Javascript must be enabled to continue!
PERAN MODAL SOSIAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SDIT SALMAN AL FARISI 2 YOGYAKARTA
View through CrossRef
AbstrakModal sosial belum dimanfaatkan untuk pendidikan karakter. Modal sosial masih menjadi suatu hal yang perlu dikaji di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk : 1). Mendeskripsikan pendidikan karakter yang dikembangkan di SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta, 2). Memetakan modal sosial yang dimiliki SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta 3). Mendeskripsikan peran modal sosial dalam membentuk karakter siswa di SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data-data yang diperoleh kemudian di analisis dengan model interaktif dari Miles dan Huberman dengan langkah-langkah, pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1). Pendidikan karakter di SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta terintegrasi melalui pembiasaan, program sekolah, keteladanan dan mata pelajaran. Pengembangan dimensi olah hati diintegrasikan melalui pembiasaan, program kegiatan dan keteladanan. Pengembangan dimensi olah pikir diintegrasikan melalui mata pelajaran dan program kegiatan. Pengembangan dimensi olah rasa, diintegrasikan melalui program kegiatan, pembiasaan, keteladanan dan mata pelajaran, sedangkan pengembangan dimensi olahraga diintegrasikan melalui keteladanan dan pembiasaan. 2). Modal sosial di SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta terdiri dari kepercayaan, nilai dan norma, jaringan, kerjasama dan partisipasi. 3). Kelima bentuk modal sosial tersebut, masing-masing dimanfaatkan dalam pembentukan karakter kecerdasan, keimanan, ketakwaan, hormat, percaya, taat aturan, bertanggungjawab, sopan, santun, senyum, sapa, salam, kebersamaan, persaudaraan, saling membantu, saling menolong, peduli, empati, dan juga perhatian.Kata kunci : modal sosial,pendidikan karakterAbstract Social capital has not been implemented for character education. Social capital is still a matter that needs to be studied in schools. This research aims: 1) describe the character education developed at SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta, 2) mapping the social capital of the school and 3) describing the role of social capital in forming the students’ characters at SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta. This research is a qualitative research approach using a case study method. The subjects of this study were the principal, teachers and students. The techniques for collecting data were interviews, observation and documentation study. The data then analyzed with interactive model from Miles and Huberman; collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The validity of the data is tested using sources and technique triangulation. The results of the study are as follows: 1) character education at SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta is integrated through habituation or culture, school programs, role models, and the course. The development of the heart dimension is integrated through habituation, program activities and role models. The development of the thought dimension is integrated through subjects and program activities. Development of the dimensions of taste, integrated through program activities, habituation, exemplary and subjects. While the development of the sports dimension is integrated through example and habituation. 2) Social capital at SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta consists of beliefs, values and norms, networks, cooperation and participation. 3) Those five social capital forms then used in order to shaping the character faith, piety, respect, trust, obey the rules, responsible, polite, smiling, greetings, togetherness, brotherhood, mutual help, care, empathy and attention.Keywords : social capital, character education
Title: PERAN MODAL SOSIAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SDIT SALMAN AL FARISI 2 YOGYAKARTA
Description:
AbstrakModal sosial belum dimanfaatkan untuk pendidikan karakter.
Modal sosial masih menjadi suatu hal yang perlu dikaji di sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk : 1).
Mendeskripsikan pendidikan karakter yang dikembangkan di SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta, 2).
Memetakan modal sosial yang dimiliki SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta 3).
Mendeskripsikan peran modal sosial dalam membentuk karakter siswa di SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi kasus.
Subjek penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru dan peserta didik.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi.
Data-data yang diperoleh kemudian di analisis dengan model interaktif dari Miles dan Huberman dengan langkah-langkah, pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan.
Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1).
Pendidikan karakter di SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta terintegrasi melalui pembiasaan, program sekolah, keteladanan dan mata pelajaran.
Pengembangan dimensi olah hati diintegrasikan melalui pembiasaan, program kegiatan dan keteladanan.
Pengembangan dimensi olah pikir diintegrasikan melalui mata pelajaran dan program kegiatan.
Pengembangan dimensi olah rasa, diintegrasikan melalui program kegiatan, pembiasaan, keteladanan dan mata pelajaran, sedangkan pengembangan dimensi olahraga diintegrasikan melalui keteladanan dan pembiasaan.
2).
Modal sosial di SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta terdiri dari kepercayaan, nilai dan norma, jaringan, kerjasama dan partisipasi.
3).
Kelima bentuk modal sosial tersebut, masing-masing dimanfaatkan dalam pembentukan karakter kecerdasan, keimanan, ketakwaan, hormat, percaya, taat aturan, bertanggungjawab, sopan, santun, senyum, sapa, salam, kebersamaan, persaudaraan, saling membantu, saling menolong, peduli, empati, dan juga perhatian.
Kata kunci : modal sosial,pendidikan karakterAbstract Social capital has not been implemented for character education.
Social capital is still a matter that needs to be studied in schools.
This research aims: 1) describe the character education developed at SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta, 2) mapping the social capital of the school and 3) describing the role of social capital in forming the students’ characters at SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta.
This research is a qualitative research approach using a case study method.
The subjects of this study were the principal, teachers and students.
The techniques for collecting data were interviews, observation and documentation study.
The data then analyzed with interactive model from Miles and Huberman; collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions.
The validity of the data is tested using sources and technique triangulation.
The results of the study are as follows: 1) character education at SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta is integrated through habituation or culture, school programs, role models, and the course.
The development of the heart dimension is integrated through habituation, program activities and role models.
The development of the thought dimension is integrated through subjects and program activities.
Development of the dimensions of taste, integrated through program activities, habituation, exemplary and subjects.
While the development of the sports dimension is integrated through example and habituation.
2) Social capital at SDIT Salman Al Farisi 2 Sleman Yogyakarta consists of beliefs, values and norms, networks, cooperation and participation.
3) Those five social capital forms then used in order to shaping the character faith, piety, respect, trust, obey the rules, responsible, polite, smiling, greetings, togetherness, brotherhood, mutual help, care, empathy and attention.
Keywords : social capital, character education.
Related Results
Pengaruh Nilai-Nilai Karakter Terhadap Prestasi Belajar di SDIT Salman Al Farisi
Pengaruh Nilai-Nilai Karakter Terhadap Prestasi Belajar di SDIT Salman Al Farisi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai-nilai karakter terhadap prestasi belajar peserta didik di SDIT Salman Al Farisi. Pendekatan pada penelitian ini a...
Pengaruh Pengetahuan Keagamaan Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Prilaku Sosial Anak Di Sdit Nur El Qolam Serang Banten
Pengaruh Pengetahuan Keagamaan Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Prilaku Sosial Anak Di Sdit Nur El Qolam Serang Banten
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman data-data empirik mengenai Pengaruh Pengetahuan Keagamaan dan Kecerdasan Emosional, baik secara sendiri-sendiri maupun secara b...
Pengaruh Citra Sekolah terhadap Keputusan Orangtua Memilih Sekolah di SDIT Zaid bin Tsabit
Pengaruh Citra Sekolah terhadap Keputusan Orangtua Memilih Sekolah di SDIT Zaid bin Tsabit
Abstract. This study aims to (1) determine the image of SDIT Zaid Bin Tsabit school according to the parents of students (2) to determine parents' decisions in choosing educational...
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH DI SEKOLAH ISLAM TERPADU SALMAN AL FARISI YOGYAKARTA
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH DI SEKOLAH ISLAM TERPADU SALMAN AL FARISI YOGYAKARTA
Abstrak: Penanaman pendidikan karakter sejak dini merupakan harga paling mahal yang perlu dibayar oleh orang tua pada anaknya. Semua karakter yang melekat pada masa anak-anak akan ...
MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN MENULIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN MENULIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
ABSTRAK: Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi posi...
Komunikasi Interpersonal Diadik Guru dalam Membentuk Karakter Tauhid Spiritual Wisdom Siswa di SMK Amaliah 2 Ciawi
Komunikasi Interpersonal Diadik Guru dalam Membentuk Karakter Tauhid Spiritual Wisdom Siswa di SMK Amaliah 2 Ciawi
Membentuk karakter tauhid spiritual wisdom pada siswa merupakan aspek penting yang tidak bisa diabaikan dalam membentuk generasi muda agar memiliki moral yang berkualitas. Dikarena...
MEMBENTUK KARAKTER SEJAK DINI: PERAN KELUARGA DAN PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK PRIBADI YANG BERKARAKTER
MEMBENTUK KARAKTER SEJAK DINI: PERAN KELUARGA DAN PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK PRIBADI YANG BERKARAKTER
Membentuk karakter sejak dini merupakan hal yang penting dalam membentuk pribadi yang berkarakter. Keluarga dan pendidikan memegang peran penting dalam membentuk karakter sejak din...
IMPLEMENTASI STRATEGI ACTIVE LEARNING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDIT BAITUL JANNAH BANDAR LAMPUNG
IMPLEMENTASI STRATEGI ACTIVE LEARNING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDIT BAITUL JANNAH BANDAR LAMPUNG
ABSTRACT The aim of this research is to describe active learning strategy to increase the students’ achievement at IV grade in Baitul Jannah SDIT and to describe the implementation...

