Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sosialisasi Penularan HIV/AIDS Pada Remaja di SMK YPKP Sentani

View through CrossRef
ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran remaja putra dan putri kelas VII di SMK YPKP Sentani terkait penularan HIV/AIDS. Remaja merupakan kelompok rentan terhadap penyebaran HIV/AIDS, terutama karena kurangnya informasi yang akurat mengenai cara penularan dan pencegahan penyakit ini. Program ini melibatkan penyuluhan yang dilakukan sebanyak empat kali pada remaja putra dan putri kelas VII SMK YPKP dengan menggunakan metode ceramah yang interaktif, serta sesi diskusi yang mendorong partisipasi aktif. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya perilaku sehat dan bertanggung jawab dalam mencegah penularan HIV/AIDS di kalangan remaja. Media yang digunakan dalam penyulahan ini adalah leaflet yang berisi informasi dasar mengenai defenisi HIV/AIDS, mekanisme penularan, gejala, serta cara-cara pencegahan yang dapat dilakukan. Setiap sesi penyuluhan berlangsung selama 30-40 menit, selama penyuluhan peseta antusias dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bahwa penyuluhan yang dilakukan secara berulang menggunakan media yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta, seperti leaflet, dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai penularan HIV/AIDS. Edukasi yang berkelanjutan mengenai penularan HIV/AIDS, sangat penting dalam membentuk perilaku sehat di kalangan remaja. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi model program edukasi serupa di kelas-kelas lainnya dalam rangka pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja. Kata Kunci: HIV/AIDS, Penyuluhan, Penularan, Pencegahan, Remaja, SMK YPKP Sentani.  ABSTRACT This community service activity aims to increase knowledge, understanding and awareness of class VII young men and women at SMK YPKP Sentani regarding the transmission of HIV/AIDS. Adolescents are a vulnerable group to the spread of HIV/AIDS, especially due to the lack of accurate information regarding how to transmit and prevent this disease. This program involves counseling carried out four times for young men and women in class VII of SMK YPKP Sentani using interactive lecture methods, as well as discussion sessions that encourage active participation. Apart from that, this activity also emphasizes the importance of healthy and responsible behavior in preventing the transmission of HIV/AIDS among teenagers. The media used in this education are leaflets which contain basic information regarding the definition of HIV/AIDS, transmission mechanisms, symptoms, and preventive methods that can be taken. Each counseling session lasts 30-40 minutes, during which the counseling participants are enthusiastic and can answer questions correctly. The conclusion from this service activity is that outreach carried out repeatedly using media that suits the needs and characteristics of participants, such as leaflets, can increase teenagers' understanding of HIV/AIDS transmission. Continuous education regarding reproductive health and sexually transmitted diseases, including HIV/AIDS, is very important in shaping healthy behavior among adolescents. It is hoped that this activity can become a model for similar educational programs in other classes in the context of preventing HIV/AIDS among teenagers. Keywords: HIV/AIDS, Counseling, Transmission, Prevention, Teenagers, SMK YPKP Sentani.
Title: Sosialisasi Penularan HIV/AIDS Pada Remaja di SMK YPKP Sentani
Description:
ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran remaja putra dan putri kelas VII di SMK YPKP Sentani terkait penularan HIV/AIDS.
Remaja merupakan kelompok rentan terhadap penyebaran HIV/AIDS, terutama karena kurangnya informasi yang akurat mengenai cara penularan dan pencegahan penyakit ini.
Program ini melibatkan penyuluhan yang dilakukan sebanyak empat kali pada remaja putra dan putri kelas VII SMK YPKP dengan menggunakan metode ceramah yang interaktif, serta sesi diskusi yang mendorong partisipasi aktif.
Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya perilaku sehat dan bertanggung jawab dalam mencegah penularan HIV/AIDS di kalangan remaja.
Media yang digunakan dalam penyulahan ini adalah leaflet yang berisi informasi dasar mengenai defenisi HIV/AIDS, mekanisme penularan, gejala, serta cara-cara pencegahan yang dapat dilakukan.
Setiap sesi penyuluhan berlangsung selama 30-40 menit, selama penyuluhan peseta antusias dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar.
 Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bahwa penyuluhan yang dilakukan secara berulang menggunakan media yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta, seperti leaflet, dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai penularan HIV/AIDS.
Edukasi yang berkelanjutan mengenai penularan HIV/AIDS, sangat penting dalam membentuk perilaku sehat di kalangan remaja.
Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi model program edukasi serupa di kelas-kelas lainnya dalam rangka pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja.
 Kata Kunci: HIV/AIDS, Penyuluhan, Penularan, Pencegahan, Remaja, SMK YPKP Sentani.
  ABSTRACT This community service activity aims to increase knowledge, understanding and awareness of class VII young men and women at SMK YPKP Sentani regarding the transmission of HIV/AIDS.
Adolescents are a vulnerable group to the spread of HIV/AIDS, especially due to the lack of accurate information regarding how to transmit and prevent this disease.
This program involves counseling carried out four times for young men and women in class VII of SMK YPKP Sentani using interactive lecture methods, as well as discussion sessions that encourage active participation.
Apart from that, this activity also emphasizes the importance of healthy and responsible behavior in preventing the transmission of HIV/AIDS among teenagers.
The media used in this education are leaflets which contain basic information regarding the definition of HIV/AIDS, transmission mechanisms, symptoms, and preventive methods that can be taken.
Each counseling session lasts 30-40 minutes, during which the counseling participants are enthusiastic and can answer questions correctly.
The conclusion from this service activity is that outreach carried out repeatedly using media that suits the needs and characteristics of participants, such as leaflets, can increase teenagers' understanding of HIV/AIDS transmission.
Continuous education regarding reproductive health and sexually transmitted diseases, including HIV/AIDS, is very important in shaping healthy behavior among adolescents.
It is hoped that this activity can become a model for similar educational programs in other classes in the context of preventing HIV/AIDS among teenagers.
 Keywords: HIV/AIDS, Counseling, Transmission, Prevention, Teenagers, SMK YPKP Sentani.

Related Results

HIV WGS - 400bp Amplicon Tiling - Oxford Nanopore Technology Protocol v1
HIV WGS - 400bp Amplicon Tiling - Oxford Nanopore Technology Protocol v1
OSPHL in collaboration with APHL, will evaluate the performance of the Oxford Nanopore Technology sequencers for HIV genome sequencing using a modified protocol of the ARTIC amplic...
The Hidden Problem of Cross-Reactivity: Challenges in HIV Testing During the COVID-19 Era: A Systematic Review
The Hidden Problem of Cross-Reactivity: Challenges in HIV Testing During the COVID-19 Era: A Systematic Review
Abstract Introduction Human immunodeficiency virus (HIV) and Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV2) surface glycoproteins, including shared epitope motifs, sho...
Evaluasi peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan sikap terhadap ODHA di SMK Gelora Jaya Nusantara
Evaluasi peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan sikap terhadap ODHA di SMK Gelora Jaya Nusantara
Background: HIV/AIDS remains a global health problem in Indonesia, with major barriers being misunderstandings, social stigma, and ineffective educational approaches. The level of ...
Capítulo 6 – HIV-AIDS, como tratar, o que fazer e o que não fazer durante o tratamento?
Capítulo 6 – HIV-AIDS, como tratar, o que fazer e o que não fazer durante o tratamento?
A infecção pelo vírus do HIV pode ocorrer de diversas maneiras, tendo sua principal forma a via sexual por meio do sexo desprotegido. O vírus do HIV fica em um período de incubação...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Pengaruh Media Audio Visual terhadap Peningkatan Pengetahuan Seputar HIV / AIDS
Pengaruh Media Audio Visual terhadap Peningkatan Pengetahuan Seputar HIV / AIDS
According to data from the Executive Report on the Development of HIV AIDS and Sexually Transmitted Infectious Diseases (PIMS) for the first quarter of 2022, Central Java Province ...
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
Hutan sagu dijumpai di kawasan Danau Sentani, di Papua. Tanaman sagu ini sudah ada sejak nenek moyang etnis Sentani tiba pertama kali di kawasan danau ini, dan pengelolaan hutan sa...
STUDI EPIDEMOLOGI HIV/AIDS DI KABUPATEN JEMBRANA BALI
STUDI EPIDEMOLOGI HIV/AIDS DI KABUPATEN JEMBRANA BALI
ABSTRAK<br />Kecepatan pertumbuhan epidemologi HIV/AIDS dapat disebabkan karena melakukan hubungan seksual<br />dengan resiko yang tinggi misalnya dengan bergonta-ganti...

Back to Top