Javascript must be enabled to continue!
RANCANGAN PENATAAN BLOK HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU
View through CrossRef
Peningkatan jumlah penduduk di suatu wilayah mengakibatkan peningkatan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Menyadari bahwa jumlah lahan yang tersedia relatif tetap dan tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk, maka diperlukan perencanaan tata ruang agar proses produksi, pelayanan jasa, kehidupan manusia dan interaksi dengan lingkungannya berlangsung serasi dan seimbang. Ketidaksesuaian penggunaan lahan dengan kaidah-kaidah tata ruang berpotesi menimbulkan bencana alam dan penurunan kualitas lingkungan. Kondisi yang memprihatinkan terjadi di Hutan Lindung Liang Anggang. Kebakaran hutan dan lahan terjadi hampir setiap tahun disebabkan oleh belum adanya penataan hutan berdasarkan indikasi tidak teraturnya penggunaan lahan di Hutan Lindung Liang Anggang sehingga mengakibatkan menurunnya fungsi hutan lindung karena mengalami kekeringan. Oleh karena itu, penataan hutan dalam rangka pengelolaan yg baik sangat diperlukan untuk mengembalikan fungsi hutan lindung sebagai penampung cadangan air, pengatur tata air dan penyedia oksigen. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penyusunan rancangan penataan blok Hutan Lindung Liang Anggang. Penelitian ini dilaksanakan di Hutan Lindung Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mencocokkan antara kaidah-kaidah penataan blok dengan karakteristik tapaknya, seperti kondisi tutupan lahan saat ini, kondisi kematangan gambut, zona tinggi muka air dan batas kepemilikan. Hasil penelitian ini berupa draft penataan blok di atas peta. Draft tersebut kemudian dilakukan verifikasi di lapangan dan hasilnya merupakan penataan blok kawasan hutan lindung final. Adapun proporsi pembagian bloknya adalah blok perlindungan/inti sebesar 61,69%, blok pemanfaatan sebesar 7,77% serta blok lainnya/khusus sebesar 26,21% untuk rehabilitasi dan 4,33% untuk sarana prasarana.
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: RANCANGAN PENATAAN BLOK HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU
Description:
Peningkatan jumlah penduduk di suatu wilayah mengakibatkan peningkatan kebutuhan sandang, pangan dan papan.
Menyadari bahwa jumlah lahan yang tersedia relatif tetap dan tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk, maka diperlukan perencanaan tata ruang agar proses produksi, pelayanan jasa, kehidupan manusia dan interaksi dengan lingkungannya berlangsung serasi dan seimbang.
Ketidaksesuaian penggunaan lahan dengan kaidah-kaidah tata ruang berpotesi menimbulkan bencana alam dan penurunan kualitas lingkungan.
Kondisi yang memprihatinkan terjadi di Hutan Lindung Liang Anggang.
Kebakaran hutan dan lahan terjadi hampir setiap tahun disebabkan oleh belum adanya penataan hutan berdasarkan indikasi tidak teraturnya penggunaan lahan di Hutan Lindung Liang Anggang sehingga mengakibatkan menurunnya fungsi hutan lindung karena mengalami kekeringan.
Oleh karena itu, penataan hutan dalam rangka pengelolaan yg baik sangat diperlukan untuk mengembalikan fungsi hutan lindung sebagai penampung cadangan air, pengatur tata air dan penyedia oksigen.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penyusunan rancangan penataan blok Hutan Lindung Liang Anggang.
Penelitian ini dilaksanakan di Hutan Lindung Liang Anggang, Kota Banjarbaru.
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mencocokkan antara kaidah-kaidah penataan blok dengan karakteristik tapaknya, seperti kondisi tutupan lahan saat ini, kondisi kematangan gambut, zona tinggi muka air dan batas kepemilikan.
Hasil penelitian ini berupa draft penataan blok di atas peta.
Draft tersebut kemudian dilakukan verifikasi di lapangan dan hasilnya merupakan penataan blok kawasan hutan lindung final.
Adapun proporsi pembagian bloknya adalah blok perlindungan/inti sebesar 61,69%, blok pemanfaatan sebesar 7,77% serta blok lainnya/khusus sebesar 26,21% untuk rehabilitasi dan 4,33% untuk sarana prasarana.
Related Results
ANALISIS TINGGI MUKA AIR DAN TUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG BLOK I
ANALISIS TINGGI MUKA AIR DAN TUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG BLOK I
The Liang Anggang Block I Protected Forest Area is a forest area with the majority of land in the form of peat near the center of Banjarbaru. Peatland is an area that contains orga...
Keragaman Spesies Pohon sebagai Karakteristik Lansekap Hutan Lindung Bukit Rigis (Studi Kasus: Areal Kelola Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Bina Wana)
Keragaman Spesies Pohon sebagai Karakteristik Lansekap Hutan Lindung Bukit Rigis (Studi Kasus: Areal Kelola Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Bina Wana)
Lanskap dikenal dengan karakteristik bentang alam yang didominasi oleh hutan yang wilayahnya meliputi dari daerah hulu hingga ke bagian hilir dari suatu Daerah Aliran Sungai (DAS)....
PENGABDIAN MASYARAKAT PERANCANGAN AKSESIBILITAS GAMAT BAY NUSA PENIDA
PENGABDIAN MASYARAKAT PERANCANGAN AKSESIBILITAS GAMAT BAY NUSA PENIDA
Kawasan Eksisting Gamat Bay sebagian besar terdapat kawasan hutan lindung yang kedepannya akan diusulkan menjadi salah satu DTW Gamat Bay. Hutan lindung memiliki pesona yang tidak ...
Pemanfaatan Irigasi Kecamatan Liang Anggang Sebagai Objek Wisata Pemandian
Pemanfaatan Irigasi Kecamatan Liang Anggang Sebagai Objek Wisata Pemandian
Tujuan ditulisnya artikel ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan irigasi Kecamatan Liang Anggang sebagi objek wisata pemandian serta potensi-potensi yang didapat terdapat pada wisat...
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
<h4>Abstract</h4> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><em>Forest management must consider the cultural values of socie...
Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Lumut jati merupakan tumbuhan kriptogam iaitu kumpulan tumbuhan yang mempunyai organ pembiakan yang tersembunyi. Perbandingan tahap kesamaan spesies lumut jati di Hutan Simpan Behr...
Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Pelestarian Hutan melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat
Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Pelestarian Hutan melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat
Paper ini merupakan hasil penelitian terhadap Program Perhutanan Sosial berbasis masyarakat sekitar hutan sebagai pengelola hutan bersama Perum Perhutani. Program tersebut bernama ...

