Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Review Aktivitas Analgesik Kenanga (Cananga odorata) dan Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dalam Usada Tenung Tanyalara

View through CrossRef
Pemanfaatan obat tradisional termasuk ke dalam kekayaan budaya Indonesia yang didasarkan pada pengetahuan dan kepercayaan berbagai etnis. Usada Tenung Tanyara merupakan naskah tulisan yang memuat sistem pengobatan enam golongan penyakit yakni demam, gangguan pernapasan, gangguan sistem pencernaan, nyeri tubuh, bengkak, dan gatal pada kulit. Usada Tenung Tanyalara memuat tanaman herbal yang digunakan untuk mengurangi rasa nyeri yakni Cananga odorata dan Curcuma xanthorrhiza. Nyeri merupakan rasa tidak nyaman yang berkaitan dengan adanya gangguan pada tubuh atau adanya kerusakan pada jaringan. Tujuan penulisan review artikel ini adalah mengetahui keselarasan efek farmakologi dan toksisitas tanaman terpilih dengan efek empiris yang terdapat dalam Usada Tenung Tanyalara sebagai analgesik serta batas keamanan dosis dalam penggunaannya melalui studi preklinik dan klinik. Artikel dibuat dengan melakukan studi literatur dari berbagai hasil penelitian yang dipublikasikan secara online di lingkup nasional dan internasional. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh informasi bahwa Cananga odorata dan Curcuma xanthorriza dapat mengurangi rasa nyeri melalui uji in vivo dan uji klinik dalam bentuk ekstrak maupun minyak atsiri. Aktivitas analgesik pada Cananga odorata diduga disebabkan oleh senyawa E)-β-caryophyllene yang dapat menginduksi penurunan COX-2 sehingga mengurangi rasa nyeri yang timbul. Pada Curcuma xanthorrhiza, aktivitas analgesik diduga berasal dari senyawa xanthorrhizol dengan mekanisme mereduksi COX-2 dan iNOS sehingga mengurangi produksi prostaglandin dan mengurangi timbulnya nyeri. Dosis toksik Cananga odorata dan Curcuma xanthorrhiza adalah > 5000 mg/kg BB sehingga dikategorikan tidak toksik. Berdasarkan studi literatur, disimpulkan bahwa terdapat kesesuaian efek farmakologis pada penggunaan empiris Usada Tenung Tanyalara dengan hasil uji ilmiah sebagai analgesik dan dianggap aman untuk digunakan.
Title: Review Aktivitas Analgesik Kenanga (Cananga odorata) dan Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dalam Usada Tenung Tanyalara
Description:
Pemanfaatan obat tradisional termasuk ke dalam kekayaan budaya Indonesia yang didasarkan pada pengetahuan dan kepercayaan berbagai etnis.
Usada Tenung Tanyara merupakan naskah tulisan yang memuat sistem pengobatan enam golongan penyakit yakni demam, gangguan pernapasan, gangguan sistem pencernaan, nyeri tubuh, bengkak, dan gatal pada kulit.
Usada Tenung Tanyalara memuat tanaman herbal yang digunakan untuk mengurangi rasa nyeri yakni Cananga odorata dan Curcuma xanthorrhiza.
Nyeri merupakan rasa tidak nyaman yang berkaitan dengan adanya gangguan pada tubuh atau adanya kerusakan pada jaringan.
Tujuan penulisan review artikel ini adalah mengetahui keselarasan efek farmakologi dan toksisitas tanaman terpilih dengan efek empiris yang terdapat dalam Usada Tenung Tanyalara sebagai analgesik serta batas keamanan dosis dalam penggunaannya melalui studi preklinik dan klinik.
Artikel dibuat dengan melakukan studi literatur dari berbagai hasil penelitian yang dipublikasikan secara online di lingkup nasional dan internasional.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh informasi bahwa Cananga odorata dan Curcuma xanthorriza dapat mengurangi rasa nyeri melalui uji in vivo dan uji klinik dalam bentuk ekstrak maupun minyak atsiri.
Aktivitas analgesik pada Cananga odorata diduga disebabkan oleh senyawa E)-β-caryophyllene yang dapat menginduksi penurunan COX-2 sehingga mengurangi rasa nyeri yang timbul.
Pada Curcuma xanthorrhiza, aktivitas analgesik diduga berasal dari senyawa xanthorrhizol dengan mekanisme mereduksi COX-2 dan iNOS sehingga mengurangi produksi prostaglandin dan mengurangi timbulnya nyeri.
Dosis toksik Cananga odorata dan Curcuma xanthorrhiza adalah > 5000 mg/kg BB sehingga dikategorikan tidak toksik.
Berdasarkan studi literatur, disimpulkan bahwa terdapat kesesuaian efek farmakologis pada penggunaan empiris Usada Tenung Tanyalara dengan hasil uji ilmiah sebagai analgesik dan dianggap aman untuk digunakan.

Related Results

Profil Fitokimia dan Aktivitas Bioaktif Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Berdasarkan Kajian Literatur
Profil Fitokimia dan Aktivitas Bioaktif Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Berdasarkan Kajian Literatur
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) is an indigenous medicinal plant of Indonesia that has been widely used in traditional medicine and shows considerable potential in the healt...
Postharvest quality and storage life of Kuini (Mangifera Odorata Griff) at different storage temperature
Postharvest quality and storage life of Kuini (Mangifera Odorata Griff) at different storage temperature
Mangifera Odorata or locally called Kuini, is a mango species with attractive striking orange flesh and have strong and unique smell, make it special in local market. Research is b...
ANALISIS EKSERGI PENGERINGAN IRISAN TEMULAWAK
ANALISIS EKSERGI PENGERINGAN IRISAN TEMULAWAK
Java turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) is a medicinal plant used as raw material for making herbal medicine, its rhizome cut into slices and dried so called simplicia. Curcuma ...
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZA ROXB) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM RAS PETELUR
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZA ROXB) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM RAS PETELUR
Penelitian ini bertujuan untuk melihat Kualitas Telur (bobot telur,  Tebal Cangkang, Indeks Putih dan Kuning Telur) ayam ras petelur yang diberikan tepung temulawak dengan konsentr...
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK GRANUL EFFERVESCENT DARI TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb)
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK GRANUL EFFERVESCENT DARI TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb)
Abstrak. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) merupakan tanaman obat unggulan Indonesia yang perlu dikembangkan dan dimanfaatkan. Temu lawak mengandung berbagai senyawa kimia pati...
Model Pengembangan Kelembagaan Kemitraan dan Pemasaran Temulawak di Kota Semarang
Model Pengembangan Kelembagaan Kemitraan dan Pemasaran Temulawak di Kota Semarang
<div>Produk biofarmaka, yang salah satunya berasal dari tumbuhan, sangat berpotensi dalam pengembangan Industri Obat Tradisional (IOT) dan kosmetika di Indonesia. Penggunaa...
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Potensi Antibakteri Ekstrak Rimpang Temulawak Secara in Vitro dengan Metode Mikrodilusi
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Potensi Antibakteri Ekstrak Rimpang Temulawak Secara in Vitro dengan Metode Mikrodilusi
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) sudah terbukti memiliki berbagai aktivitas farmakologi, termasuk sebagai antibakteri. Aktivitas tersebut pada tanaman dapat dipengaruhi oleh ...
Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Inovasi Pengolahan Tanaman Apotek Hidup (Temulawak) Menjadi Puding Temulawak
Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Inovasi Pengolahan Tanaman Apotek Hidup (Temulawak) Menjadi Puding Temulawak
Real Work Lectures (KKN) is a form of student service to society and is one part of the Tri Dharma of Higher Education. This KKN activity was carried out in Kalisemo Village, Loano...

Back to Top