Javascript must be enabled to continue!
Disain dan Implementasi Atenna BOW TIE Pada Frekuensi 750 MHz Untuk Aplikasi Penerima TV
View through CrossRef
Antena yang bekerja pada band UHF , banyak jenisnya antara lain : antena dipole 1/2l, antena Yagi-Uda array, antena log periodik dan sebagainya. Antena jenis ini, dimensi fisiknya disesuaikan dengan panjang gelombang. Semakin tinggi frekuensi kerja, semakin pendek panjang gelombangnya, sehingga semakin pendek pula panjang fisik antenna tersebut. Antena bow tie juga sering digunakan sebagai antena penerima TV , selain cukup mudah pembuatannya, sederhana dan gainnya cukup besar. Pada penelitian ini, antena yang disain adalah antena jenis bow tie (kupu-kupu) yang bekerja pada frekuensi UHF yaitu 750 Mhz, disusun secara array, selanjutnya dicatu dengan balun 4:1 (impedansi antena 300 ? ke 75 ?), menggunakan balun toroida dengan inti udara, agar bisa matching dengan impedansi kabel koaxial 75 ?. Bahan antena dari alumunium(solid). Adapun tempat penelitian dilaksanakan di laboratorium Telekomunikasi Polinema.
Hasil Pengujian antena pada frekuensi kerja yakni 750 Mhz, menunjukkan bahwa nilai RL (retrun loss) : - 11 dB, koefisien pantul ? = 0,282 dan besarnya nilai VSWR = 1,786 . Sedang untuk pengukuran gain tertinggi terjadi pada frekuensi : 567,25 Mhz (kanal 33) yakni 10,45 dB, dan gain rata-rata antena adalah 3,19 dB. Karena harga VSWR lebih kecil dari 2, maka dapat dikatakan bahwa antena bow tie masih cukup layak atau bagus , telah memenuhi kreteria dari suatu parameter antena.
Politeknik Negeri Malang
Title: Disain dan Implementasi Atenna BOW TIE Pada Frekuensi 750 MHz Untuk Aplikasi Penerima TV
Description:
Antena yang bekerja pada band UHF , banyak jenisnya antara lain : antena dipole 1/2l, antena Yagi-Uda array, antena log periodik dan sebagainya.
Antena jenis ini, dimensi fisiknya disesuaikan dengan panjang gelombang.
Semakin tinggi frekuensi kerja, semakin pendek panjang gelombangnya, sehingga semakin pendek pula panjang fisik antenna tersebut.
Antena bow tie juga sering digunakan sebagai antena penerima TV , selain cukup mudah pembuatannya, sederhana dan gainnya cukup besar.
Pada penelitian ini, antena yang disain adalah antena jenis bow tie (kupu-kupu) yang bekerja pada frekuensi UHF yaitu 750 Mhz, disusun secara array, selanjutnya dicatu dengan balun 4:1 (impedansi antena 300 ? ke 75 ?), menggunakan balun toroida dengan inti udara, agar bisa matching dengan impedansi kabel koaxial 75 ?.
Bahan antena dari alumunium(solid).
Adapun tempat penelitian dilaksanakan di laboratorium Telekomunikasi Polinema.
Hasil Pengujian antena pada frekuensi kerja yakni 750 Mhz, menunjukkan bahwa nilai RL (retrun loss) : - 11 dB, koefisien pantul ? = 0,282 dan besarnya nilai VSWR = 1,786 .
Sedang untuk pengukuran gain tertinggi terjadi pada frekuensi : 567,25 Mhz (kanal 33) yakni 10,45 dB, dan gain rata-rata antena adalah 3,19 dB.
Karena harga VSWR lebih kecil dari 2, maka dapat dikatakan bahwa antena bow tie masih cukup layak atau bagus , telah memenuhi kreteria dari suatu parameter antena.
.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Emergence of Bow-tie Architecture in Evolving Feedforward Networks
Emergence of Bow-tie Architecture in Evolving Feedforward Networks
Abstract
Bow-tie architecture is a layered network structure that has a narrow middle layer with multiple inputs and outputs. Such structures are widely seen in the...
PERFORMANSI GAIN ANTENA PF1000S MENGGANTI ELEMEN DRIVEN K-SHAPE DENGAN ELEMEN BOW-TIE
PERFORMANSI GAIN ANTENA PF1000S MENGGANTI ELEMEN DRIVEN K-SHAPE DENGAN ELEMEN BOW-TIE
Antena sistem komunikasi nirkabel (wireless) merupakan perangkat yang berfungsi mentransmisikan sinyal dan sebagai penerima sinyal. Permasalahan utama pada komunikasi wireless yan...
Analisis Pengaruh Pengunaan Ulstein X-Bow pada Kapal Perintis Type 750 DWT Terhadap Nilai Hambatan dengan Metode Computational Fluid Dynamics
Analisis Pengaruh Pengunaan Ulstein X-Bow pada Kapal Perintis Type 750 DWT Terhadap Nilai Hambatan dengan Metode Computational Fluid Dynamics
ABSTRAKHambatan merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah kapal. Salah satu upaya untuk mengurangi hambatan adalah memodifikasi bentuk haluan kapal den...
Simulasi Perancangan Indoor Building Coverage (IBC) Pada Jaringan 4g LTE Frekuensi 850 Mhz dan 2300 Mhz Di RSUD Banyumas Menggunakan RPS 5.4
Simulasi Perancangan Indoor Building Coverage (IBC) Pada Jaringan 4g LTE Frekuensi 850 Mhz dan 2300 Mhz Di RSUD Banyumas Menggunakan RPS 5.4
Perkembangan teknologi wireless semakin lama semakin berkembang pesat terutama perkembangan komunikasi data dengan kecepatan tinggi. Saat ini teknologi yang sedang berkemb...
Estimating Deterioration in the Concrete Tie-Ballast Interface Based on Vertical Tie Deflection Profile: A Numerical Study
Estimating Deterioration in the Concrete Tie-Ballast Interface Based on Vertical Tie Deflection Profile: A Numerical Study
In ballasted concrete tie track, the tie-ballast interface can deteriorate resulting in concrete tie bottom abrasion, ballast pulverization and/or voids in tie-ballast interfaces. ...
Pengaruh Feedback dan Motivasi Latihan Terhadap Keterampilan Passing Control Sepak Bola
Pengaruh Feedback dan Motivasi Latihan Terhadap Keterampilan Passing Control Sepak Bola
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang perbedaan variabel bebas terhadap variabel terikat. Terdapat dua variabel bebas dalam penelitian ini, yaitu perlakuan lat...

