Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Hambatan Perawat Dalam Pemberian Edukasi Kesehatan Reproduksi Di Komunitas

View through CrossRef
Edukasi kesehatan reproduksi merupakan salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit menular seksual, perencanaan kehamilan, kesehatan ibu dan anak, serta perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi di komunitas. Namun, pelaksanaan edukasi dapat menghadapi berbagai hambatan, baik yang berasal dari faktor individu perawat, masyarakat, sarana dan prasarana, waktu, maupun dukungan institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan perawat dalam pemberian edukasi kesehatan reproduksi di komunitas. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah perawat yang terlibat dalam pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Sampel penelitian sebanyak 60 perawat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang mengukur hambatan individu, hambatan komunikasi, hambatan masyarakat dan budaya, hambatan sarana prasarana, hambatan waktu dan beban kerja, serta dukungan institusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Berdasarkan data simulasi, hambatan yang paling banyak dirasakan perawat adalah keterbatasan waktu dan beban kerja sebanyak 43 responden (71,7%), diikuti keterbatasan sarana dan media edukasi sebanyak 38 responden (63,3%), hambatan budaya dan norma masyarakat sebanyak 35 responden (58,3%), hambatan komunikasi sebanyak 29 responden (48,3%), dan keterbatasan pengetahuan atau keterampilan sebanyak 21 responden (35,0%). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja perawat dengan pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi di komunitas (p < 0,05). Hambatan perawat dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi di komunitas bersifat multidimensional dan meliputi faktor waktu, beban kerja, sarana prasarana, budaya masyarakat, komunikasi, dan kompetensi. Diperlukan penguatan kapasitas perawat, penyediaan media edukasi, pengaturan beban kerja, serta dukungan institusi untuk meningkatkan efektivitas edukasi kesehatan reproduksi di komunitas. Kata Kunci: Perawat, Edukasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Komunitas, Hambatan
Asosiasi Guru Dan Dosen Seluruh Indonesia
Title: Analisis Hambatan Perawat Dalam Pemberian Edukasi Kesehatan Reproduksi Di Komunitas
Description:
Edukasi kesehatan reproduksi merupakan salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit menular seksual, perencanaan kehamilan, kesehatan ibu dan anak, serta perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab.
Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi di komunitas.
Namun, pelaksanaan edukasi dapat menghadapi berbagai hambatan, baik yang berasal dari faktor individu perawat, masyarakat, sarana dan prasarana, waktu, maupun dukungan institusi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan perawat dalam pemberian edukasi kesehatan reproduksi di komunitas.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional.
Populasi penelitian adalah perawat yang terlibat dalam pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Sampel penelitian sebanyak 60 perawat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang mengukur hambatan individu, hambatan komunikasi, hambatan masyarakat dan budaya, hambatan sarana prasarana, hambatan waktu dan beban kerja, serta dukungan institusi.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.
Berdasarkan data simulasi, hambatan yang paling banyak dirasakan perawat adalah keterbatasan waktu dan beban kerja sebanyak 43 responden (71,7%), diikuti keterbatasan sarana dan media edukasi sebanyak 38 responden (63,3%), hambatan budaya dan norma masyarakat sebanyak 35 responden (58,3%), hambatan komunikasi sebanyak 29 responden (48,3%), dan keterbatasan pengetahuan atau keterampilan sebanyak 21 responden (35,0%).
Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja perawat dengan pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi di komunitas (p < 0,05).
Hambatan perawat dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi di komunitas bersifat multidimensional dan meliputi faktor waktu, beban kerja, sarana prasarana, budaya masyarakat, komunikasi, dan kompetensi.
Diperlukan penguatan kapasitas perawat, penyediaan media edukasi, pengaturan beban kerja, serta dukungan institusi untuk meningkatkan efektivitas edukasi kesehatan reproduksi di komunitas.
Kata Kunci: Perawat, Edukasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Komunitas, Hambatan.

Related Results

Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
PERILAKU SEKSUAL DAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI KOMPREHENSIF PADA MAHASISWA ILMU KESEHATAN DAN NON KESEHATAN
PERILAKU SEKSUAL DAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI KOMPREHENSIF PADA MAHASISWA ILMU KESEHATAN DAN NON KESEHATAN
Abstract   Background: Good comprehensive sexual and reproductive health knowledge on adolescents improve their health-related behavior. Factor affecting knowledge incl...
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBAT PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNG
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBAT PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNG
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBATPEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSIDI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNGVella Dwi Yani, Ova Emilia, Hari KusnantoABSTRACTBackgrou...
GAMBARAN STRES KERJA PADA PERAWAT RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM HOLISTIC PURWAKARTA TAHUN 2020
GAMBARAN STRES KERJA PADA PERAWAT RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM HOLISTIC PURWAKARTA TAHUN 2020
Stres kerja merupakan beban kerja yang berlebihan, perasaan susah dan ketegangan emosional yang menghambat performance individu. Stres kerja dapat dipengaruhi oleh kondisi organisa...
Pengetahuan Dengan Sikap Tentang Kesehatan Reproduksi (Studi Cross Sectional pada Mahasiswa Non Kesehatan Unissula Semarang)
Pengetahuan Dengan Sikap Tentang Kesehatan Reproduksi (Studi Cross Sectional pada Mahasiswa Non Kesehatan Unissula Semarang)
Introduction: Knowledge of reproductive health for adolescents is essential, with correct information, it is expected that adult have responsible attitudes and behaviors regarding ...
ADVOKASI DAN BIMBINGAN PRANIKAH TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI BAGI CALON PENGANTIN
ADVOKASI DAN BIMBINGAN PRANIKAH TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI BAGI CALON PENGANTIN
Konseling pranikah adalah layanan pemberian bantuan yang dapat diberikan kepada individu sebelum melangsungkan pernikahan. Konseling pranikah dalam masalah kesehatan dan seks mendi...

Back to Top