Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SMAN 6 PALU
View through CrossRef
HIV merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Human immunodeficiecy Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit. Secara global menjadi penyebab kematian nomor dua pada remaja muda usia 10-19 tahun yang rentan terhadap ancaman risiko kesehatan seperti HIV/AIDS akibat perilaku yang mengarah pada hal-hal yang negatif (perilaku seksual bebas, pengguanaan obat terlarang melalui jarum suntik). Adanya penyuluhan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif untuk menghindari perilaku yang dapat meningkatkan angka kejadian HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS di SMAN 6 Palu. Desain penelitian ini adalah analitik eksperimental menggunakan rancangan ( pre experimental pretest–postest one groups) dengan teknik simple random sampling terhadap 95 siswa SMAN 6 Palu. Pengukuran tingkat pengetahuan dan sikap menggunakan instrumen kuesioner. Analisa data menggunakan SPSS 26 dengan uji Wilcoxon dan uji McNemar. Hasil penelitian saat pretest pada tingkat pengetahuan mengenai HIV/AIDS kategori baik terdapat 10 responden (10,5%), kategori cukup 46 responden (48,4%), kategori kurang 39 responden (41,1%) dan setelah dilakukan penyuluhan, pada postest terjadi peningkatan pengetahuan pada kategori baik sebanyak 78 responden (82,1%), kategori cukup 12 responden (12,6%), dan kategori kurang terdapat 5 responden (5,3%). Hasil pretest pada sikap mengenai HIV/AIDS, sikap positif sebanyak 24 responden (25,2%), sikap negatif sebanyak 71 responden (74,7%), setelah dilakukan penyuluhan, pada postest terjadi peubahan sikap positif sebanyak 67 responden (70,5%), sikap negatif sebanyak 28 responden (29,5%). Analisa uji Wilcoxon pada tingkat pengetahuan mengenai HIV/AIDS didapatkan signifikan p= (<α 0,05) dan pada perubahan sikap dengan uji McNemar didapatkan signifikan p = (<α 0,05). Penyuluhan tentang HIV/AIDS pada remaja di SMAN 6 Palu meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS terutama pada remaja yang mempunyai tingkat pengetahuan cukup atau kurang sebelum penyuluhan dan merubah sikap remaja tentang HIV/AIDS terutama dari sikap negatif menjadi positif.
University of Alkhairaat Palu
Title: PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SMAN 6 PALU
Description:
HIV merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Human immunodeficiecy Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit.
Secara global menjadi penyebab kematian nomor dua pada remaja muda usia 10-19 tahun yang rentan terhadap ancaman risiko kesehatan seperti HIV/AIDS akibat perilaku yang mengarah pada hal-hal yang negatif (perilaku seksual bebas, pengguanaan obat terlarang melalui jarum suntik).
Adanya penyuluhan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif untuk menghindari perilaku yang dapat meningkatkan angka kejadian HIV/AIDS.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS di SMAN 6 Palu.
Desain penelitian ini adalah analitik eksperimental menggunakan rancangan ( pre experimental pretest–postest one groups) dengan teknik simple random sampling terhadap 95 siswa SMAN 6 Palu.
Pengukuran tingkat pengetahuan dan sikap menggunakan instrumen kuesioner.
Analisa data menggunakan SPSS 26 dengan uji Wilcoxon dan uji McNemar.
Hasil penelitian saat pretest pada tingkat pengetahuan mengenai HIV/AIDS kategori baik terdapat 10 responden (10,5%), kategori cukup 46 responden (48,4%), kategori kurang 39 responden (41,1%) dan setelah dilakukan penyuluhan, pada postest terjadi peningkatan pengetahuan pada kategori baik sebanyak 78 responden (82,1%), kategori cukup 12 responden (12,6%), dan kategori kurang terdapat 5 responden (5,3%).
Hasil pretest pada sikap mengenai HIV/AIDS, sikap positif sebanyak 24 responden (25,2%), sikap negatif sebanyak 71 responden (74,7%), setelah dilakukan penyuluhan, pada postest terjadi peubahan sikap positif sebanyak 67 responden (70,5%), sikap negatif sebanyak 28 responden (29,5%).
Analisa uji Wilcoxon pada tingkat pengetahuan mengenai HIV/AIDS didapatkan signifikan p= (<α 0,05) dan pada perubahan sikap dengan uji McNemar didapatkan signifikan p = (<α 0,05).
Penyuluhan tentang HIV/AIDS pada remaja di SMAN 6 Palu meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS terutama pada remaja yang mempunyai tingkat pengetahuan cukup atau kurang sebelum penyuluhan dan merubah sikap remaja tentang HIV/AIDS terutama dari sikap negatif menjadi positif.
Related Results
HIV WGS - 400bp Amplicon Tiling - Oxford Nanopore Technology Protocol v1
HIV WGS - 400bp Amplicon Tiling - Oxford Nanopore Technology Protocol v1
OSPHL in collaboration with APHL, will evaluate the performance of the Oxford Nanopore Technology sequencers for HIV genome sequencing using a modified protocol of the ARTIC amplic...
The Hidden Problem of Cross-Reactivity: Challenges in HIV Testing During the COVID-19 Era: A Systematic Review
The Hidden Problem of Cross-Reactivity: Challenges in HIV Testing During the COVID-19 Era: A Systematic Review
Abstract
Introduction
Human immunodeficiency virus (HIV) and Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV2) surface glycoproteins, including shared epitope motifs, sho...
Evaluasi peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan sikap terhadap ODHA di SMK Gelora Jaya Nusantara
Evaluasi peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan sikap terhadap ODHA di SMK Gelora Jaya Nusantara
Background: HIV/AIDS remains a global health problem in Indonesia, with major barriers being misunderstandings, social stigma, and ineffective educational approaches. The level of ...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Capítulo 6 – HIV-AIDS, como tratar, o que fazer e o que não fazer durante o tratamento?
Capítulo 6 – HIV-AIDS, como tratar, o que fazer e o que não fazer durante o tratamento?
A infecção pelo vírus do HIV pode ocorrer de diversas maneiras, tendo sua principal forma a via sexual por meio do sexo desprotegido. O vírus do HIV fica em um período de incubação...
Pengaruh Media Audio Visual terhadap Peningkatan Pengetahuan Seputar HIV / AIDS
Pengaruh Media Audio Visual terhadap Peningkatan Pengetahuan Seputar HIV / AIDS
According to data from the Executive Report on the Development of HIV AIDS and Sexually Transmitted Infectious Diseases (PIMS) for the first quarter of 2022, Central Java Province ...
Sosialisasi Penularan HIV/AIDS Pada Remaja di SMK YPKP Sentani
Sosialisasi Penularan HIV/AIDS Pada Remaja di SMK YPKP Sentani
ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran remaja putra dan putri kelas VII di SMK YPKP Sentani terkait pen...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...

