Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SKRINING FAKTOR RISIKO PENYAKIT HIPERTENSI

View through CrossRef
According to Tangerang District Health Office (2018) data, hypertension is the second most common disease in health centers. Puskesmas Legok, which is located in Tangerang Regency, also saw a 21% increase in hypertension cases from 2020 to 2021. Hypertension is a disease that can be avoided if the risk factors are identified early on. As a result, in order to prevent the onset of this disease, it is necessary to conduct a screening activity for hypertension risk factors. This health service activity employs risk factor screening via a questionnaire that includes questions about modifiable and non-modifiable risk factors. This activity drew a total of 30 participants who did not have hypertension. The screening results revealed that the risk factors with the highest proportion value were age (90%), overweight (60%), non-routine consumption of fruit (50%), and non-routine consumption of vegetables (80%). The outcomes of risk factor screening activities were able to filter out some of the risks that exist in a person that can cause hypertension. As a result, those who have these risk factors require extra care. Additional activities are required to educate the public about the importance of screening risk factors for hypertension as early as possible in order to prevent hypertension from developing in the future.ABSTRAK:Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang (2018), hipertensi menduduki peringkat kedua dari sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas. Puskesmas Legok yang merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Tangerang juga mengalami peningkatan kasus penyakit hipertensi dari tahun 2020 ke 2021 sebesar 21%. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan mengetahui secara dini faktor risiko yang ada. Sehingga perlu dilakukan suatu kegiatan skrining faktor risiko penyakit hipertensi sebagai suatu upaya pencegahan timbulnya penyakit ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan bakti kesehatan ini adalah melakukan skrining faktor risiko dengan menggunakan kuesioner yang terdiri pertanyan mengenai faktor risiko yang dapat maupun yang tidak dapat dimodifikasi. Sebanyak 30 peserta tidak memiliki penyakit hipertensi mengikuti kegiatan ini. Hasil skrining didapatkan faktor risiko yang nilai proporsinya  tinggi adalah usia (90%), berat badan lebih (60%), tidak rutin konsumsi buah (50%) dan tidak rutin konsumsi sayur (80%). Hasil kegiatan skrining faktor risiko yang telah didapatkan telah dapat menyaring beberapa risiko yang ada pada seseorang yang dapat menimbulkan terjadinya penyakit hipertensi. Maka dengan itu perlu perhatian khusus pada mereka yang memiliki faktor risiko tersebut. Kegiatan selanjutnya berupa edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya skrining faktor risiko penyakit hipertensi sedini mungkin perlu dilakukan, sehingga jangan sampai timbul penyakit hipertensi di kemudian hari
Title: SKRINING FAKTOR RISIKO PENYAKIT HIPERTENSI
Description:
According to Tangerang District Health Office (2018) data, hypertension is the second most common disease in health centers.
Puskesmas Legok, which is located in Tangerang Regency, also saw a 21% increase in hypertension cases from 2020 to 2021.
Hypertension is a disease that can be avoided if the risk factors are identified early on.
As a result, in order to prevent the onset of this disease, it is necessary to conduct a screening activity for hypertension risk factors.
This health service activity employs risk factor screening via a questionnaire that includes questions about modifiable and non-modifiable risk factors.
This activity drew a total of 30 participants who did not have hypertension.
The screening results revealed that the risk factors with the highest proportion value were age (90%), overweight (60%), non-routine consumption of fruit (50%), and non-routine consumption of vegetables (80%).
The outcomes of risk factor screening activities were able to filter out some of the risks that exist in a person that can cause hypertension.
As a result, those who have these risk factors require extra care.
Additional activities are required to educate the public about the importance of screening risk factors for hypertension as early as possible in order to prevent hypertension from developing in the future.
ABSTRAK:Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang (2018), hipertensi menduduki peringkat kedua dari sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas.
Puskesmas Legok yang merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Tangerang juga mengalami peningkatan kasus penyakit hipertensi dari tahun 2020 ke 2021 sebesar 21%.
Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan mengetahui secara dini faktor risiko yang ada.
Sehingga perlu dilakukan suatu kegiatan skrining faktor risiko penyakit hipertensi sebagai suatu upaya pencegahan timbulnya penyakit ini.
Metode yang digunakan dalam kegiatan bakti kesehatan ini adalah melakukan skrining faktor risiko dengan menggunakan kuesioner yang terdiri pertanyan mengenai faktor risiko yang dapat maupun yang tidak dapat dimodifikasi.
Sebanyak 30 peserta tidak memiliki penyakit hipertensi mengikuti kegiatan ini.
Hasil skrining didapatkan faktor risiko yang nilai proporsinya  tinggi adalah usia (90%), berat badan lebih (60%), tidak rutin konsumsi buah (50%) dan tidak rutin konsumsi sayur (80%).
Hasil kegiatan skrining faktor risiko yang telah didapatkan telah dapat menyaring beberapa risiko yang ada pada seseorang yang dapat menimbulkan terjadinya penyakit hipertensi.
Maka dengan itu perlu perhatian khusus pada mereka yang memiliki faktor risiko tersebut.
Kegiatan selanjutnya berupa edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya skrining faktor risiko penyakit hipertensi sedini mungkin perlu dilakukan, sehingga jangan sampai timbul penyakit hipertensi di kemudian hari.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Prevalensi hipertensi nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 35,8% dengan proporsi kasus hipertensi yang te...
DETEKSI DINI PENYAKIT HIPERTENSI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT STROKE BAGI JAMAAH PRM MUTIHAN KOTAGEDE
DETEKSI DINI PENYAKIT HIPERTENSI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT STROKE BAGI JAMAAH PRM MUTIHAN KOTAGEDE
Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia  dengan prevalensi hipertensi yang tinggi. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi hipertensi nasiona...
Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Deteksi Dini Penyakit Deabetes Melitus dan Hipertensi
Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Deteksi Dini Penyakit Deabetes Melitus dan Hipertensi
Diabetes melitus dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang insidensinya semakin meningkat. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), terdapat 10.267.100 ...
Faktor Risiko Hipertensi Di kalangan Mahasiswa Diera Pandemi
Faktor Risiko Hipertensi Di kalangan Mahasiswa Diera Pandemi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah di 130/80 mmHg atau lebih. Jika tidak segera ditangani, hipertensi bisa menyebabkan munculnya penyakit-peny...
Hubungan Faktor Genetik dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Belo
Hubungan Faktor Genetik dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Belo
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Kejadian ...
Profil Hipertensi pada Anak di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
Profil Hipertensi pada Anak di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
Latar belakang. Hipertensi pada anak masih mendapat perhatian yang serius karena dapat menimbulkan cacat menetap dan berakibat kematian. Prevalensi hipertensi anak tidak diketahui ...
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program pemer...

Back to Top