Javascript must be enabled to continue!
Analisis Penerapan Transfer Pricing (Harga Transfer) pada PT Indonesia Power
View through CrossRef
Penelitian ini membahas penerapan transfer pricing (harga transfer) pada PT Indonesia Power dengan menitikberatkan pada konsep harga transfer negosiasi, khususnya dalam penetapan komponen biaya transfer serta peluang dan kendala pengembangannya. Transfer pricing memiliki peran strategis dalam penentuan harga energi listrik yang ditransfer kepada PT PLN (Persero), mengingat transaksi tersebut terjadi dalam satu kelompok usaha antara perusahaan induk dan anak perusahaan sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan transaksi bisnis murni. Penelitian ini mengkaji penerapan pusat pertanggungjawaban di PT Indonesia Power, mekanisme penetapan dan penerapan sistem transfer pricing, serta dampak pemilihan metode transfer pricing terhadap kinerja perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga menelaah sejauh mana sistem transfer pricing mampu mendorong unit pembangkitan dalam menjaga tingkat ketersediaan instalasi tenaga listrik dan meningkatkan akurasi pengukuran energi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus, dengan data yang diperoleh melalui penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Indonesia Power memperlakukan setiap unit pelapor sebagai pusat biaya untuk menilai kinerja manajerial. Penerapan mekanisme transfer pricing digunakan sebagai alat pengukuran optimalisasi operasi unit pembangkitan dengan mempertimbangkan kendala teknis sistem pasokan tenaga listrik. Namun demikian, sistem penetapan harga transfer yang diterapkan dinilai belum sepenuhnya efektif sebagai sinyal pengambilan keputusan manajerial dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan dan operasional perusahaan secara simultan.
This study examines the implementation of transfer pricing at PT Indonesia Power by focusing on the concept of negotiated transfer pricing, particularly in the determination of transfer cost components as well as the opportunities and constraints for its development. Transfer pricing plays a strategic role in determining the price of electrical energy transferred to PT PLN (Persero), considering that such transactions occur within a business group between a holding company and its subsidiary and therefore do not fully represent arm’s length transactions. This study analyzes the application of responsibility centers at PT Indonesia Power, the determination and implementation of the transfer pricing system, and the impact of transfer pricing method selection on corporate performance. In addition, it explores the extent to which the transfer pricing system encourages power generation units to maintain the availability of electricity generation facilities and to improve the accuracy of energy measurement. The research employs a descriptive analytical method with a case study approach, using data obtained from field research and literature review. The findings indicate that PT Indonesia Power treats each reporting unit as a cost center for the purpose of evaluating managerial performance. The transfer pricing mechanism is applied as a tool to measure the optimization of power plant operations while considering technical constraints within the electricity supply system. However, the transfer pricing system implemented is considered insufficient as a managerial decision signal for simultaneously improving the company’s financial and operational performance.
Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat - LITPAM
Title: Analisis Penerapan Transfer Pricing (Harga Transfer) pada PT Indonesia Power
Description:
Penelitian ini membahas penerapan transfer pricing (harga transfer) pada PT Indonesia Power dengan menitikberatkan pada konsep harga transfer negosiasi, khususnya dalam penetapan komponen biaya transfer serta peluang dan kendala pengembangannya.
Transfer pricing memiliki peran strategis dalam penentuan harga energi listrik yang ditransfer kepada PT PLN (Persero), mengingat transaksi tersebut terjadi dalam satu kelompok usaha antara perusahaan induk dan anak perusahaan sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan transaksi bisnis murni.
Penelitian ini mengkaji penerapan pusat pertanggungjawaban di PT Indonesia Power, mekanisme penetapan dan penerapan sistem transfer pricing, serta dampak pemilihan metode transfer pricing terhadap kinerja perusahaan.
Selain itu, penelitian ini juga menelaah sejauh mana sistem transfer pricing mampu mendorong unit pembangkitan dalam menjaga tingkat ketersediaan instalasi tenaga listrik dan meningkatkan akurasi pengukuran energi.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus, dengan data yang diperoleh melalui penelitian lapangan dan studi kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Indonesia Power memperlakukan setiap unit pelapor sebagai pusat biaya untuk menilai kinerja manajerial.
Penerapan mekanisme transfer pricing digunakan sebagai alat pengukuran optimalisasi operasi unit pembangkitan dengan mempertimbangkan kendala teknis sistem pasokan tenaga listrik.
Namun demikian, sistem penetapan harga transfer yang diterapkan dinilai belum sepenuhnya efektif sebagai sinyal pengambilan keputusan manajerial dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan dan operasional perusahaan secara simultan.
This study examines the implementation of transfer pricing at PT Indonesia Power by focusing on the concept of negotiated transfer pricing, particularly in the determination of transfer cost components as well as the opportunities and constraints for its development.
Transfer pricing plays a strategic role in determining the price of electrical energy transferred to PT PLN (Persero), considering that such transactions occur within a business group between a holding company and its subsidiary and therefore do not fully represent arm’s length transactions.
This study analyzes the application of responsibility centers at PT Indonesia Power, the determination and implementation of the transfer pricing system, and the impact of transfer pricing method selection on corporate performance.
In addition, it explores the extent to which the transfer pricing system encourages power generation units to maintain the availability of electricity generation facilities and to improve the accuracy of energy measurement.
The research employs a descriptive analytical method with a case study approach, using data obtained from field research and literature review.
The findings indicate that PT Indonesia Power treats each reporting unit as a cost center for the purpose of evaluating managerial performance.
The transfer pricing mechanism is applied as a tool to measure the optimization of power plant operations while considering technical constraints within the electricity supply system.
However, the transfer pricing system implemented is considered insufficient as a managerial decision signal for simultaneously improving the company’s financial and operational performance.
.
Related Results
Analisis Pengaruh Harga Kebutuhan Pangan Pasar Tradisional Terhadap Inflasi Di Kota Makassar
Analisis Pengaruh Harga Kebutuhan Pangan Pasar Tradisional Terhadap Inflasi Di Kota Makassar
Tujuan dari penelitian ini 1). menganalisis perkembangan harga kebutuhan pangan di pasar tradisional di Kota Makassar., 2). menganalisis pengaruh harga bawang merah, harga bawang ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Hubungan Jangka Panjang Dan Jangka Pendek Variabel Makroekonomi Yang Mempengaruhi Harga Berbagai Tipe Rumah Di Indonesia
Hubungan Jangka Panjang Dan Jangka Pendek Variabel Makroekonomi Yang Mempengaruhi Harga Berbagai Tipe Rumah Di Indonesia
Pasar harga rumah di beberapa negara berkembang telah mengalami peningkatan secara subtansial. Beberapa penelitian empiris telah dilakukan untuk menguji hubungan antara variabel-va...
Analisis Strategi Penetapan Harga SKM.CLOTHING
Analisis Strategi Penetapan Harga SKM.CLOTHING
Tujuan_Untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang perlu dipertimbangan dalam penetapan harga. Desain atau metode_Jenis penelitian yang digunakan kualitatif. Metode penelitian y...
Transfer Pricing Regulations and International Tax Compliance in Nigeria
Transfer Pricing Regulations and International Tax Compliance in Nigeria
Transfer pricing, a pivotal element in the arena of international taxation, refers to the pricing of goods, services, and intangibles between related parties across borders. This p...
Analisis Penentuan Harga Jual Berdasarkan Metode Cost PLus Pricing di Toko Lutfiyah Jaya dan di Toko Kak Ros Badung Bali
Analisis Penentuan Harga Jual Berdasarkan Metode Cost PLus Pricing di Toko Lutfiyah Jaya dan di Toko Kak Ros Badung Bali
ABSTRAK
Keputusan untuk penentuan harga jual dan perhitungan harga pokok penjualan sangat penting dalam peningkatan sebuah usaha kecil karena selain mempengaruhi pendapatan laba y...
Effect of Psychological Pricing of Goods on Consumers’ Perception: Shoprite as a Case Study
Effect of Psychological Pricing of Goods on Consumers’ Perception: Shoprite as a Case Study
Psychological pricing has been used by marketers over the years to manipulate buying behavior of consumers. Marketers often use psychological policy in pricing products or services...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

