Javascript must be enabled to continue!
Eksplorasi Air Tanah di Desa Langori, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Menggunakan Metode Resistivitas Schlumberger
View through CrossRef
Telah dilakukan upaya pencarian sumber air bawah permukaan menggunakan metode goefisika yakni metode resistivitas Schlumberger dengan memetakan sumberdaya air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keberadaan sumberdaya air tanah di wilayah Kabupaten Kolaka khususnya Desa Langori Kecamatan Baula. Pengambilan data dilakukan pada dua titik lokasi ukur dan diolah memakai software Progress. Hasilnya menunjukkan profil nilai resistivitas air tanah 3,32 Ωm – 48,96 Ωm yang berada pada kedalaman 4,92 m hingga 370 m. Dugaan keterdapatan lapisan air tanah untuk titik lokasi ukur 1 atau line 1 berada pada beberapa kedalaman yaitu kedalaman 8,57 m - 9,42 m, kedalaman 13,30 m - 27,22 m, kedalaman 166,28 m - 188,36 m, dan kedalaman 249,78 m - 370 m yang masing-masing memiliki nilai resistivitas 26,95 Ωm, 6,52 Ωm, 31,54 Ωm, dan 31,82 Ωm. Titik lokasi ukur 2 atau line 2, dugaan keterdapatan lapisan air tanah yaitu pada kedalaman 4,92 m - 8,55 m, kedalaman 20,53 m - 31,60 m, dan kedalaman 70,73m - 117,42 m yang masing-masing memiliki nilai resistivitas 41,91 Ωm, 3,32 Ωm, dan 32,11 Ω.
FKIP Universitas Halu Oleo
Title: Eksplorasi Air Tanah di Desa Langori, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Menggunakan Metode Resistivitas Schlumberger
Description:
Telah dilakukan upaya pencarian sumber air bawah permukaan menggunakan metode goefisika yakni metode resistivitas Schlumberger dengan memetakan sumberdaya air tanah.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keberadaan sumberdaya air tanah di wilayah Kabupaten Kolaka khususnya Desa Langori Kecamatan Baula.
Pengambilan data dilakukan pada dua titik lokasi ukur dan diolah memakai software Progress.
Hasilnya menunjukkan profil nilai resistivitas air tanah 3,32 Ωm – 48,96 Ωm yang berada pada kedalaman 4,92 m hingga 370 m.
Dugaan keterdapatan lapisan air tanah untuk titik lokasi ukur 1 atau line 1 berada pada beberapa kedalaman yaitu kedalaman 8,57 m - 9,42 m, kedalaman 13,30 m - 27,22 m, kedalaman 166,28 m - 188,36 m, dan kedalaman 249,78 m - 370 m yang masing-masing memiliki nilai resistivitas 26,95 Ωm, 6,52 Ωm, 31,54 Ωm, dan 31,82 Ωm.
Titik lokasi ukur 2 atau line 2, dugaan keterdapatan lapisan air tanah yaitu pada kedalaman 4,92 m - 8,55 m, kedalaman 20,53 m - 31,60 m, dan kedalaman 70,73m - 117,42 m yang masing-masing memiliki nilai resistivitas 41,91 Ωm, 3,32 Ωm, dan 32,11 Ω.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Produksi Lada Kabupaten Kolaka Timur mengalami peningkatan sebesar 96 ribu ton tahun 2017 menjadi 280 ribu ton tahun 2022. Kondisi ini menggambarkan potensi usahatani lada sangat m...
Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner dan Wenner-Schlumberger pada Daerah Mata Air Panas Kali Sengon di Desa Blawan-Ijen
Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner dan Wenner-Schlumberger pada Daerah Mata Air Panas Kali Sengon di Desa Blawan-Ijen
Salah satu manifestasi panas bumi yang terdapat di Desa Blawan-Ijen adalah mata air panas Kali Sengon. Struktur bawah permukaan di daerah mata air panas dapat diketahui dengan meng...
Investigasi Akuifer Air Tanah di Banua Buha Asri 1 Kelurahan Buha Manado Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas
Investigasi Akuifer Air Tanah di Banua Buha Asri 1 Kelurahan Buha Manado Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas
Investigasi Akuifer Air Tanah di Banua Buha Asri 1 Kelurahan Buha Manado Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas ABSTRAKPenelitian investigasi akuifer air tanah di perum...
Identifikasi Sebaran Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Daerah Abe Pantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura
Identifikasi Sebaran Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Daerah Abe Pantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura
Air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup. Penggunaan air semakin meningkat baik untuk keperluan kehidupan sehari-hari manusia, industri, pertanian maupun peternakan. Akibat pert...
Model Spasial Penentuan Lokasi untuk Objek Bank Tanah di Kabupaten Sleman
Model Spasial Penentuan Lokasi untuk Objek Bank Tanah di Kabupaten Sleman
Abstract: The conception of a land bank is intended as an activity undertaken by the Government to provide land, which will be allocated for future use for various development pur...

