Javascript must be enabled to continue!
KONTROVERSI TENTANG KISAH GHARANIQ: STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN FAKHRUDDIN AR-RAZI DAN JALALUDDIN AS-SUYUTHITERKAIT QS. AL-HAJJ AYAT 52
View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji QS. al-Hajj ayat 52 dalam konteks kisah gharaniq melalui studi komparatif penafsiran dua tokoh besar dalam sejarah tafsir, yaitu Fakhruddin Ar-Razi dan Jalaluddin as-Suyuthi. Kisah Gharaniq merujuk pada peristiwa yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw. terpedaya oleh setan sehingga mengucapkan kalimat yang tidak termasuk bagian dari wahyu, yang kemudian menjadi bahan perdebatan di kalangan ulama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemikiran dan pemahaman kedua mufassir dalam konteks kisah gharaniq terutama interpretasinya terhadap QS. al-Hajj ayat 52. Melalui metode deskriptif komparatif, penelitian ini menemukan bahwa Fakhruddin ar-Razi secara jelas menentang kisah ini dengan memaparkan banyak argumen, sedangkan as-Suyuthi cenderung menerimanya terbukti dengan banyak menghadirkan riwayat mengenai gharaniq tanpa memberikan penolakan yang pasti.
Yayasan Baitul Hikmah al-Zain
Title: KONTROVERSI TENTANG KISAH GHARANIQ: STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN FAKHRUDDIN AR-RAZI DAN JALALUDDIN AS-SUYUTHITERKAIT QS. AL-HAJJ AYAT 52
Description:
Penelitian ini mengkaji QS.
al-Hajj ayat 52 dalam konteks kisah gharaniq melalui studi komparatif penafsiran dua tokoh besar dalam sejarah tafsir, yaitu Fakhruddin Ar-Razi dan Jalaluddin as-Suyuthi.
Kisah Gharaniq merujuk pada peristiwa yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw.
terpedaya oleh setan sehingga mengucapkan kalimat yang tidak termasuk bagian dari wahyu, yang kemudian menjadi bahan perdebatan di kalangan ulama.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemikiran dan pemahaman kedua mufassir dalam konteks kisah gharaniq terutama interpretasinya terhadap QS.
al-Hajj ayat 52.
Melalui metode deskriptif komparatif, penelitian ini menemukan bahwa Fakhruddin ar-Razi secara jelas menentang kisah ini dengan memaparkan banyak argumen, sedangkan as-Suyuthi cenderung menerimanya terbukti dengan banyak menghadirkan riwayat mengenai gharaniq tanpa memberikan penolakan yang pasti.
.
Related Results
Morals of Doctor According to Abū Bakr al-Rāzī’s View
Morals of Doctor According to Abū Bakr al-Rāzī’s View
Islamic civilization had ever got a doctor on the medical fields known as Rhazes to the West, he was labelled as “al-mulḥid” due to his controversial thoughts on prophetic concept....
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Qashas Al-Qur’an (Studi Sintesis Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an)
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Qashas Al-Qur’an (Studi Sintesis Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an)
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan konsep kisah Al-Qur’an tentang pendidikan karakter dan relevansi kisah-kisah dalam Al-Qur’an dengan Pendidikan karakter. L...
Kisah Nabi Adam dan Hawa Prespektif Tafsir Al-Qurthubi
Kisah Nabi Adam dan Hawa Prespektif Tafsir Al-Qurthubi
Abstract: The story of the Qur'an is a medium for conveying moral messages in the context of forming a people who have noble character. The stories in the Al-Qur'an are a method fo...
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami stres, yang mendorong kita untuk melakukan coping stres supaya kita tidak terjebak dan terpuruk karenanya. Kajian coping str...
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
Salah satu permasalahan yang direspons secara berbeda antara periode Makkah dan periode Madinah adalah masalah khamr. Hal ini terlihat pada perbedaan konstruksi ayat-ayat khamr Mak...
Makna Ikhlas dalam Tafsir Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr
Makna Ikhlas dalam Tafsir Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr
Konsep ikhlas merupakan nilai fundamental dalam Islam yang telah diinterpretasikan secara mendalam oleh para mufassir, seperti Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr, yang memberikan kon...
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Haji reguler, haji plus, dan haji furoda adalah jenis-jenis program haji yang berbeda dengan fitur dan ketentuan masing-masing: Haji Reguler: Program ini merupakan haji yang dilaku...
PELAKSANAAN BADAL HAJI SEBAGAI PROFIT DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (The Implementation of The Badal Hajj As Profit In Terms Of Islamic Law)
PELAKSANAAN BADAL HAJI SEBAGAI PROFIT DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (The Implementation of The Badal Hajj As Profit In Terms Of Islamic Law)
Badal haji merupakan ibadah haji yang dilakukan seorang muslim untuk menggantikan pelaksanaan ibadah haji orang lain. Badal haji identik dengan upah karena ibadah haji yang diganti...

