Javascript must be enabled to continue!
Swafoto: Sebuah Pendekatan Teori Manajemen Privasi Komunikasi
View through CrossRef
Selfie has evolved into a global phenomenon. The popularity of selfie has brought some great concerns about identity, privacy, security and control. The habit that accompanies when uploading selfies is to give too much information. This study explores privacy in selfies culture with communication privacy management (CPM) theory. This research uses qualitative research method of phenomenology. The experience that became phenomenon in this research is about swafoto. Phenomenological research is done by collecting data from people who have experienced the phenomenon, and developed a description of the essence of experience for all individuals. This description consists of “what” they experience and “how” they experience it. The results of the analysis show that there is a consideration of privacy by respondents in uploading selfie. Respondents who have received the condition of private informacy turbulence try to consider the situation by the needs of them selves and the opinions around them. Based on the results of the study can be known early adolescent age group 12 s.d. 17 years old actually has a higher level of privacy when doing swafoto and upload it in social media when compared with other age groups. Need further research on selfie among others research that ask about their motivation who likes to do selfie, research related to public perception related to selfie by public official . Selfie atau swafoto telah berkembang menjadi fenomena global. Kepopuleran swafoto ikut membawa sejumlah kekhawatiran besar tentang identitas, privasi, keamanan, dan pengawasan. Kebiasaan yang menyertai saat mengunggah swafoto adalah memberikan informasi yang terlalu banyak. Artikel ini berusaha mengkaji budaya swafoto terkait dengan privasi menggunakan teori manajemen privasi komunikasi atau communication privacy management (CPM). Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi. Pengalaman yang menjadi fenomena dalam penelitian ini adalah swafoto. Penelitian fenomenologi dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari orang-orang yang telah mengalami fenomena tersebut, dan mengembangkan deskripsi dari esensi pengalaman untuk semua individu. Deskripsi ini terdiri dari “apa” yang mereka alami dan “bagaimana” mereka mengalaminya. Hasil analisis menunjukkan sudah adanya pertimbangan privasi oleh responden dalam mengunggah swafoto. Responden yang pernah mendapatkan kondisi private informacy turbulence berusaha untuk menimbang tuntutan-tuntutan situasi dengan kebutuhan dirinya dan pendapat orang lain yang ada disekitarnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kelompok usia remaja awal 12 s.d. 17 tahun justru memiliki tingkat privasi yang lebih tinggi saat melakukan swafoto dan mengunggahnya di media sosial bila dibanding dengan kelompok usia lainnya. Perlu penelitian lanjutan tentang selfie antara lain penelitian yang bertanya tentang motivasi mereka yang gemar melakukan selfie, penelitian terkait dengan persepsi publik berkaitan dengan selfie oleh pejabat publik
Pusat Penelitian Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI
Title: Swafoto: Sebuah Pendekatan Teori Manajemen Privasi Komunikasi
Description:
Selfie has evolved into a global phenomenon.
The popularity of selfie has brought some great concerns about identity, privacy, security and control.
The habit that accompanies when uploading selfies is to give too much information.
This study explores privacy in selfies culture with communication privacy management (CPM) theory.
This research uses qualitative research method of phenomenology.
The experience that became phenomenon in this research is about swafoto.
Phenomenological research is done by collecting data from people who have experienced the phenomenon, and developed a description of the essence of experience for all individuals.
This description consists of “what” they experience and “how” they experience it.
The results of the analysis show that there is a consideration of privacy by respondents in uploading selfie.
Respondents who have received the condition of private informacy turbulence try to consider the situation by the needs of them selves and the opinions around them.
Based on the results of the study can be known early adolescent age group 12 s.
d.
17 years old actually has a higher level of privacy when doing swafoto and upload it in social media when compared with other age groups.
Need further research on selfie among others research that ask about their motivation who likes to do selfie, research related to public perception related to selfie by public official .
Selfie atau swafoto telah berkembang menjadi fenomena global.
Kepopuleran swafoto ikut membawa sejumlah kekhawatiran besar tentang identitas, privasi, keamanan, dan pengawasan.
Kebiasaan yang menyertai saat mengunggah swafoto adalah memberikan informasi yang terlalu banyak.
Artikel ini berusaha mengkaji budaya swafoto terkait dengan privasi menggunakan teori manajemen privasi komunikasi atau communication privacy management (CPM).
Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi.
Pengalaman yang menjadi fenomena dalam penelitian ini adalah swafoto.
Penelitian fenomenologi dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari orang-orang yang telah mengalami fenomena tersebut, dan mengembangkan deskripsi dari esensi pengalaman untuk semua individu.
Deskripsi ini terdiri dari “apa” yang mereka alami dan “bagaimana” mereka mengalaminya.
Hasil analisis menunjukkan sudah adanya pertimbangan privasi oleh responden dalam mengunggah swafoto.
Responden yang pernah mendapatkan kondisi private informacy turbulence berusaha untuk menimbang tuntutan-tuntutan situasi dengan kebutuhan dirinya dan pendapat orang lain yang ada disekitarnya.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kelompok usia remaja awal 12 s.
d.
17 tahun justru memiliki tingkat privasi yang lebih tinggi saat melakukan swafoto dan mengunggahnya di media sosial bila dibanding dengan kelompok usia lainnya.
Perlu penelitian lanjutan tentang selfie antara lain penelitian yang bertanya tentang motivasi mereka yang gemar melakukan selfie, penelitian terkait dengan persepsi publik berkaitan dengan selfie oleh pejabat publik.
Related Results
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PROSESI TRADISI MAPPABOTTING DESA AMPARITA KECAMATAN TELLU LIMPOE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG SULAWESI SELATAN
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PROSESI TRADISI MAPPABOTTING DESA AMPARITA KECAMATAN TELLU LIMPOE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG SULAWESI SELATAN
Tradisi perkawinan adat bugis atau yang dikenal dengan tradisi Mappabotting khususnya masyarakat Hindu Bugis memiliki beberapa tahap atau proses komunikasi. Tentunya untuk ...
PRIVASI DAN KEAMANAN DATA DI MEDIA SOSIAL: DAMPAK NEGATIF DAN STRATEGI PENCEGAHAN
PRIVASI DAN KEAMANAN DATA DI MEDIA SOSIAL: DAMPAK NEGATIF DAN STRATEGI PENCEGAHAN
Privasi dan keamanan data menjadi isu krusial dalam penggunaan media sosial saat ini. Fokus dari penelitian ini adalah mengetahui dampak negatif yang dapat timbul serta strategi pe...
Kajian Dilema Privasi Konsumen Pembelian Online
Kajian Dilema Privasi Konsumen Pembelian Online
Adanya paradok privasi dan dilema konsumen yang merujuk kepada pilihan yang sulit yang menawarkan dua kemungkinan menjadi dilema privasi. Dilema privacy muncul akibat adanya piliha...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Solusi AI Untuk Melindungi Privasi dan Keamanan Data Pengguna
Solusi AI Untuk Melindungi Privasi dan Keamanan Data Pengguna
Integrasi AI pada data masif memicu risiko privasi serius. Penelitian ini menganalisis solusi teknis seperti privasi diferensial untuk menyeimbangkan perlindungan data dengan kiner...
Pola Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Perantau Asal Pontianak di Kota Bandung
Pola Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Perantau Asal Pontianak di Kota Bandung
Abstrak. Adanya perbedaan budaya yang melatar belakangi seseorang memberikan dampak pada makna atau simbol komunikasi yang berbeda. pemahaman tentang pola komunikasi antarbudaya sa...
KONSTRUKSI TEORI KOMUNIKASI DALAM TAFSIR AL QUR�AN SURAT AL FATIHAH
KONSTRUKSI TEORI KOMUNIKASI DALAM TAFSIR AL QUR�AN SURAT AL FATIHAH
Teori komunikasi merupakan bangunan teori yang bersumber dari interdisipliner resource (sumber-sumber yang saling berkaitan) dengan percampuran dari ilmu sosiologi, psikologi, peng...
EVOLUSI TEORI SISTEM DAN PENGAWASAN PENYIARAN “MENURUT BEBERAPA PAKAR”
EVOLUSI TEORI SISTEM DAN PENGAWASAN PENYIARAN “MENURUT BEBERAPA PAKAR”
Evolusi teori merupakan sebuah keniscayaan. hal ini disebabkan oleh banyak faktor, antara lain karena perkembangan teknologi dan hasil kajian yang dilakukan oleh banyak pakar yang ...

