Javascript must be enabled to continue!
Kualitas Semen Ayam KUB menggunakan Pengencer Ringer Dextrose dan Ringer Laktat pada Suhu 5 Celcius
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas semen ayam KUB menggunakan pengencer ringer dextrose dan ringer laktat pada suhu 5?. Pengumpulan data variabel motilitas, viabilitas, dan abnormalitas yang diperoleh dalam penelitian ini dicatat kemudian ditabulasi menggunakan program excel kemudian dianalisis secara deskriptif analitik. Variabel penelitian yang diamati adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ringer laktat mampu mempertahankan kualitas semen ayam KUB dengan lama simpan 6 hari dengan menghasilkan motilitas, viabilitas yang lebih baik serta tingkat abnormalitas yang lebih rendah dibandingkan dengan pengencer ringer dextrose yang hanya mampu mempertahankan kualitas semen dengan lama simpan 4 hari. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa Pengencer ringer laktat memiliki kualitas semen yang lebih tinggi dengan lama simpan mencapai 6 hari dengan motilitas individu mecapai 60%, viabilitas 48,76%, dan abnormalitas 6,36% sedangkan pengencer ringer dextrose dapat mempertahankan kualitas semen dengan lama simpan 4 hari dengan motilitas individu 53%, viabilitas 30,1% dan abnormalitas 7,13%.Kata kunci: Ayam KUB, Ringer Dextrose, Ringer Laktat, Semen.
Universitas Sriwijaya - Pusat Inovasi Pembelajaran Unsri
Title: Kualitas Semen Ayam KUB menggunakan Pengencer Ringer Dextrose dan Ringer Laktat pada Suhu 5 Celcius
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas semen ayam KUB menggunakan pengencer ringer dextrose dan ringer laktat pada suhu 5?.
Pengumpulan data variabel motilitas, viabilitas, dan abnormalitas yang diperoleh dalam penelitian ini dicatat kemudian ditabulasi menggunakan program excel kemudian dianalisis secara deskriptif analitik.
Variabel penelitian yang diamati adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ringer laktat mampu mempertahankan kualitas semen ayam KUB dengan lama simpan 6 hari dengan menghasilkan motilitas, viabilitas yang lebih baik serta tingkat abnormalitas yang lebih rendah dibandingkan dengan pengencer ringer dextrose yang hanya mampu mempertahankan kualitas semen dengan lama simpan 4 hari.
Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa Pengencer ringer laktat memiliki kualitas semen yang lebih tinggi dengan lama simpan mencapai 6 hari dengan motilitas individu mecapai 60%, viabilitas 48,76%, dan abnormalitas 6,36% sedangkan pengencer ringer dextrose dapat mempertahankan kualitas semen dengan lama simpan 4 hari dengan motilitas individu 53%, viabilitas 30,1% dan abnormalitas 7,13%.
Kata kunci: Ayam KUB, Ringer Dextrose, Ringer Laktat, Semen.
Related Results
Kualitas Semen Cair dan Semen Beku Kambing Peranakan Etawa (PE) pada Berbagai Jenis Pengencer
Kualitas Semen Cair dan Semen Beku Kambing Peranakan Etawa (PE) pada Berbagai Jenis Pengencer
Penggunaan pengencer komersial pada pembuatan semen beku kambing PE umum digunakan di Indonesia. Namun penggunaan pengencer komersial ini memiliki kelemahan, yaitu masa simpan yan...
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans keturunan ayam Arab dengan ayam Arras (Ayam Ketarras) umur 2-12 minggu. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 6 bulan, dim...
Perbandingan Ringer Laktat 40° C dengan Ringer Laktat pada Suhu Kamar dalam Mencegah Shivering pada Seksio Sesarea dengan Anestesi Spinal
Perbandingan Ringer Laktat 40° C dengan Ringer Laktat pada Suhu Kamar dalam Mencegah Shivering pada Seksio Sesarea dengan Anestesi Spinal
Latar Belakang: Shivering perioperatif selama anestesi spinal merupakan komplikasi yang sering terjadi seksio sesarea karena vasodilatasi perifer akibat blok simpatis dan irigasi c...
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Permasalahan utama dalam pengembangan ayam Lokal sebagai ternak komersial adalah masih kurangnya varian dari turunan perkawinan silang dan masih rendahnya produktivitas baik sebaga...
Karakteristik Semen Segar dan Motilitas Spermatozoa Ayam Hutan Merah (Gallus Gallus) dalam Pengencer yang Mengandung Air Tebu
Karakteristik Semen Segar dan Motilitas Spermatozoa Ayam Hutan Merah (Gallus Gallus) dalam Pengencer yang Mengandung Air Tebu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level air tebu terbaik untuk ditambahkan dalam pengencer semen ayam hutan merah berbasis ringer laktat kuning telur. Semen dikoleksi mengg...
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik telur ayam Arab, ayam Kampung dan ayam Ketarras serta akseptabilitas telur ayam Ketarras. Uji kualitas fisik telur menggu...
Review: Pengaruh Pakan Terhadap Kualitas Semen Ayam
Review: Pengaruh Pakan Terhadap Kualitas Semen Ayam
ABSTRAKSemen adalah cairan yang dikeluarkan oleh organ kelamin ternak jantan yang secara normal diejakulasikan ke dalam saluran reproduksi ternak betina melalui kopulasi. Evaluasi ...
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa fase awal produksi pada ayam Ketarras dan ayam Arab betina. Penelitian terdiri 2 perlakuan dan 25 ulangan. Faktor jenis ayam di...

