Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS SISTEM PENGEREMAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU TIPE VERTIKAL DENGAN KAPASITAS 450 WATT
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengereman yang digunakan pada pembangkit listrik tenaga bayu tipe vertikal untuk kapasitas 450 watt. Pembangkit listrik tenaga bayu digunakan untuk membangkitkan energi listrik dengan memanfaatkan energi angin. Pada pembangkit listrik tenaga angin sistem pengereman berfungsi untuk mengurangi kecepatan hingga menghentikan putaran baling-baling. Tujuannya agar pembangkit listrik tetap bekerja pada titik aman pada saat terjadi angin yang sangat kencang Sistem pengereman pada pembangkit listrik tipe vertikal ini menggunakan tipe rem tromol. Hasil penelitian ini menunjukan berapa gaya yang bekerja pada setiap sepatu rem serta berapa waktu yang diperlukan dan gaya yang diperlukan untuk melakukan pengereman pada setiap kecepatan angin yang berbeda-beda. Gaya yang bekerja pada sepatu rem 1 terhadap O1 sebesar 1.013 N, gaya yang bekerja pada sepatu rem 2 terhadap O2 sebesar 1.094 N. Waktu yang diperlukan untuk melakukan pengereman pada kecepatan angin 6,1 m/s adalah 0,9 detik dengan gaya pengereman sebesar 54,194 N.
Universitas Muhammadiyah Tangerang
Title: ANALISIS SISTEM PENGEREMAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU TIPE VERTIKAL DENGAN KAPASITAS 450 WATT
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengereman yang digunakan pada pembangkit listrik tenaga bayu tipe vertikal untuk kapasitas 450 watt.
Pembangkit listrik tenaga bayu digunakan untuk membangkitkan energi listrik dengan memanfaatkan energi angin.
Pada pembangkit listrik tenaga angin sistem pengereman berfungsi untuk mengurangi kecepatan hingga menghentikan putaran baling-baling.
Tujuannya agar pembangkit listrik tetap bekerja pada titik aman pada saat terjadi angin yang sangat kencang Sistem pengereman pada pembangkit listrik tipe vertikal ini menggunakan tipe rem tromol.
Hasil penelitian ini menunjukan berapa gaya yang bekerja pada setiap sepatu rem serta berapa waktu yang diperlukan dan gaya yang diperlukan untuk melakukan pengereman pada setiap kecepatan angin yang berbeda-beda.
Gaya yang bekerja pada sepatu rem 1 terhadap O1 sebesar 1.
013 N, gaya yang bekerja pada sepatu rem 2 terhadap O2 sebesar 1.
094 N.
Waktu yang diperlukan untuk melakukan pengereman pada kecepatan angin 6,1 m/s adalah 0,9 detik dengan gaya pengereman sebesar 54,194 N.
Related Results
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM PENJADWALAN EKONOMIS PADA UNIT – UNIT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (PLTD) UNTUK MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) DI KOTA KUPANG
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM PENJADWALAN EKONOMIS PADA UNIT – UNIT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (PLTD) UNTUK MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) DI KOTA KUPANG
Sistem tenaga listrik yang besar yang memiliki pembangkit-pembangkit termal seperti PLTU, PLTD dan PLTG akan menghadapi permasalahan dalam hal biaya bahan bakar untuk pengoperasia...
Perbaikan Keandalan PLTU Tembilahan dengan Penambahan Kapasitas Pembangkit
Perbaikan Keandalan PLTU Tembilahan dengan Penambahan Kapasitas Pembangkit
Untuk memastikan keandalan sistem pembangkit yang baik, adanya unit pembangkit yang beroperasi atau cadangan daya yang memadai di sistem pembangkit sangatlah penting. Ketersediaan ...
Studi Kelayakan Aspek Finansial Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Piko-hidro untuk Listrik Desa dengan Penggerak Mula Pompa Sentrifugal Sebagai Turbin
Studi Kelayakan Aspek Finansial Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Piko-hidro untuk Listrik Desa dengan Penggerak Mula Pompa Sentrifugal Sebagai Turbin
Pompa sebagai turbin (PST) merupakan salah satu solusi yang ditawarkan oleh para peneliti agar masyarakat lebih mudah mendapatkan turbin air untuk pembangkit listrik tenaga piko-hi...
PEMASANGAN PEMBANGKIT TENAGA SURYA UNTUK INSTALASI RUMAH (SOLAR HOME)
PEMASANGAN PEMBANGKIT TENAGA SURYA UNTUK INSTALASI RUMAH (SOLAR HOME)
Latar Belakang : Latar belakang penelitian ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau disingkat PLTS, sistem ini mampu mengubah energi matahari menjadi energi listrik, ia terg...
Peranan Heat Recovery Steam Generator (HRSG) pada Pembangkit Listrik PLTGU
Peranan Heat Recovery Steam Generator (HRSG) pada Pembangkit Listrik PLTGU
Pembangkit listrik mengubah berbagai sumber energi non-listrik menjadi listrik menggunakan berbagai bahan bakar seperti minyak, batu bara, dan energi terbarukan. Jenis pembangkit l...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Model Hybrid Pembangkit Listrik Di Pedesaan
Model Hybrid Pembangkit Listrik Di Pedesaan
Energi listrik merupakan salah satu jenis energi yang paling banyak digunakan dalam aktivitas manusia sehari-hari. pemenuhan kebutuhan energi listrik dapat meningkatkan kesejahtera...
Media Pembelajaran Simulasi Pembangkit Listrik Tenaga Air Berbasis Trainer Pada Mata Kuliah Sistem Pembangkit Tenaga Listrik
Media Pembelajaran Simulasi Pembangkit Listrik Tenaga Air Berbasis Trainer Pada Mata Kuliah Sistem Pembangkit Tenaga Listrik
Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu Media Pembelajaran Simulasi Pembangkit Listrik Tenaga Air Berbasis Trainer Pada Mata Kuliah Sistem Pembangkit Tenaga Listrik di program...

