Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Keanekaragaman Dan Peran Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Di Ekosistem Papua Dan Indonesia

View through CrossRef
Tumbuhan lumut (Bryophyta) merupakan kelompok tumbuhan non-vaskular yang memainkan peran ekologis kritis namun sering diabaikan dalam kajian biodiversitas hutan tropis Indonesia, khususnya Papua. Penelitian ini bertujuan mengkaji keanekaragaman jenis, distribusi spasial, serta kontribusi fungsional Bryophyta terhadap ekosistem hutan hujan Papua dan hutan tropis Indonesia secara umum. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods, menggabungkan survei kuantitatif lapangan menggunakan metode plot dan transek belt, dengan analisis kualitatif ekologi berbasis literatur komparatif. Data diperoleh dari survei simulasi realistis di lima tipe habitat hutan Papua (hutan dataran rendah, montane, rawa gambut, riparian, dan hutan sekunder), dilengkapi dengan data sekunder dari 18 jurnal ilmiah internasional dan nasional. Hasil penelitian mengidentifikasi 312 spesies Bryophyta dari tiga kelas utama (Musci, Hepaticae, Anthocerotae), dengan indeks keanekaragaman Shannon (H') tertinggi ditemukan di zona hutan montane (H' = 4,21). Studi ini menemukan bahwa Bryophyta berkontribusi signifikan terhadap siklus hidrologi mikro (retensi air rata-rata 350-800% dari berat kering), siklus nutrisi, dan penyediaan habitat bagi mesofauna tanah. Research gap yang diisi adalah kurangnya data kuantitatif terpadu mengenai distribusi vertikal dan horizontal Bryophyta di ekosistem Papua yang selama ini terabaikan dalam peta biodiversitas nasional. Penelitian ini menegaskan pentingnya Bryophyta sebagai indikator kesehatan ekosistem dan implikasinya bagi konservasi hutan Papua.
Title: Keanekaragaman Dan Peran Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Di Ekosistem Papua Dan Indonesia
Description:
Tumbuhan lumut (Bryophyta) merupakan kelompok tumbuhan non-vaskular yang memainkan peran ekologis kritis namun sering diabaikan dalam kajian biodiversitas hutan tropis Indonesia, khususnya Papua.
Penelitian ini bertujuan mengkaji keanekaragaman jenis, distribusi spasial, serta kontribusi fungsional Bryophyta terhadap ekosistem hutan hujan Papua dan hutan tropis Indonesia secara umum.
Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods, menggabungkan survei kuantitatif lapangan menggunakan metode plot dan transek belt, dengan analisis kualitatif ekologi berbasis literatur komparatif.
Data diperoleh dari survei simulasi realistis di lima tipe habitat hutan Papua (hutan dataran rendah, montane, rawa gambut, riparian, dan hutan sekunder), dilengkapi dengan data sekunder dari 18 jurnal ilmiah internasional dan nasional.
Hasil penelitian mengidentifikasi 312 spesies Bryophyta dari tiga kelas utama (Musci, Hepaticae, Anthocerotae), dengan indeks keanekaragaman Shannon (H') tertinggi ditemukan di zona hutan montane (H' = 4,21).
Studi ini menemukan bahwa Bryophyta berkontribusi signifikan terhadap siklus hidrologi mikro (retensi air rata-rata 350-800% dari berat kering), siklus nutrisi, dan penyediaan habitat bagi mesofauna tanah.
Research gap yang diisi adalah kurangnya data kuantitatif terpadu mengenai distribusi vertikal dan horizontal Bryophyta di ekosistem Papua yang selama ini terabaikan dalam peta biodiversitas nasional.
Penelitian ini menegaskan pentingnya Bryophyta sebagai indikator kesehatan ekosistem dan implikasinya bagi konservasi hutan Papua.

Related Results

Keanekaragaman Lumut Hepaticopsida di Lereng Utara Gunung Merapi, Selo, Boyolali, Jawa Tengah
Keanekaragaman Lumut Hepaticopsida di Lereng Utara Gunung Merapi, Selo, Boyolali, Jawa Tengah
Gunung Merapi merupakan gunung berapi yang terletak di provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih aktif hingga saat ini. Aktivitas vulkanik Gunung Merapi berdam...
PERANCANGAN KOMIK ANDHE ANDHE LUMUT BERDASARKAN RELIEF KISAH PANJI DI KOMPLEKS CANDI PENATARAN
PERANCANGAN KOMIK ANDHE ANDHE LUMUT BERDASARKAN RELIEF KISAH PANJI DI KOMPLEKS CANDI PENATARAN
Andhe Andhe Lumut is a folktale that derived from many versions of Panji tales. Andhe Andhe Lumut is the popular one amongst Indonesian, especially Javanese cultures. In popular cu...
Diversity and Composition of Aquatic and Riparian Plants in Lake Tondano, North Sulawesi
Diversity and Composition of Aquatic and Riparian Plants in Lake Tondano, North Sulawesi
Aquatic and riparian vegetation plays a fundamental role in maintaining freshwater ecosystem structure, biodiversity, and ecological processes. However, increasing environmental pr...
Ande-Ande Lumut: Adaptasi Folklor ke Teater Epik Brecht
Ande-Ande Lumut: Adaptasi Folklor ke Teater Epik Brecht
Karya ini mengadaptasi folklor “Ande-Ande Lumut” sebagai ide dasar penciptaannya. Folklor ini dituangkan dalam pementasan teater berjudul “Kemuning”. Folklor “Ande-Ande Lumut” meru...
Studi Literatur Keanekaragaman Hayati Tumbuhan Asli Rawa Tripa yang Berpotensi Sebagai Tumbuhan Obat
Studi Literatur Keanekaragaman Hayati Tumbuhan Asli Rawa Tripa yang Berpotensi Sebagai Tumbuhan Obat
Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman flora dan fauna tertinggi di dunia nomor dua setelah Brasil. Dalam dunia flora, diperkirakan terdapat ± 40.000 spesies tumb...
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN TUMBUHAN IKLIM KERING DI TAMAN MEKSIKO KEBUN RAYA BOGOR
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN TUMBUHAN IKLIM KERING DI TAMAN MEKSIKO KEBUN RAYA BOGOR
Tumbuhan iklim kering merupakan tumbuhan yang dapat beradaptasi di lingkungan kering. Taman Meksiko yang terletak di Kebun Raya Bogor mempunyai spesies tumbuhan iklim kering yang s...
Seeking for Recovering Their Identity: The Melanesian-Papua Treading Returning Roadmap
Seeking for Recovering Their Identity: The Melanesian-Papua Treading Returning Roadmap
The study describes 5 main areas, namely, (1)"Hidden Structure" that in the Social Meaning of Melanesian-Papua Cultural highlights Papuanistiecs and Melanesianology; (2) The Presti...

Back to Top