Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Faktor Genetik dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Belo
View through CrossRef
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Kejadian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang tidak dapat dimodifikasi, seperti faktor genetik dan jenis kelamin, maupun faktor yang dapat dimodifikasi, seperti pola makan. Identifikasi faktor-faktor tersebut diperlukan sebagai dasar dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor genetik dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Belo. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 lansia yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran tekanan darah, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 responden (52,9%) mengalami hipertensi, sedangkan 40 responden (47,1%) tidak mengalami hipertensi. Berdasarkan hasil wawancara, faktor genetik menjadi faktor yang paling banyak ditemukan pada responden hipertensi (40,0%), diikuti pola makan tidak sehat (35,6%), sedangkan 24,4% responden tidak mengetahui riwayat hipertensi dalam keluarganya. Temuan ini menunjukkan bahwa kejadian hipertensi pada lansia dipengaruhi oleh faktor genetik dan perilaku hidup, khususnya pola makan. Kesimpulan Faktor genetik merupakan faktor yang dominan ditemukan pada lansia dengan hipertensi, sementara pola makan tidak sehat menjadi faktor risiko yang turut berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Upaya pencegahan hipertensi perlu dilakukan melalui skrining riwayat keluarga serta edukasi mengenai penerapan pola makan sehat pada kelompok lansia
Yayasan Pendidikan Dzurriyatul Quran
Title: Hubungan Faktor Genetik dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Belo
Description:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular.
Kejadian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang tidak dapat dimodifikasi, seperti faktor genetik dan jenis kelamin, maupun faktor yang dapat dimodifikasi, seperti pola makan.
Identifikasi faktor-faktor tersebut diperlukan sebagai dasar dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor genetik dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Belo.
Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross-sectional.
Sampel penelitian berjumlah 85 lansia yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling.
Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran tekanan darah, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05.
Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 responden (52,9%) mengalami hipertensi, sedangkan 40 responden (47,1%) tidak mengalami hipertensi.
Berdasarkan hasil wawancara, faktor genetik menjadi faktor yang paling banyak ditemukan pada responden hipertensi (40,0%), diikuti pola makan tidak sehat (35,6%), sedangkan 24,4% responden tidak mengetahui riwayat hipertensi dalam keluarganya.
Temuan ini menunjukkan bahwa kejadian hipertensi pada lansia dipengaruhi oleh faktor genetik dan perilaku hidup, khususnya pola makan.
Kesimpulan Faktor genetik merupakan faktor yang dominan ditemukan pada lansia dengan hipertensi, sementara pola makan tidak sehat menjadi faktor risiko yang turut berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
Upaya pencegahan hipertensi perlu dilakukan melalui skrining riwayat keluarga serta edukasi mengenai penerapan pola makan sehat pada kelompok lansia.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Komponen Belo-Belo dalam Kacaping Makassar (Hasil penalaran induktif sebuah pengalaman empirik untuk menemukan unsur pembentuk Belo-Belo)
Komponen Belo-Belo dalam Kacaping Makassar (Hasil penalaran induktif sebuah pengalaman empirik untuk menemukan unsur pembentuk Belo-Belo)
Belo-belo dalam pertunjukan kacaping Makassar dapat diartikan sebagai variasi yang mencakup bentuk dan struktur permainan. Proses inovasi maupun hasil pencapaian estetis yang dirai...
Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia
Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia
Gaya hidup adalah Kebiasaan sehari-hari seseorang yang meliputi aspek aktifitas fisik, pola makan, istirahat, riwayat merokok dan stres. Hipertensi adalah Kondisi di mana tekanan d...
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
Salah satu terapi pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu dengan pemberian seduhan daun sungkai. Daun sungkai (Peronema Canescens Jack) merupakan etnobotani Indonesia da...
Hubungan Indek Masa Tubuh dengan Derajat Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Padang
Hubungan Indek Masa Tubuh dengan Derajat Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Padang
Beberepa tahuan terahir ini terjadi peningkatan jumlah lansia disebabkan oleh perbaikan status kesehatan akibat kemajuan teknologi dan penelitian-penelitian kedokteran, per...
ANALISIS TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA HIPERTENSI DI KOTA LHOKSEUMAWE
ANALISIS TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA HIPERTENSI DI KOTA LHOKSEUMAWE
Masalah kesehatan yang disebabkan perubahan fisik dan psikologis akibat faktor usia menyebabkan banyak lansia di dunia tidak dapat menikmati usia senjanya. Salah satunya adalah pen...
Determinan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Tugumulyo Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2024
Determinan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Tugumulyo Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2024
ABSTRAK
Hipertensi merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan lanjut usia (lansia). Lansia mengalami perubahan fisiologis seperti penurunan respon imun tubuh, serta katup jantu...

