Javascript must be enabled to continue!
Pemanfaatan Pewarna Alami Buah Naga sebagai Agen Pewarna Akar dalam Pengamatan Mikoriza
View through CrossRef
Mikoriza merupakan fungi simbiotik yang membentuk asosiasi mutualistik dengan akar tanaman, termasuk tanaman hortikultura seperti cabai (Capsicum spp.) dan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas var. ungu). Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi keberadaan struktur mikoriza pada akar tanaman cabai dan ubi jalar, serta mengevaluasi efektivitas pewarna alami—buah naga, daun suji, dan kunyit—dalam meningkatkan visualisasi kolonisasi mikoriza secara mikroskopis. Sampel akar melalui proses klarifikasi, perendaman, dan pewarnaan untuk mengidentifikasi struktur khas mikoriza, seperti hifa, vesikel, dan arbuskula. Hasil pengamatan mikroskopis menunjukkan adanya struktur menyerupai hifa dan vesikel pada jaringan korteks akar yang mengindikasikan kolonisasi awal oleh fungi mikoriza arbuskular (FMA). Keberadaan mikoriza terbukti berkontribusi terhadap peningkatan penyerapan unsur hara, khususnya fosfor, peningkatan toleransi terhadap cekaman abiotik dan biotik, serta pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Temuan ini menegaskan pentingnya peran mikoriza dalam mendukung praktik pertanian berkelanjutan melalui peningkatan efisiensi pemupukan dan pengelolaan kesuburan tanah.
Universitas KH. A. Wahab Hasbullah
Title: Pemanfaatan Pewarna Alami Buah Naga sebagai Agen Pewarna Akar dalam Pengamatan Mikoriza
Description:
Mikoriza merupakan fungi simbiotik yang membentuk asosiasi mutualistik dengan akar tanaman, termasuk tanaman hortikultura seperti cabai (Capsicum spp.
) dan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas var.
ungu).
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi keberadaan struktur mikoriza pada akar tanaman cabai dan ubi jalar, serta mengevaluasi efektivitas pewarna alami—buah naga, daun suji, dan kunyit—dalam meningkatkan visualisasi kolonisasi mikoriza secara mikroskopis.
Sampel akar melalui proses klarifikasi, perendaman, dan pewarnaan untuk mengidentifikasi struktur khas mikoriza, seperti hifa, vesikel, dan arbuskula.
Hasil pengamatan mikroskopis menunjukkan adanya struktur menyerupai hifa dan vesikel pada jaringan korteks akar yang mengindikasikan kolonisasi awal oleh fungi mikoriza arbuskular (FMA).
Keberadaan mikoriza terbukti berkontribusi terhadap peningkatan penyerapan unsur hara, khususnya fosfor, peningkatan toleransi terhadap cekaman abiotik dan biotik, serta pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Temuan ini menegaskan pentingnya peran mikoriza dalam mendukung praktik pertanian berkelanjutan melalui peningkatan efisiensi pemupukan dan pengelolaan kesuburan tanah.
Related Results
PENGARUH DOSIS DAN DAYA SIMPAN MIKORIZA TERHADAP EFEKTIVITAS DAN INFEKTIVITAS PADA BIBIT KELAPA SAWIT PRE DAN MAIN NURSERY
PENGARUH DOSIS DAN DAYA SIMPAN MIKORIZA TERHADAP EFEKTIVITAS DAN INFEKTIVITAS PADA BIBIT KELAPA SAWIT PRE DAN MAIN NURSERY
Mikoriza merupakan pupuk hayati yang dapat bersimbiosis dengan akar tanaman, termasuk kelapa sawit. Mikoriza membantu akar tanaman untuk menyerap nutrisi, meningkatkan pertumbuhan,...
Penggunaan Beberapa Jenis Tinta untuk Menggantikan Tinta Tryphan Blue dalam Pengamatan Kolonisasi Mikoriza
Penggunaan Beberapa Jenis Tinta untuk Menggantikan Tinta Tryphan Blue dalam Pengamatan Kolonisasi Mikoriza
Pupuk hayati mikoriza merupakan salah satu pupuk yang digunakan untuk mengatasi masalah pada tanah marginal. Mikoriza berpotensi memfasilitasi penyediaan berbagai unsur hara bag...
STABILITAS SERBUK PEWARNA ALAMI BERBASIS ANTOSIANIN BUAH NAGA MERAH APKIR TERVARIASI PELARUT ASAM DALAM BERBAGAI KONDISI EKSTERNA
STABILITAS SERBUK PEWARNA ALAMI BERBASIS ANTOSIANIN BUAH NAGA MERAH APKIR TERVARIASI PELARUT ASAM DALAM BERBAGAI KONDISI EKSTERNA
Antosianin merupakan pigmen berwarna merah, ungu, biru dalam buah naga merah kualitas apkir yang memiliki potensi sebagai sumber pewarna alami. Antosianin memiliki sifat lebih stab...
KUALITAS PEWARNA ALAMI EKSTRAK BUNGA TELENG DAN BUAH NAGA UNTUK PEWARNA PREPARAT SERBUK SARI PADA SQUASH KEPALA PUTIK BUNGA OROK-OROK (CROTALARIA JUNCEA L.)
KUALITAS PEWARNA ALAMI EKSTRAK BUNGA TELENG DAN BUAH NAGA UNTUK PEWARNA PREPARAT SERBUK SARI PADA SQUASH KEPALA PUTIK BUNGA OROK-OROK (CROTALARIA JUNCEA L.)
Acetoorceine atau aniline blue merupakan pewarna sintetis yang sering digunakan untuk pembuatan preparat viabilitas serbuk sari. Selain mahal juga karsinogenik, sehingga perlu dila...
PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI PADA BATIK JUMPUTAN UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN
PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI PADA BATIK JUMPUTAN UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN
Indonesia memiliki berbagai macam kekayaan, mulai dari flora, fauna, ilmu pengetahuan dari nenek moyang, seni batik, dan masih banyak lagi.Terdapat berbagai macam pewarna tekstil. ...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Penelitian ini berkenaan [u1] dengan kajian bentuk fisik, jenis, dan fungsi mantra Banjar. Rumusan masalah penelitian ini ada 4, yakni: (1) bagaimanakah bentuk fisik mantra Banjar?...
PEMANFAATAN PEWARNA ALAMI KULIT BUAH NAGA MERAH SERTA APLIKASINYA PADA MAKANAN
PEMANFAATAN PEWARNA ALAMI KULIT BUAH NAGA MERAH SERTA APLIKASINYA PADA MAKANAN
Kulit buah naga merah merupakan limbah hasil pertanian yang mengandung zat warna alami antosianin cukup tinggi. Antosianin merupakan zat warna yang berperan memberikan warna merah ...

