Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Simulasi Perancangan Indoor Building Coverage (IBC) Pada Jaringan 4g LTE Frekuensi 850 Mhz dan 2300 Mhz Di RSUD Banyumas Menggunakan RPS 5.4

View through CrossRef
   Perkembangan teknologi wireless semakin lama semakin berkembang pesat terutama perkembangan komunikasi data dengan kecepatan tinggi. Saat ini teknologi yang sedang berkembang adalah teknologi LTE. Perencanaan jaringan indoor dilakukan karena user yang berada di dalam gedung mendapatkan kualitas sinyal yang buruk karena cakupan jaringan yang berada diluar gedung tidak dapat mengcover user yang berada di dalam gedung. Dalam perancangan dilakukan di dua gedung RSUD Banyumas yaitu Gedung IGD dan Thalasemia menggunakan software RPS. Penelitian menggunakan 2 skenario dengan frekuensi 850 Mhz dan 2300 Mhz serta kombinasi antara frekuensi 2300 MHz dan 850 MHz. Jumlah FAP didapat dari perhitungan link budget dengan  model propagasi Cost 231-Multiwall. Untuk jumlah FAP kapasitas diperoleh 8 FAP dan untuk coverage sebanyak 12 FAP pada frekuensi 2300 Mhz, serta 5 FAP dengan frekuensi 850 MHz.  Hasil terbaik berdasarkan coverage menggunakan skenario 1. Untuk frekuensi 850 MHz di Gedung IGD RSRP sebesar -10.23 dBm dengan SINR sebesar 17.02 dB dan pada Gedung Thalasemia RSRP sebesar -11.30 dBm dengan SINR sebesar 11.28 dB. Untuk frekuensi 2300 MHz di Gedung IGD RSRP sebesar -18.33 dBm dengan SINR sebesar 9.8 dB dan pada Gedung Thalasemia RSRP sebesar -22.49 dBm dengan SINR sebesar 8.71 dB. Sedangkan untuk penggunaan kombinasi frekuensi 2300 MHz dan 850 MHz di Gedung IGD RSRP sebesar -9.44 dBm dengan SINR sebesar 11.52 dB dan pada Gedung Thalasemia RSRP sebesar -10.97 dBm dengan SINR sebesar 8.8 dB.  
Title: Simulasi Perancangan Indoor Building Coverage (IBC) Pada Jaringan 4g LTE Frekuensi 850 Mhz dan 2300 Mhz Di RSUD Banyumas Menggunakan RPS 5.4
Description:
   Perkembangan teknologi wireless semakin lama semakin berkembang pesat terutama perkembangan komunikasi data dengan kecepatan tinggi.
Saat ini teknologi yang sedang berkembang adalah teknologi LTE.
Perencanaan jaringan indoor dilakukan karena user yang berada di dalam gedung mendapatkan kualitas sinyal yang buruk karena cakupan jaringan yang berada diluar gedung tidak dapat mengcover user yang berada di dalam gedung.
Dalam perancangan dilakukan di dua gedung RSUD Banyumas yaitu Gedung IGD dan Thalasemia menggunakan software RPS.
Penelitian menggunakan 2 skenario dengan frekuensi 850 Mhz dan 2300 Mhz serta kombinasi antara frekuensi 2300 MHz dan 850 MHz.
Jumlah FAP didapat dari perhitungan link budget dengan  model propagasi Cost 231-Multiwall.
Untuk jumlah FAP kapasitas diperoleh 8 FAP dan untuk coverage sebanyak 12 FAP pada frekuensi 2300 Mhz, serta 5 FAP dengan frekuensi 850 MHz.
  Hasil terbaik berdasarkan coverage menggunakan skenario 1.
Untuk frekuensi 850 MHz di Gedung IGD RSRP sebesar -10.
23 dBm dengan SINR sebesar 17.
02 dB dan pada Gedung Thalasemia RSRP sebesar -11.
30 dBm dengan SINR sebesar 11.
28 dB.
Untuk frekuensi 2300 MHz di Gedung IGD RSRP sebesar -18.
33 dBm dengan SINR sebesar 9.
8 dB dan pada Gedung Thalasemia RSRP sebesar -22.
49 dBm dengan SINR sebesar 8.
71 dB.
Sedangkan untuk penggunaan kombinasi frekuensi 2300 MHz dan 850 MHz di Gedung IGD RSRP sebesar -9.
44 dBm dengan SINR sebesar 11.
52 dB dan pada Gedung Thalasemia RSRP sebesar -10.
97 dBm dengan SINR sebesar 8.
8 dB.
 .

Related Results

Strategi Refarming Frekuensi 1800 MHz Untuk Implementasi LTE di Indonesia
Strategi Refarming Frekuensi 1800 MHz Untuk Implementasi LTE di Indonesia
LTE adalah teknologi yang digunakan dalam generasi keempat dengan arsitektur yang lebih sederhana dan semua berbasis IP (Internet Protocol). Teknologi baru ini membutuhkan spektrum...
Abstract P3-08-07: Comparison of the genomic alterations in metastatic inflammatory and non-inflammatory breast cancer
Abstract P3-08-07: Comparison of the genomic alterations in metastatic inflammatory and non-inflammatory breast cancer
Abstract Background:. Inflammatory breast cancer (IBC) represents a rare (~1-5% of all breast cancers, BC) and particularly aggressive type of BC, accounting for rou...
Cellular and Wi-Fi technologies evolution: from complementarity to competition
Cellular and Wi-Fi technologies evolution: from complementarity to competition
This PhD thesis has the characteristic to span over a long time because while working on it, I was working as a research engineer at CTTC with highly demanding development duties. ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
A microRNA Expression Profile Consisting of 12 microRNAs Is Associated with Inflammatory Breast Cancer.
A microRNA Expression Profile Consisting of 12 microRNAs Is Associated with Inflammatory Breast Cancer.
Abstract Introduction: Inflammatory breast cancer (IBC) is an aggressive form of breast cancer with a dismal clinical outcome. In the past we showed that IBC is char...
ANALISIS PERANCANGAN LTE HOME PADA JARINGAN 4G LTE BERBASIS OPEN RADIO ACCESS NETWORK
ANALISIS PERANCANGAN LTE HOME PADA JARINGAN 4G LTE BERBASIS OPEN RADIO ACCESS NETWORK
Penelitian tentang LTE berlanjut hingga teknologi generasi kelima secara resmi ditetapkan oleh badan standar. Ketersediaan jaringan transmisi berbasis serat optik mendorong riset u...
Synergistic Effect of Lapatinib and the Class 1 HDAC Inhibitor SNDX-275 in Breast Cancer.
Synergistic Effect of Lapatinib and the Class 1 HDAC Inhibitor SNDX-275 in Breast Cancer.
Abstract Background: Inflammatory breast cancer (IBC) is a rare but aggressive form of primary breast cancer with high metastasis rates and poor survival outcomes in...

Back to Top