Javascript must be enabled to continue!
Analisis Semiotik Peribahasa Banjar Bersumberkan Ular (Serpentes)
View through CrossRef
Abstrak. Kajian ini akan berpandukan kerangka semiotik oleh Pierce (1965) dalam menganalisis peribahasa masyarakat Banjar. Sejumlah tiga data telah diperoleh melalui Ayuhak Bapandik – Supaan Bapandir Bahasa Rangkai, Kada Bapandir Bahasa Pupus yang bersumberkan ular (Serpentes). Hasil kajian mendapati bahawa, perlambangan ular dalam peribahasa masyarakat Banjar merujuk kepada aspek kelemahan berdasarkan makna harfiah peribahasa tersebut dan disokong menggunakan pendekatan semiotik Pierce (1965). Oleh hal demikian, kajian ini mampu menghuraikan pertalian antara pemikiran dan perlambangan yang digunakan oleh masyarakat Banjar dan seterusnya menjawab persoalan tentang lambang ular dalam peribahasa Banjar ini. Kata Kunci— semiotik; peribahasa; masyarakat Banjar; haiwan; ular (Serpentes) Abstract. This study will use the semiotic framework by Pierce (1965) in analysing the Banjar proverbs. A total of three data has been obtained through Ayuhak Bapandik – Supaan Bapandir Bahasa Rangkai, Kada Bapandir Bahasa Pupus related to the snake (Serpentes). The findings show that the snake representation in the Banjar proverb refers to the aspect of weaknesses based on the literal meaning of the proverb and supported by the Pierce semiotic approach (1965). Therefore, this study is able to elaborate the relationship between the thinking and symbolism used by the Banjar community and answering the question on the use of snake symbol in this Banjar proverb. Keywords— semiotic; proverbs; Banjar community; animal; snake (Serpentes)
Title: Analisis Semiotik Peribahasa Banjar Bersumberkan Ular (Serpentes)
Description:
Abstrak.
Kajian ini akan berpandukan kerangka semiotik oleh Pierce (1965) dalam menganalisis peribahasa masyarakat Banjar.
Sejumlah tiga data telah diperoleh melalui Ayuhak Bapandik – Supaan Bapandir Bahasa Rangkai, Kada Bapandir Bahasa Pupus yang bersumberkan ular (Serpentes).
Hasil kajian mendapati bahawa, perlambangan ular dalam peribahasa masyarakat Banjar merujuk kepada aspek kelemahan berdasarkan makna harfiah peribahasa tersebut dan disokong menggunakan pendekatan semiotik Pierce (1965).
Oleh hal demikian, kajian ini mampu menghuraikan pertalian antara pemikiran dan perlambangan yang digunakan oleh masyarakat Banjar dan seterusnya menjawab persoalan tentang lambang ular dalam peribahasa Banjar ini.
Kata Kunci— semiotik; peribahasa; masyarakat Banjar; haiwan; ular (Serpentes) Abstract.
This study will use the semiotic framework by Pierce (1965) in analysing the Banjar proverbs.
A total of three data has been obtained through Ayuhak Bapandik – Supaan Bapandir Bahasa Rangkai, Kada Bapandir Bahasa Pupus related to the snake (Serpentes).
The findings show that the snake representation in the Banjar proverb refers to the aspect of weaknesses based on the literal meaning of the proverb and supported by the Pierce semiotic approach (1965).
Therefore, this study is able to elaborate the relationship between the thinking and symbolism used by the Banjar community and answering the question on the use of snake symbol in this Banjar proverb.
Keywords— semiotic; proverbs; Banjar community; animal; snake (Serpentes).
Related Results
Analisis Semiotik Peribahasa Banjar Bersumberkan Ular (Serpentes)
Analisis Semiotik Peribahasa Banjar Bersumberkan Ular (Serpentes)
Abstrak. Kajian ini akan berpandukan kerangka semiotik oleh Pierce (1965) dalam menganalisis peribahasa masyarakat Banjar. Sejumlah tiga data telah diperoleh melalui Ayuhak Bapandi...
PERBANDINGAN MAKNA PADA PERIBAHASA MANDARIN DAN PERIBAHASA INDONESIA YANG MENGGUNAKAN KATA ‘AIR’
PERBANDINGAN MAKNA PADA PERIBAHASA MANDARIN DAN PERIBAHASA INDONESIA YANG MENGGUNAKAN KATA ‘AIR’
Mempelajari bahasa Mandarin tidak bisa terlepas dari mempelajari peribahasanya. Sebagai bagian penting dari pembentuk kosakata bahasa Mandarin, peribahasa bukan hanya merupakan sat...
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM PERIBAHASA BANJAR
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM PERIBAHASA BANJAR
Nilai-nilai religius banyak tersimpan dalam sastra Banjar, seperti peribahasa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan nilai-nilai religius yang terdapat dalam peribahas...
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Ba...
NILAI KEPEMIMPINAN DALAM BUKU PERIBAHASA BANJAR “BARUH URANG DIKARUNI, BARUH SAURANG TAUNG” KARYA Y.S. AGUS SUSENO (THE VALUE OF LEADERSHIP IN BANJAR'S BOOK OF PROVERBS “BARUH URANG DIKARUNI, BARUH SAURANG TAUNG” BY Y.S. AGUS SUSENO)
NILAI KEPEMIMPINAN DALAM BUKU PERIBAHASA BANJAR “BARUH URANG DIKARUNI, BARUH SAURANG TAUNG” KARYA Y.S. AGUS SUSENO (THE VALUE OF LEADERSHIP IN BANJAR'S BOOK OF PROVERBS “BARUH URANG DIKARUNI, BARUH SAURANG TAUNG” BY Y.S. AGUS SUSENO)
AbstractThe Value of Leadership In Banjar's Book of Proverbs “Baruh Urang Dikaruni, Baruh Saurang Taung” By Y.S. Agus Suseno. The study's overarching goal is to protect indigenous ...
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Kelayakan Finansial Agroindustri Tempe yang dijalankan oleh seorang Perajin Tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota...
PERIBAHASA SUNDA (Kajian Struktur, Semantik, dan Psikolinguistik)
PERIBAHASA SUNDA (Kajian Struktur, Semantik, dan Psikolinguistik)
Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan struktur peribahasa Sundaditinjau dari unsur fungsional sintaksisnya (tata kalimat), menganalisis dan mendeskripsika...
Perbandingan Kotowaza yang Mengandung Kata "Inu" dengan Padanan dalam Peribahasa Indonesia
Perbandingan Kotowaza yang Mengandung Kata "Inu" dengan Padanan dalam Peribahasa Indonesia
Kotowaza atau peribahasa dalam bahasa Jepang merupakan kalimat kiasan yang digunakan sebagai pengajaran atau sindiran. Beberapa Kotowaza memiliki makna yang serupa dengan peribahas...

