Javascript must be enabled to continue!
PENGAMATAN KESESUAIAN TATA GUNA LAHAN DI SUB KAWASAN 2 MANGGARAI JAKARTA SELATAN
View through CrossRef
Since it was still called Batavia, Jakarta has been the center of government. The strategic location of Jakarta with its port has for centuries made this city grow and develop continuously. All changes and developments occur quickly, both planned and unplanned. For this reason, the Jakarta City Government created Urban Design Guidelines (UDGL) to guide all development directions towards a better Jakarta. The relocation of the National Capital to Kalimantan will result in DKI Jakarta being transformed into DK Jakarta; the center of the national economy and a global city. Transportation system support to overcome congestion has been implemented and continues to be planned in various ways, such as providing various integrated public transportation systems, to developing city areas that are oriented towards public transportation systems commonly known as TOD (Transit Oriented Development). Manggarai Station is the busiest station in Jabodetabek and is planned to become a central station. Thus, the Manggarai area is one of the locations that will be developed as a TOD. Unfortunately, the Manggarai area does not have UDGL. Using the descriptive identification method obtained through direct observation in the field and comparing it with the land use contained in the Detailed Jakarta Spatial Plan and Land Use Theory, findings, suggestions, and recommendations were obtained to be used for DCKTRP as consideration in preparing the Manggarai Area UDGL in the future. Observations on the suitability of land use in Sub Region 2 are an inseparable part of the 3 observations carried out in the Manggarai Area.
ABSTRAK
Sejak masih bernama Batavia, Jakarta telah menjadi pusat pemerintahan. Letak kota Jakarta yang strategis dengan pelabuhannya selama berabad-abad menjadikan kota ini tumbuh dan berkembang terus menerus. Segala perubahan dan perkembangan terjadi dengan cepat, baik terencana maupun tidak terencana. Untuk itu, Pemerintah Kota Jakarta membuat Pedoman Rancang Kota (PRK) atau Urban Design Guidelines (UDGL) untuk memandu segala arah pembangunan menuju Jakarta yang lebih baik. Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan akan mengakibatkan DKI Jakarta menjelma menjadi DK Jakarta, yaitu kota yang menjadi pusat perekonomian nasional dan kota global. Dukungan sistem transportasi untuk mengatasi kemacetan telah dilaksanakan dan terus direncanakan dengan berbagai cara, seperti penyediaan berbagai sistem transportasi umum yang terintegrasi, hingga pengembangan kawasan kota yang berorientasi pada sistem transportasi umum atau biasa dikenal dengan TOD (Transit Oriented Development). Stasiun Manggarai merupakan stasiun tersibuk di Jabodetabek dan direncanakan menjadi stasiun sentral. Dengan demikian Kawasan Manggarai menjadi salah satu lokasi yang akan dikembangkan sebagai TOD. Sayangnya, saat ini kawasan Manggarai belum memiliki PRK. Dengan metode identifikasi deskriptif yang diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan dan membandingkannya dengan tata guna lahan yang tertuang pada Rencana Detail Tata Ruang Jakarta serta teori Tata Guna Lahan pada Kawasan TOD, diperoleh temuan, saran dan rekomendasi untuk dijadikan bahan pertimbangan oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) dalam penyusunan PRK Kawasan Manggarai kedepannya. Pengamatan kesesuaian tata guna lahan di Sub Kawasan 2 merupakan satu bagian tak terpisahkan dari 3 pengamatan yang dilakukan di Kawasan Manggarai.
Universitas Tarumanagara
Title: PENGAMATAN KESESUAIAN TATA GUNA LAHAN DI SUB KAWASAN 2 MANGGARAI JAKARTA SELATAN
Description:
Since it was still called Batavia, Jakarta has been the center of government.
The strategic location of Jakarta with its port has for centuries made this city grow and develop continuously.
All changes and developments occur quickly, both planned and unplanned.
For this reason, the Jakarta City Government created Urban Design Guidelines (UDGL) to guide all development directions towards a better Jakarta.
The relocation of the National Capital to Kalimantan will result in DKI Jakarta being transformed into DK Jakarta; the center of the national economy and a global city.
Transportation system support to overcome congestion has been implemented and continues to be planned in various ways, such as providing various integrated public transportation systems, to developing city areas that are oriented towards public transportation systems commonly known as TOD (Transit Oriented Development).
Manggarai Station is the busiest station in Jabodetabek and is planned to become a central station.
Thus, the Manggarai area is one of the locations that will be developed as a TOD.
Unfortunately, the Manggarai area does not have UDGL.
Using the descriptive identification method obtained through direct observation in the field and comparing it with the land use contained in the Detailed Jakarta Spatial Plan and Land Use Theory, findings, suggestions, and recommendations were obtained to be used for DCKTRP as consideration in preparing the Manggarai Area UDGL in the future.
Observations on the suitability of land use in Sub Region 2 are an inseparable part of the 3 observations carried out in the Manggarai Area.
ABSTRAK
Sejak masih bernama Batavia, Jakarta telah menjadi pusat pemerintahan.
Letak kota Jakarta yang strategis dengan pelabuhannya selama berabad-abad menjadikan kota ini tumbuh dan berkembang terus menerus.
Segala perubahan dan perkembangan terjadi dengan cepat, baik terencana maupun tidak terencana.
Untuk itu, Pemerintah Kota Jakarta membuat Pedoman Rancang Kota (PRK) atau Urban Design Guidelines (UDGL) untuk memandu segala arah pembangunan menuju Jakarta yang lebih baik.
Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan akan mengakibatkan DKI Jakarta menjelma menjadi DK Jakarta, yaitu kota yang menjadi pusat perekonomian nasional dan kota global.
Dukungan sistem transportasi untuk mengatasi kemacetan telah dilaksanakan dan terus direncanakan dengan berbagai cara, seperti penyediaan berbagai sistem transportasi umum yang terintegrasi, hingga pengembangan kawasan kota yang berorientasi pada sistem transportasi umum atau biasa dikenal dengan TOD (Transit Oriented Development).
Stasiun Manggarai merupakan stasiun tersibuk di Jabodetabek dan direncanakan menjadi stasiun sentral.
Dengan demikian Kawasan Manggarai menjadi salah satu lokasi yang akan dikembangkan sebagai TOD.
Sayangnya, saat ini kawasan Manggarai belum memiliki PRK.
Dengan metode identifikasi deskriptif yang diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan dan membandingkannya dengan tata guna lahan yang tertuang pada Rencana Detail Tata Ruang Jakarta serta teori Tata Guna Lahan pada Kawasan TOD, diperoleh temuan, saran dan rekomendasi untuk dijadikan bahan pertimbangan oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) dalam penyusunan PRK Kawasan Manggarai kedepannya.
Pengamatan kesesuaian tata guna lahan di Sub Kawasan 2 merupakan satu bagian tak terpisahkan dari 3 pengamatan yang dilakukan di Kawasan Manggarai.
.
Related Results
KARAKTERISTIK DAN DINAMIKA SISTEM PERTANIAN LAHAN KERING DALAM KEBUDAYAAN MANGGARAI
KARAKTERISTIK DAN DINAMIKA SISTEM PERTANIAN LAHAN KERING DALAM KEBUDAYAAN MANGGARAI
Penelitian ini mengkaji karakteristik dan dinamika sistem pertanian lahan kering dalam kebudayaan Manggarai, lambang identitas masyarakat Manggarai sebagai anggota kelompok etnik M...
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Pesisir Kota Pekalongan
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Pesisir Kota Pekalongan
Kebutuhan lahan permukiman semakin tinggi, namun lahan yang tersedia di perkotaan semakin sempit. Hal ini menjadikan wilayah pinggiran kota sebagai salah satu alternatif lokasi lah...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ABSTRAK Wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang secara pembangunan ekonomi paling tertinggal dibandingkan wilayah kabupaten Bogor lainnya. Untuk mengurangi kete...
Catholics in Manggarai, Flores, Eastern Indonesia
Catholics in Manggarai, Flores, Eastern Indonesia
This dissertation is a socio-historical study of the Catholicism in Manggarai-Flores, Eastern Indonesia in 1912-2012. The main questions are 1) Why did the Manggaraians convert to ...
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yan...
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Kota Palopo
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Kota Palopo
AbstrakSeiring berjalannya waktu pertambahan jumlah penduduk terus meningkat, mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan. Berdasarkan data BPS Kota Palopo terjadi pertamba...

