification, sizing agent, fortified rosin  ABSTRAK Gondorukem (Resina colophium) adalah hasil olahan destilasi uap dari getah sadapan pada batang pinus (oleoresin). Gondorukem berbentuk padatan berwarna kuning kecoklatan dengan komponen kimia utamanya terdiri dari asam organik alkyl tricyclic tak jenuh yaitu asam abietat dan asam pimarat. Kedua molekul asam ini memiliki sifat amfipatik yaitu mempunyai gugus karboksil yang bersifat hidrofilik dan molekul tricyclic yang hidrofobik. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan darih rosin emulsi dari gondorukem serbuk sebagai aditif pada pembuatan kertas. Gondorukem dengan kualitas WW dan X dilakukan reaksi saponifikasi menggunakan soda pada suhu di bawah 100oC. Peningkatan kualitas dari rosin tersabunkan yang terbentuk dilakukan dengan reaksi fortifikasi menjadi rosin terfortifikasi dengan penambahan senyawa anhidrida maleat. Parameter uji berupa bilangan penyabunan dan bilangan asam dilakukan untuk mengetahui kualitas darih rosin yang terbentuk. Dari penelitian ini didapatkan bilangan asam dan penyabunan kualitas X adalah 179,92 dan 199,74 sedangkan untuk kualitas WW 176,58 dan 195,84. Dengan hasil pengujian kualitas bahan baku gondorukem X mempunyai kualitas yang lebih baik untuk dijadikan darih rosin pada kertas dibandingkan dengan WW.Kata kunci: gondorukem, saponifikasi, bahan pendarihan, rosin terfortifikasi
Title: PENGOLAHAN GONDORUKEM MENJADI BAHAN PENDARIHAN SEBAGAI ADITIF PADA PEMBUATAN KERTAS
Description:
Gondorukem (Resina colophium) is produced by steam distillation of pine resin (oleoresin).
It is yellow-brown solid containing mainly tricyclic alkyl organic acids (abietat acid and pimarate acid).
The two acids have ampliphilic characteristics due to their hydrophobic carboxyl tail and hydrophilic tricyclic molecules.
The purpose of this research was to prepare emulsion rosin as a sizing agent.
Two types of gondorukem (WW and X grades) were saponified by adding a sodium hydroxide solution at a temperature below 100oC.
For improving the quality of saponified rosins, the rosins were fortified by adding some maleic anhydride.
Some tests were conducted to measure saponified and acidic numbers of a known rosin grade.
The tests show that the acidic and saponified numbers of an X grade rosin were 179.
92 and 199.
74, respectively.
Those of a WW grade were 176.
58 and 195.
84 for acidic and saponified numbers, respectively.
Therefore, it can be concluded that the X grade gondorukem has a better quality as a rosin sizing agent than the WW grade.
Keywords: gondorukem, saponification, sizing agent, fortified rosin  ABSTRAK Gondorukem (Resina colophium) adalah hasil olahan destilasi uap dari getah sadapan pada batang pinus (oleoresin).
Gondorukem berbentuk padatan berwarna kuning kecoklatan dengan komponen kimia utamanya terdiri dari asam organik alkyl tricyclic tak jenuh yaitu asam abietat dan asam pimarat.
Kedua molekul asam ini memiliki sifat amfipatik yaitu mempunyai gugus karboksil yang bersifat hidrofilik dan molekul tricyclic yang hidrofobik.
Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan darih rosin emulsi dari gondorukem serbuk sebagai aditif pada pembuatan kertas.
Gondorukem dengan kualitas WW dan X dilakukan reaksi saponifikasi menggunakan soda pada suhu di bawah 100oC.
Peningkatan kualitas dari rosin tersabunkan yang terbentuk dilakukan dengan reaksi fortifikasi menjadi rosin terfortifikasi dengan penambahan senyawa anhidrida maleat.
Parameter uji berupa bilangan penyabunan dan bilangan asam dilakukan untuk mengetahui kualitas darih rosin yang terbentuk.
Dari penelitian ini didapatkan bilangan asam dan penyabunan kualitas X adalah 179,92 dan 199,74 sedangkan untuk kualitas WW 176,58 dan 195,84.
Dengan hasil pengujian kualitas bahan baku gondorukem X mempunyai kualitas yang lebih baik untuk dijadikan darih rosin pada kertas dibandingkan dengan WW.
Kata kunci: gondorukem, saponifikasi, bahan pendarihan, rosin terfortifikasi.

Related Results

PEMANFAATAN PEWARNA ALAMI DALAM PRODUKSI KERTAS DAUR ULANG DI BANK SAMPAH SRAYAN MAKARYA
PEMANFAATAN PEWARNA ALAMI DALAM PRODUKSI KERTAS DAUR ULANG DI BANK SAMPAH SRAYAN MAKARYA
Bank Sampah (BS) Srayan Makarya beroperasi dengan menerima sampah atau mengambil sampah dari anggotanya. Limbah kertas tergolong tinggi karena kertas merupakan bahan yang sangat um...
EFEK PENAMBAHAN ADITIF OKSIGENAT KEDALAM BAHAN BAKAR DIESEL PADA PRESTASI MESIN
EFEK PENAMBAHAN ADITIF OKSIGENAT KEDALAM BAHAN BAKAR DIESEL PADA PRESTASI MESIN
Pada saat sekarang ini pencarian bahan bakar ramah lingkungan difokuskan dengan menggunakan aditif berbahan dasar alami. Masalah tersebut penting karena kekurangan bahan bakar fosi...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
EVALUASI TEKNIK PEMUTIHAN DALAM RESTORASI KERTAS ARSIP
EVALUASI TEKNIK PEMUTIHAN DALAM RESTORASI KERTAS ARSIP
The objective of this research is to study the effects of bleaching on paper archives so the possibilities of bleaching techniques used in the restoration of archives will be known...
Kinetika Fotodegradasi-UV PVC Beraditif Benzophenon
Kinetika Fotodegradasi-UV PVC Beraditif Benzophenon
Telah diteliti kinetika fotodegradasi-UV pada PVC dengan penambahan aditif benzophenon. Film PVC dibuat dengan metode penguapan pelarut. Aditif benzophenon sebanyak 0,5% ditambahka...
PENYULUHAN ZAT ADITIF BERBAHAYA PADA MAKANAN DI MTS DAN MA MINHAJUL AMILIN DESA SUNGAI ASAM
PENYULUHAN ZAT ADITIF BERBAHAYA PADA MAKANAN DI MTS DAN MA MINHAJUL AMILIN DESA SUNGAI ASAM
Kegiatan ini dilakukan dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bahayanya zat aditif pada makanan, khususnya tingkat SMA dan SMP di desa sungai asam. Berdasark...
Perilaku Beton Porous Dengan Penambahan Zat Aditif Superplastizer (Sika Viscocrete)
Perilaku Beton Porous Dengan Penambahan Zat Aditif Superplastizer (Sika Viscocrete)
ABSTRACT According to ACI 522R-10, Larvious Concrete, or Pervious Concrete is defined as concrete that has a slump value almost close to zero, which is formed from Portland cement,...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top