Javascript must be enabled to continue!
Persepsi Petani dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kakao di Luwu Utara
View through CrossRef
Penyuluh berperan penting dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia, dan keberhasilan pertanian ditentukan pada peran penyuluh. Cyber extension hadir sebagai salah satu media untuk menyebarkan teknologi pertanian. Kementerian Pertanian telah menghadirkan cyber extension sebagai sarana bagi penyuluh di tingkat pusat maupun daerah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas website cyber extension sebagai alat komunikasi dan sumber informasi bagi penyuluh di Kabupaten Poso. Penelitian dilakukan bulan Mei hingga Desember 2020, melibatkan lima Kecamatan di Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode survei pada 30 penyuluh yang telah mengakses website cyber extension. Data yang dikumpulkan merupakan tanggapan responden terhadap (Y) efektivitas website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi, (X1) karakteristik pengunjung, dan (X2) karakteristik website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi. Analisi data menggunakan analisis linier berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristek pengunjung (X1), karakteristik website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi(X2) terhadap efektivitas website cybereExtension sebagai media komunikasi dan informasi (Y1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi yaitu karakteristik website cyber extension yang terdiri atas perhatian, ketertarikan, keinginan, dan tindakan mampu menarik minat penyuluh mengakses cyber extension. Dapat disimpulkan bahwa Website cyber extension merupakan media komunikasi dan sumber informasi dalam bidang pertanian yang efektif bagi penyuluh.
Kabupaten Luwu Utara memiliki lahan tanaman kakao yang luas, namun tidak diikuti oleh peningkatan hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar persepsi petani dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman kakao di Kabupaten Luwu Masamba Utara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dan data yang dikumpulkan berasal dari hasil wawancara dan pengisian angket. Populasi adalah subjek keseluruhan dalam penelitian ini yaitu kelompok tani yang ada di Desa Pandak dan Desa Pongo sebanyak 2 kelompok tani yaitu sasaran dalam penelitian ini adalah Kelompok Tani Pemuda Seberang dan Kelompok Tani Bulo. Penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Structural Equation Modeling (VB-SEM) berbasis varians menggunakan aplikasi Smart Partial Least Squares (Smart PLS). Analisis data menggunakan SEM menunjukkan bahwa pengaruh variabel yang dianalisis dalam penelitian ini adalah karakteristik, partisipasi, dukungan lingkungan dan persepsi. Pengaruh ini dapat dilihat berdasarkan hasil analisis determinan. Analisis determinan bertujuan untuk melihat besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen tersebut. Hasil penelitian menunjukan persepsi petani berada pada kategori tinggi dengan nilai 54%. Karakteristik petani, partisipasi, dan dukungan lingkungan sosial secara signifikan mempengaruhi persepsi petani. Oleh karena itu, untuk meningkatkan persepsi petani, setiap anggota kelompok tani harus terlibat dalam setiap fase kegiatan penyuluhan mengenai hama dan penyakit tanaman kakao.
Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Title: Persepsi Petani dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kakao di Luwu Utara
Description:
Penyuluh berperan penting dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia, dan keberhasilan pertanian ditentukan pada peran penyuluh.
Cyber extension hadir sebagai salah satu media untuk menyebarkan teknologi pertanian.
Kementerian Pertanian telah menghadirkan cyber extension sebagai sarana bagi penyuluh di tingkat pusat maupun daerah.
Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas website cyber extension sebagai alat komunikasi dan sumber informasi bagi penyuluh di Kabupaten Poso.
Penelitian dilakukan bulan Mei hingga Desember 2020, melibatkan lima Kecamatan di Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah.
Penelitian menggunakan metode survei pada 30 penyuluh yang telah mengakses website cyber extension.
Data yang dikumpulkan merupakan tanggapan responden terhadap (Y) efektivitas website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi, (X1) karakteristik pengunjung, dan (X2) karakteristik website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi.
Analisi data menggunakan analisis linier berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristek pengunjung (X1), karakteristik website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi(X2) terhadap efektivitas website cybereExtension sebagai media komunikasi dan informasi (Y1).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi yaitu karakteristik website cyber extension yang terdiri atas perhatian, ketertarikan, keinginan, dan tindakan mampu menarik minat penyuluh mengakses cyber extension.
Dapat disimpulkan bahwa Website cyber extension merupakan media komunikasi dan sumber informasi dalam bidang pertanian yang efektif bagi penyuluh.
Kabupaten Luwu Utara memiliki lahan tanaman kakao yang luas, namun tidak diikuti oleh peningkatan hasil produksi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar persepsi petani dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman kakao di Kabupaten Luwu Masamba Utara.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dan data yang dikumpulkan berasal dari hasil wawancara dan pengisian angket.
Populasi adalah subjek keseluruhan dalam penelitian ini yaitu kelompok tani yang ada di Desa Pandak dan Desa Pongo sebanyak 2 kelompok tani yaitu sasaran dalam penelitian ini adalah Kelompok Tani Pemuda Seberang dan Kelompok Tani Bulo.
Penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling.
Teknik analisis data menggunakan uji statistik Structural Equation Modeling (VB-SEM) berbasis varians menggunakan aplikasi Smart Partial Least Squares (Smart PLS).
Analisis data menggunakan SEM menunjukkan bahwa pengaruh variabel yang dianalisis dalam penelitian ini adalah karakteristik, partisipasi, dukungan lingkungan dan persepsi.
Pengaruh ini dapat dilihat berdasarkan hasil analisis determinan.
Analisis determinan bertujuan untuk melihat besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen tersebut.
Hasil penelitian menunjukan persepsi petani berada pada kategori tinggi dengan nilai 54%.
Karakteristik petani, partisipasi, dan dukungan lingkungan sosial secara signifikan mempengaruhi persepsi petani.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan persepsi petani, setiap anggota kelompok tani harus terlibat dalam setiap fase kegiatan penyuluhan mengenai hama dan penyakit tanaman kakao.
Related Results
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang SMAN 1 Luwu sebagai wadah proses pendidikan di Kabupaten Luwu 1967-2017) dengan mengungkap proses berdirinya SMAN 1 Luwu dan perke...
Pengujian Lapangan Efikasi Fungisida Alami Phymar C SL Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Buah dan Kanker Batang Pada Kakao di Kabupaten Luwu Utara
Pengujian Lapangan Efikasi Fungisida Alami Phymar C SL Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Buah dan Kanker Batang Pada Kakao di Kabupaten Luwu Utara
Saat ini produktivitas kakao nasional masih cukup rendah hanya berkisar 600-800 kg/ha sementara potensi produksi dapat mencapai lebih dari 1 ton/ha. Salah satu penyebab turunnya pr...
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO (Phytophthora palmivora L.) DAN KEHILANGAN HASIL TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN DARUL IHSAN KABUPATEN ACEH TIMUR
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO (Phytophthora palmivora L.) DAN KEHILANGAN HASIL TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN DARUL IHSAN KABUPATEN ACEH TIMUR
Indonesia merupakan salah satu satu negara pembudidaya tanaman kakao paling luas di dunia dan termasuk negara penghasil kakao terbesar ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana, yakn...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
Hama Penggerek Tebu dan Perkembangan Teknik Pengendaliannya
Hama Penggerek Tebu dan Perkembangan Teknik Pengendaliannya
<p>ABSTRACT<br />Effort has been made to improve sugarcane productivity, but it often confronted by pests. Pests in sugarcane caused a loss of about 10% sugar productio...
OPTIMALISASI TANAMAN KAKAO DI DESA SELELOS KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA MELALUI PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT SERTA PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DARI LIMBAH KAKAOWISATA MATA AIR MEDJET DI DESA SELELOS KECEMATAMAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA
OPTIMALISASI TANAMAN KAKAO DI DESA SELELOS KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA MELALUI PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT SERTA PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DARI LIMBAH KAKAOWISATA MATA AIR MEDJET DI DESA SELELOS KECEMATAMAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA
Pertanian merupakan penopang perekonomian masyarakat Kabupaten Lombok Utara dikarenakan sebagian besar penduduknya bekerja pada sector pertanian. Kegiatan KKN PMD Universitas Matar...
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
Agribisnis kakao di Kabupaten Pesawaran masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain rendahnya produktivitas kakao, mutu produk masih rendah, dan belum adanya nilai tamba...
PEMBENTUKAN KABUPATEN LUWU UTARA: KISAH DARI TOKOH DI BALIK LAYAR PADA 1999
PEMBENTUKAN KABUPATEN LUWU UTARA: KISAH DARI TOKOH DI BALIK LAYAR PADA 1999
Artikel ini bertujuan untuk menulis sejarah pembentukan Kabupaten Luwu Utara dari perspektif aktor yang terlibat pada proses pembentukan tersebut. Tulisan ini menggunakan metode se...

