Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Strategi Penetapan Harga SKM.CLOTHING

View through CrossRef
Tujuan_Untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang perlu dipertimbangan dalam penetapan harga. Desain atau metode_Jenis penelitian yang digunakan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Tidak mengunakan teknik sample, teknik pengumpulan data yang digunakan mengunakan interview langsung dan wawancara kepada informan owner SKM.CLOTHING. TemuanKesimpulan dari penelitian ini adalah ada beberapa faktor yang di pertimbangkan dalam penetapan harga yang di lakukan oleh SKM.CLOTHING. (1). Faktor Biaya Produksi : Faktor ini menghitung berapa biaya yang harus di keluarkan untuk suatu produk. Dari hasil akumulasi biaya ini SKM.CLOTHING bisa menetapkan harga dengan cara : Biaya produksi + keuntungan yang di inginkan dalam (%) = Penetapan harga / harga jual. (2). Faktor Kompetitor/Pesaing : Faktor ini menjadi strategi penetapan harga yang dilakukan oleh SKM.CLOTHING dengan cara harga kompetitor menjadi referensi atau sebagai pembanding bagi harga yang nanti akan ditetapkan oleh SKM.CLOTHING. Strategi yang dilakukan SKM.CLOTHING adalah dengan cara menetapkan harga produk lebih murah dibandingkan dengan harga kompetitor dengan tujuan untuk menarik pelanggan, mendapatkan pelanggan dan pangsa pasar. (3). Faktor Permintaan : Faktor ini mengacu pada jumlah permintaan, kualitas bahan kain yang diminta, desain, kualitas sablon dan waktu pengerjaan. (4). Faktor Tidak Terduga : SKM.CLOTING memasukan faktor tidak terduga karena banyak sekali kasus yang terjadi dimana harga berubah derastis akibat sesuatu hal yang terjadi di pasaran. Berubahnya harga bahan baku, produk tidak laku dipasaran, promosi dan persepsi pelanggan terhadap produk. Implikasi_Penulis mengajukan beberapa saran untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam melakukan strategi penetapan harga dan diharapkan bermanfaat bagi SKM.CLOTHING baik untuk masa sekarang dan yang akan datang. Yang pertama harus konsisten terhadap keputusan penetapan harga produk. Kemudian SKM.CLOTHING tidak boleh mengabaikan faktor persaingan, walaupun SKM.CLOTHING yakin akan keungulan produk. SKM.CLOTHING perlu adanya pantauan secara berkelanjutan terhadap harga produk-produk yang ditetapkan oleh pesaing dan melakukan penyesuaian harga. Maka dengan demikian diharapkan harga produk SKM.CLOTHING dapat lebih kompetitif. SKM.CLOTHINGpun harus membina hubungan baik dengan pelanggan dan supplier, agar ketika harga melonjak, negosiasi dengan konsumen dan supplier tidak sulit. Karena SKM.CLOTHING selalu memberi informasi kepada buyer ataupun supplier mengenai faktor-faktor kenaikan harga dan permintaan pasar. Originalitas_Belum ada penelitian sebelumnya yang melakukan analisis strategi penetapan harga SKM.CLOTHING. Tipe Penelitian_Study Empiris
Title: Analisis Strategi Penetapan Harga SKM.CLOTHING
Description:
Tujuan_Untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang perlu dipertimbangan dalam penetapan harga.
Desain atau metode_Jenis penelitian yang digunakan kualitatif.
Metode penelitian yang digunakan deskriptif.
Tidak mengunakan teknik sample, teknik pengumpulan data yang digunakan mengunakan interview langsung dan wawancara kepada informan owner SKM.
CLOTHING.
TemuanKesimpulan dari penelitian ini adalah ada beberapa faktor yang di pertimbangkan dalam penetapan harga yang di lakukan oleh SKM.
CLOTHING.
(1).
Faktor Biaya Produksi : Faktor ini menghitung berapa biaya yang harus di keluarkan untuk suatu produk.
Dari hasil akumulasi biaya ini SKM.
CLOTHING bisa menetapkan harga dengan cara : Biaya produksi + keuntungan yang di inginkan dalam (%) = Penetapan harga / harga jual.
(2).
Faktor Kompetitor/Pesaing : Faktor ini menjadi strategi penetapan harga yang dilakukan oleh SKM.
CLOTHING dengan cara harga kompetitor menjadi referensi atau sebagai pembanding bagi harga yang nanti akan ditetapkan oleh SKM.
CLOTHING.
Strategi yang dilakukan SKM.
CLOTHING adalah dengan cara menetapkan harga produk lebih murah dibandingkan dengan harga kompetitor dengan tujuan untuk menarik pelanggan, mendapatkan pelanggan dan pangsa pasar.
(3).
Faktor Permintaan : Faktor ini mengacu pada jumlah permintaan, kualitas bahan kain yang diminta, desain, kualitas sablon dan waktu pengerjaan.
(4).
Faktor Tidak Terduga : SKM.
CLOTING memasukan faktor tidak terduga karena banyak sekali kasus yang terjadi dimana harga berubah derastis akibat sesuatu hal yang terjadi di pasaran.
Berubahnya harga bahan baku, produk tidak laku dipasaran, promosi dan persepsi pelanggan terhadap produk.
Implikasi_Penulis mengajukan beberapa saran untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam melakukan strategi penetapan harga dan diharapkan bermanfaat bagi SKM.
CLOTHING baik untuk masa sekarang dan yang akan datang.
Yang pertama harus konsisten terhadap keputusan penetapan harga produk.
Kemudian SKM.
CLOTHING tidak boleh mengabaikan faktor persaingan, walaupun SKM.
CLOTHING yakin akan keungulan produk.
SKM.
CLOTHING perlu adanya pantauan secara berkelanjutan terhadap harga produk-produk yang ditetapkan oleh pesaing dan melakukan penyesuaian harga.
Maka dengan demikian diharapkan harga produk SKM.
CLOTHING dapat lebih kompetitif.
SKM.
CLOTHINGpun harus membina hubungan baik dengan pelanggan dan supplier, agar ketika harga melonjak, negosiasi dengan konsumen dan supplier tidak sulit.
Karena SKM.
CLOTHING selalu memberi informasi kepada buyer ataupun supplier mengenai faktor-faktor kenaikan harga dan permintaan pasar.
Originalitas_Belum ada penelitian sebelumnya yang melakukan analisis strategi penetapan harga SKM.
CLOTHING.
Tipe Penelitian_Study Empiris.

Related Results

Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif terhadap Penetapan Harga Minyak Goreng oleh Pemerintah
Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif terhadap Penetapan Harga Minyak Goreng oleh Pemerintah
Abstrak: Penetapan harga adalah suatu proses dalam menentukan seberapa besar pendapatan yang diperoleh atau diterima oleh suatu perusahaan dari produk yang dihasilkan. Istil...
Kajian Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Masyarakat Di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi Tahun 2016
Kajian Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Masyarakat Di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi Tahun 2016
Pemanfaatan tenaga kesmas di Industri juga merupakan hal yang perlu dilakukan identifikasi kompetensi apa yang harus di siapkan dalam membuat profil lulusan yang akan di terima pas...
Analisis Pengaruh Harga Kebutuhan Pangan Pasar Tradisional Terhadap Inflasi Di Kota Makassar
Analisis Pengaruh Harga Kebutuhan Pangan Pasar Tradisional Terhadap Inflasi Di Kota Makassar
Tujuan dari penelitian ini 1). menganalisis perkembangan harga kebutuhan pangan  di pasar tradisional di Kota Makassar., 2). menganalisis pengaruh harga bawang merah, harga bawang ...
Peningkatan Capacity Building Aparatur Nagari Suayan dalam Pemanfaatan Kios SKM dan Menganalisis Data Survey Kepuasan Masyarakat
Peningkatan Capacity Building Aparatur Nagari Suayan dalam Pemanfaatan Kios SKM dan Menganalisis Data Survey Kepuasan Masyarakat
This community service activity is an advanced stage for the second year, funded by the Institute for Research and Community Service (LPPM) Universitas Negeri Padang. This activity...
Penetapan Harga Jual Ikan Berdasarkan Pemikiran Yahya Bin Umar
Penetapan Harga Jual Ikan Berdasarkan Pemikiran Yahya Bin Umar
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pertama, Bagaimana penetapan harga  penetapan harga jual ikan di pasar  Pulai Baai kota Bengkulu. Kedua, Bagaimana penetapan  harga ika...
Hubungan Jangka Panjang Dan Jangka Pendek Variabel Makroekonomi Yang Mempengaruhi Harga Berbagai Tipe Rumah Di Indonesia
Hubungan Jangka Panjang Dan Jangka Pendek Variabel Makroekonomi Yang Mempengaruhi Harga Berbagai Tipe Rumah Di Indonesia
Pasar harga rumah di beberapa negara berkembang telah mengalami peningkatan secara subtansial. Beberapa penelitian empiris telah dilakukan untuk menguji hubungan antara variabel-va...
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING PADA WARUNG STMJ BURJO KABUPATEN TABALONG
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING PADA WARUNG STMJ BURJO KABUPATEN TABALONG
Penentuan harga pokok produksi merupakan hal yang sangat penting, dengan perhitungan yang tepat dan akurat maka usaha dapat melakukan perencanaan, pengendalian, biaya dan membantu ...

Back to Top