Javascript must be enabled to continue!
Sistem Pemanas Logam dengan Induction Heater Berbasis Atmega32
View through CrossRef
Proses pemanasan logam pada umumnya masih menggunakan tungku pemanas konvensional berbahan bakar gas, kayu, dan batu bara, dapat mengurangi kualitas logam disebabkan oleh zat- zat hasil pembakaran. Penelitian bertujuan untuk merancang tungku pemanas logam dengan sistem induction heater berbasiskan mikrokontroller Atmega32. Tungku pemanas ini memanfaatkan arus induksi untuk memanaskan logam sehingga tidak ada zat-zat hasil pembakaran yang dapat mengurangi kualitas logam tersebut. Proses pengujian tungku pemanas logam dilakukan dengan memanaskan 3 buah logam dengan ketebalan yang berbeda-beda, sehingga dapat kita ketahui kalor dan daya rata-rata yang dapat dihasilkan oleh tungku pemanas logam. Berberdasarkan beberapa kali pengujian dapat diketahui bahwa daya rata-rata yang dibutuhkan oleh tungku pemanas logam adalah 14.8 0C / 1 Watt, dan kalor rata-rata yang dihasilkan 1.301,6 / 1 Watt
Universitas Negeri Padang
Title: Sistem Pemanas Logam dengan Induction Heater Berbasis Atmega32
Description:
Proses pemanasan logam pada umumnya masih menggunakan tungku pemanas konvensional berbahan bakar gas, kayu, dan batu bara, dapat mengurangi kualitas logam disebabkan oleh zat- zat hasil pembakaran.
Penelitian bertujuan untuk merancang tungku pemanas logam dengan sistem induction heater berbasiskan mikrokontroller Atmega32.
Tungku pemanas ini memanfaatkan arus induksi untuk memanaskan logam sehingga tidak ada zat-zat hasil pembakaran yang dapat mengurangi kualitas logam tersebut.
Proses pengujian tungku pemanas logam dilakukan dengan memanaskan 3 buah logam dengan ketebalan yang berbeda-beda, sehingga dapat kita ketahui kalor dan daya rata-rata yang dapat dihasilkan oleh tungku pemanas logam.
Berberdasarkan beberapa kali pengujian dapat diketahui bahwa daya rata-rata yang dibutuhkan oleh tungku pemanas logam adalah 14.
8 0C / 1 Watt, dan kalor rata-rata yang dihasilkan 1.
301,6 / 1 Watt.
Related Results
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Logam berat adalah unsur logam dengan berat/ massa atom tinggi. Dalam kajian lingkungan logam dikategorikan menjadi logam berat jika memilki berat jenis lebih besar dari 5 g/ml. Se...
RANCANG BANGUN TANGKI PEMANAS PADA DISTILATOR NIRA AREN PENGHASIL ALKOHOL
RANCANG BANGUN TANGKI PEMANAS PADA DISTILATOR NIRA AREN PENGHASIL ALKOHOL
Penggunaan tangki pemanas pada proses distilasi tradisional masih menggunakan sumber panas dari energi tak terbarukan dan memiliki efek samping bagi lingkungan, selain itu juga ter...
Pembuatan Mesin Tempa Logam Dengan System Forging Hammer
Pembuatan Mesin Tempa Logam Dengan System Forging Hammer
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penggunaan mesin tempa logam dalam pengolahan logam. Salah satu keuntungannya untuk mempercepat proses penempaan logam. Saat ini pr...
Pengaruh Posisi Pemanas Dan Kecepatan Blower Terhadap Keseragaman Suhu Kandang Ayam
Pengaruh Posisi Pemanas Dan Kecepatan Blower Terhadap Keseragaman Suhu Kandang Ayam
Ayam DOC atau Ayam Ras ialah fauna berdarah panas( homeotermic) yang wajib mempertahankan temperatur badan wajar serta sangat rentan terhadap area dekat bila tidak dilindungi kehan...
Aplikasi Katodik Proteksi Dengan Sistem Anoda Korban Untuk Mencegah Korosi Pada Pipa Logam
Aplikasi Katodik Proteksi Dengan Sistem Anoda Korban Untuk Mencegah Korosi Pada Pipa Logam
Ketika sebuah logam atau paduan mengalami korosi, maka akan ada bagian yang berfungsi sebagai anoda di manakorosi berlangsung, serta ada yang berfungsi selaku katoda di mana tidak ...

