Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Persiapan Fisik Pendakian Gunung Ijen Dan Gunung Ranti Di Kabupaten Banyuwangi

View through CrossRef
Gunung ijen merupakan gunung merapi aktif yang terletak dalam 2 wilayah yaitu kabupaten banyuwangi dan kabupaten bondowoso. Sedangkan gunung ranti adventure yang terletak 50 meter sebelum paltuding apabila ditembuh dari arah banyuwangi. Gunung ijen meliki ketinggian 2386 mdpl dengan medan pendakiannya yang sudah dibuat lebar dengan panjang rute 3,4 Km. Gunung ranti merupakan sebuah gunung dengan ketinggian 2600 mdpl memiliki medan pendakian setapak dan berpasir dengan panjang rute 3.5 km. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. dengan teknik pengambilan datanya menggunkan non-probality sampling berupa (accidental sampling) Teknik pengumpulan datanya berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 79 % dan 69,23% responden yang mendaki gunung ijen dan ranti melakukan persiapan fisik berupa aktifitas fsik, 68% dan 53,84% responden melakukan persiapan fisik dengan intensitas latian, 79% dan 88,46% responden melakukan persiapan berupa latihan daya tahan aerobik, 57% responden di ijen tinkat kesadaran diri akan latihan fisik anaerobiknya rendah dan 53,84% responden diranti terdapat persiapan fisik berupa latihan daya tahan anaerobik. hal ini juga menunjukkan persiapan fisik yang sesuai pada pendakian gunun ijen diantaranya adalah latihan fisik aerobik karena sesuai dengan topografi medan pendakian yang lebar dan asab belerang. Dan pada pendakian gunung ranti persipan yang cocok berupa latihan fisik aerobik dan anaerobik.
Title: Analisis Persiapan Fisik Pendakian Gunung Ijen Dan Gunung Ranti Di Kabupaten Banyuwangi
Description:
Gunung ijen merupakan gunung merapi aktif yang terletak dalam 2 wilayah yaitu kabupaten banyuwangi dan kabupaten bondowoso.
Sedangkan gunung ranti adventure yang terletak 50 meter sebelum paltuding apabila ditembuh dari arah banyuwangi.
Gunung ijen meliki ketinggian 2386 mdpl dengan medan pendakiannya yang sudah dibuat lebar dengan panjang rute 3,4 Km.
Gunung ranti merupakan sebuah gunung dengan ketinggian 2600 mdpl memiliki medan pendakian setapak dan berpasir dengan panjang rute 3.
5 km.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.
dengan teknik pengambilan datanya menggunkan non-probality sampling berupa (accidental sampling) Teknik pengumpulan datanya berupa kuesioner.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 79 % dan 69,23% responden yang mendaki gunung ijen dan ranti melakukan persiapan fisik berupa aktifitas fsik, 68% dan 53,84% responden melakukan persiapan fisik dengan intensitas latian, 79% dan 88,46% responden melakukan persiapan berupa latihan daya tahan aerobik, 57% responden di ijen tinkat kesadaran diri akan latihan fisik anaerobiknya rendah dan 53,84% responden diranti terdapat persiapan fisik berupa latihan daya tahan anaerobik.
hal ini juga menunjukkan persiapan fisik yang sesuai pada pendakian gunun ijen diantaranya adalah latihan fisik aerobik karena sesuai dengan topografi medan pendakian yang lebar dan asab belerang.
Dan pada pendakian gunung ranti persipan yang cocok berupa latihan fisik aerobik dan anaerobik.

Related Results

Sosialisasi Pengembangan Peta Jalur Pendakian Gunung Gamalama
Sosialisasi Pengembangan Peta Jalur Pendakian Gunung Gamalama
Kota Ternate merupakan Kota yang berada di Gunung Gamalama, memiliki beragam potensi alam salah satunya adalah kawasan ekowisata pendakian Gunung Gamalama. Peta pendakian dengan in...
Penentuan Awal Waktu Sholat Di Jalur Pendakian Kawah Ijen Banyuwangi
Penentuan Awal Waktu Sholat Di Jalur Pendakian Kawah Ijen Banyuwangi
Menunaikan salat adalah kewajiban bagi setiap muslim, tanpa memandang kondisi kesehatan atau situasi tempat, termasuk saat berada dalam pendakian. Bagi pendaki yang sehat, melaksan...
IDENTIFIKASI TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI KAWASAN IJEN BANYUWANGI
IDENTIFIKASI TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI KAWASAN IJEN BANYUWANGI
Kawasan ijen merupakan daerah pegunungan yang memiliki luas wilayah sekitar 2.560 Ha, termasuk hutan wisata seluas 92 Ha dan memiliki ketinggian hingga mencapai 2.799 mdpl, Kawasan...
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
Pembentukan citra partai dalam kajian ini diambil pada studi kasus penelitian Strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh Partai dan calon legislatif dalam menjelang  kontestas...
ANALISIS DEFORMASI GUNUNG SINABUNG BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS PERIODE 2017-2018
ANALISIS DEFORMASI GUNUNG SINABUNG BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS PERIODE 2017-2018
Gunung Sinabung merupakan salah satu gunung api aktif yang ada di Indonesia yang terletak di provinsi Sumatera Utara. Gunung Sinabung tercatat tidak pernah meletus sejak tahun 1600...
Efisiensi Penyerbukan oleh Penyerbuk Liar dan Lebah Tetragonula laeviceps pada Bunga Ranti dan Kacang Panjang
Efisiensi Penyerbukan oleh Penyerbuk Liar dan Lebah Tetragonula laeviceps pada Bunga Ranti dan Kacang Panjang
Penyerbukan serangga merupakan salah satu upaya peningkatan efisiensi produksi tanaman berbuah pada lahan terbatas. Penelitian bertujuan mengamati aktivitas dan efisiensi penyerbuk...
Kawah Ijen sebagai Geowisata Edukatif dan Berkelanjutan
Kawah Ijen sebagai Geowisata Edukatif dan Berkelanjutan
Ijen Crater is one of the leading geotourism destinations in Indonesia that combines rare natural phenomena, unique geology, and local educational and cultural values. This study a...
KARAKTERISTIK PETANI PADI PROVINSI RIAU : ANALISIS CLUSTER DAN BIPLOT
KARAKTERISTIK PETANI PADI PROVINSI RIAU : ANALISIS CLUSTER DAN BIPLOT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik profil petani padi pengguna pupuk subsidi dengan analisis cluster dan biplot. Dengan mengetahui kluster karakteristik ini ...

Back to Top