Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbandingan Sistem Hidrotermal Air Panas Ciater dan Palimanan: Analisis berdasarkan Komposisi Hidrogeokimia

View through CrossRef
Penelitian ini membandingkan sistem hidrotermal air panas di dua lokasi di Jawa Barat, yaitu Ciater (Subang) dan Palimanan (Cirebon), berdasarkan komposisi hidrogeokimia. Ciater, yang terletak di kaki Gunung Tangkuban Parahu, dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik aktif, sementara Palimanan berada di kawasan cekungan sedimen yang kaya karbonat. Hasil pengukuran in-situ menunjukkan perbedaan signifikan dalam pH, temperatur, TDS, salinitas, dan DO antara kedua lokasi. Ciater memiliki pH asam, temperatur stabil, serta TDS dan salinitas tinggi, mencerminkan pengaruh vulkanik, sedangkan Palimanan memiliki pH netral, temperatur lebih tinggi, dan fluktuasi TDS serta salinitas, yang dipengaruhi oleh batuan karbonat. Analisis ion menunjukkan bahwa air panas Palimanan didominasi oleh anion klorida (Na-Cl), sedangkan Ciater oleh anion sulfat (Ca-SO₄). Pengujian logam berat mengungkapkan konsentrasi logam yang lebih tinggi di Ciater, mencerminkan interaksi dengan batuan vulkanik, sedangkan Palimanan memiliki kandungan logam yang rendah. Hasil analisis isotop menunjukkan bahwa air panas di Ciater cenderung tercampur dengan air hujan, sedangkan Palimanan menunjukkan interaksi signifikan dengan mineral, terutama karbonat. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang perbedaan sistem hidrotermal di kedua lokasi dan implikasinya terhadap pemanfaatan sumber daya geotermal.
Title: Perbandingan Sistem Hidrotermal Air Panas Ciater dan Palimanan: Analisis berdasarkan Komposisi Hidrogeokimia
Description:
Penelitian ini membandingkan sistem hidrotermal air panas di dua lokasi di Jawa Barat, yaitu Ciater (Subang) dan Palimanan (Cirebon), berdasarkan komposisi hidrogeokimia.
Ciater, yang terletak di kaki Gunung Tangkuban Parahu, dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik aktif, sementara Palimanan berada di kawasan cekungan sedimen yang kaya karbonat.
Hasil pengukuran in-situ menunjukkan perbedaan signifikan dalam pH, temperatur, TDS, salinitas, dan DO antara kedua lokasi.
Ciater memiliki pH asam, temperatur stabil, serta TDS dan salinitas tinggi, mencerminkan pengaruh vulkanik, sedangkan Palimanan memiliki pH netral, temperatur lebih tinggi, dan fluktuasi TDS serta salinitas, yang dipengaruhi oleh batuan karbonat.
Analisis ion menunjukkan bahwa air panas Palimanan didominasi oleh anion klorida (Na-Cl), sedangkan Ciater oleh anion sulfat (Ca-SO₄).
Pengujian logam berat mengungkapkan konsentrasi logam yang lebih tinggi di Ciater, mencerminkan interaksi dengan batuan vulkanik, sedangkan Palimanan memiliki kandungan logam yang rendah.
Hasil analisis isotop menunjukkan bahwa air panas di Ciater cenderung tercampur dengan air hujan, sedangkan Palimanan menunjukkan interaksi signifikan dengan mineral, terutama karbonat.
Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang perbedaan sistem hidrotermal di kedua lokasi dan implikasinya terhadap pemanfaatan sumber daya geotermal.

Related Results

SISTEM PANAS BUMI TEMPERATUR RENDAH-SEDANG PADA CEKUNGAN KUTAI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA
SISTEM PANAS BUMI TEMPERATUR RENDAH-SEDANG PADA CEKUNGAN KUTAI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA
Pengembangan panas bumi di Indonesia masih didominasi pada sistem panas bumi vulkanik yang digunakan sebagai pemanfaatan tidak langsung (listrik), padahal sekitar 70% dari 357 loka...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Abstrak Heat exchanger atau alat penukar panas adalah alat-alat yang digunakan untuk mengubah temperatur fluida atau mengubah fasa fluida dengan cara mempertukarkan panasnya dengan...
Analisis Hidrogeokimia Air Tanah Dangkal di Desa Pojok Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung
Analisis Hidrogeokimia Air Tanah Dangkal di Desa Pojok Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung
Air tanah di Desa Pojok menjadi alternatif utama untuk kebutuhan sehari-hari. Kualitas dan kuantitasnya dipengaruhi oleh hidrogeokimia dan formasi geologinya. Formasi geologi di De...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KOMPOSISI BERUNSUR ANGGOTA TUBUH DALAM NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA
KOMPOSISI BERUNSUR ANGGOTA TUBUH DALAM NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan hubungan makna-makna gramatikal leksem anggota tubuh yang ada di dalam Novel-Novel karya Andrea Hirata, antara lai...
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yan...

Back to Top