Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perancangan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Fiber Optik Link Surabaya-Bawean

View through CrossRef
<p><strong>Abstract</strong>. Internet network is an important requirement in the digital era. Indonesia is listed as the country with the highest data traffic growth in the world in 2016. To meet the needs of this data traffic, network access is needed. Indonesia has a geography that mostly covers the ocean. The islands lined up from Sabang to Merauke up to tens of thousands. This large number of islands is a problem in building communication infrastructure. Bawean Island is one of the islands in Indonesia with an area of 197 km2 with a population of more than 100,000 people in 2021. The pre-existing communication access is communication with VSAT using Satellite and Radio Wave Communication. Both types of communication have limitations in bandwidth capacity. In this research, it is proposed to design a Marine Cable Communication System (SKKL) for data access on Bawean Island. Data traffic is sent via optical fibre from the city of Surabaya to the island of Bawean which is 235 km away. In this design, we use a single-mode G.655 cable type and 5 optical amplifiers of the EDFA type. The results of the design show that the power link budget is -9.525 dBm, SNR 25.35 dB, Q-factor 9.26, and BER 1.009×10^-20.</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong>. Jaringan internet merupakan suatu kebutuhan penting di era digital. Indonesia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan trafik data tertinggi di dunia pada 2016. Untuk pemenuhan kebutuhan trafik data ini dibutuhkan akses jaringan. Indonesia memiliki geografis yang sebagian besar meliputi lautan. Pulau-pulau berjajar dari Sabang sampai Merauke jumlahnya hingga puluhan ribu. Jumlah pulau yang banyak inilah yang menjadi permasalahan dalam membangun infrastruktur komunikasi. Pulau Bawean adalah salah satu pulau di Indonesia dengan luas 197 km2 dengan penduduk lebih dari 100.000 jiwa pada tahun 2021. Akses komunikasi yang sudah ada sebelumnya adalah komunikasi dengan VSAT yang memanfaatkan Satelit dan Komunikasi Gelombang Radio. Kedua jenis komunikasi ini memiliki keterbatasan dalam kapasitas bandwidth. Dalam penelitian ini diusulkan perancangan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) untuk akses data pulau Bawean. Trafik data dikirimkan melalui serat optik dari kota Surabaya menuju pulau Bawean yang berjarak 235 km. Dalam perancangan ini menggunakan tipe kabel singlemode G.655 dan 5 buah optikal amplifier jenis EDFA. Hasil perancangan menunjukan besarnya power link budget -9.525 dBm, SNR 25.35 dB, Q-factor 9.26, dan BER 1,009×10^-20.</p>
Title: Perancangan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Fiber Optik Link Surabaya-Bawean
Description:
<p><strong>Abstract</strong>.
Internet network is an important requirement in the digital era.
Indonesia is listed as the country with the highest data traffic growth in the world in 2016.
To meet the needs of this data traffic, network access is needed.
Indonesia has a geography that mostly covers the ocean.
The islands lined up from Sabang to Merauke up to tens of thousands.
This large number of islands is a problem in building communication infrastructure.
Bawean Island is one of the islands in Indonesia with an area of 197 km2 with a population of more than 100,000 people in 2021.
The pre-existing communication access is communication with VSAT using Satellite and Radio Wave Communication.
Both types of communication have limitations in bandwidth capacity.
In this research, it is proposed to design a Marine Cable Communication System (SKKL) for data access on Bawean Island.
Data traffic is sent via optical fibre from the city of Surabaya to the island of Bawean which is 235 km away.
In this design, we use a single-mode G.
655 cable type and 5 optical amplifiers of the EDFA type.
The results of the design show that the power link budget is -9.
525 dBm, SNR 25.
35 dB, Q-factor 9.
26, and BER 1.
009×10^-20.
</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong>.
Jaringan internet merupakan suatu kebutuhan penting di era digital.
Indonesia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan trafik data tertinggi di dunia pada 2016.
Untuk pemenuhan kebutuhan trafik data ini dibutuhkan akses jaringan.
Indonesia memiliki geografis yang sebagian besar meliputi lautan.
Pulau-pulau berjajar dari Sabang sampai Merauke jumlahnya hingga puluhan ribu.
Jumlah pulau yang banyak inilah yang menjadi permasalahan dalam membangun infrastruktur komunikasi.
Pulau Bawean adalah salah satu pulau di Indonesia dengan luas 197 km2 dengan penduduk lebih dari 100.
000 jiwa pada tahun 2021.
Akses komunikasi yang sudah ada sebelumnya adalah komunikasi dengan VSAT yang memanfaatkan Satelit dan Komunikasi Gelombang Radio.
Kedua jenis komunikasi ini memiliki keterbatasan dalam kapasitas bandwidth.
Dalam penelitian ini diusulkan perancangan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) untuk akses data pulau Bawean.
Trafik data dikirimkan melalui serat optik dari kota Surabaya menuju pulau Bawean yang berjarak 235 km.
Dalam perancangan ini menggunakan tipe kabel singlemode G.
655 dan 5 buah optikal amplifier jenis EDFA.
Hasil perancangan menunjukan besarnya power link budget -9.
525 dBm, SNR 25.
35 dB, Q-factor 9.
26, dan BER 1,009×10^-20.
</p>.

Related Results

Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan lokal tradisi Syukur Laut merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir pantai Pamayangsari. Kegiatan ini memiliki nilai nilai tradisi yang bisa dikaji...
Penertiban Pemasangan Tiang Tumpu Fiber Optik di Kota Pekanbaru
Penertiban Pemasangan Tiang Tumpu Fiber Optik di Kota Pekanbaru
Persoalan tiang tumpu fiber optik di Kota Pekanbaru merupakan pemandangan yang tidak asing lagi. Menjamurnya pemasangan kabel serat optik akibat perizinan yang belum efektif dengan...
PENGGUNAAN KABEL FIBER OPTIK
PENGGUNAAN KABEL FIBER OPTIK
Perkembangan teknologi di zaman sekarang berkembang sangat pesat, terutama di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Untuk memanfaatkan teknologi tersebut dibutuhkan internet. ...
Perbandingan Algoritma Boruvka Dan Algoritma Sollin Pada Optimasi Kebutuhan Kabel Fiber Optik Universitas Bengkulu
Perbandingan Algoritma Boruvka Dan Algoritma Sollin Pada Optimasi Kebutuhan Kabel Fiber Optik Universitas Bengkulu
Optimasi adalah hal penting dalam suatu algoritma. Ini dapat menghemat kebutuhan dalam suatu kegiatan. Pada Minimum Spanning Tree, yang ingin dicapai adalah bagaimana semua vertexs...
PENGAWASAN PEMBANGUNAN JARINGAN FIBER OPTIK PADA DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN STATISTIK PROVINSI GORONTALO
PENGAWASAN PEMBANGUNAN JARINGAN FIBER OPTIK PADA DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN STATISTIK PROVINSI GORONTALO
Pengawasan pembangunan jaringan Fiber Optik ini menggunakan desain Fiber to the home (FTTH) berbasis teknologi gigabit passive optical network (GPON). Pengawasan  pembangunan jarin...
Analisis Perubahan Jaringan Telekomunikasi Central Toka LIM4 Wilayah Jatinegara Dari Saluran Tembaga Menjadi Fiber Optik
Analisis Perubahan Jaringan Telekomunikasi Central Toka LIM4 Wilayah Jatinegara Dari Saluran Tembaga Menjadi Fiber Optik
Makalah Komprehensif Analisis Perubahan Jaringan Telekomunikasi Central Toka LIM 4 Wilayah Jatinegara Dari Saluran Tembaga Menjadi Fiber Optik bertujuan untuk menganalisis perubaha...
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
Era revolusi industri 4.0 telah memaksa dunia bergerak kedalam trend digital dan internet di berbagai lini kehidupan bermasyarakat. Hal ini telah direspons secara positif oleh peme...

Back to Top