Javascript must be enabled to continue!
KAJIAN PERUBAHAN TATAGUNA LAHAN TERHADAP TINGKAT BAHAYA EROSI DI DAS DENGKENG
View through CrossRef
Daerah Aliran Sungai (DAS) Dengkeng merupakan salah satu Sub DAS Bengawan Solo Hulu, yang sebagian besar wilayahnya berada di kabupaten Klaten Jawa Tengah.DAS Dengkeng terindikasi sebagai salah satu DAS kritis dengan potensi rawan banjir cukup besar.Salah satu penyebab banjir adalah sungai yang semakin dangkal akibat erosi dan sedimentasi.Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi perubahan tataguna lahan terhadap tingkat bahaya erosi.Prediksi Erosi didasarkan pada penelitian Wischmeier dan Smith yang menyajikan Persamaan Universal Soil Loss (USLE).Jumlah sedimen yang diangkut di sungai dengan mengalikan tingkat erosi dengan rasio pengiriman sedimen (SDR).Potensi erosi dan sedimentasi mengacu pada penggunaan lahan yang berbeda, yaitu 1990, 2000 dan 2011. Secara umum di DAS Dengkeng telah terjadi peningkatan rata-rata tingkat erosi dari 70.60 ton / ha / tahun pada tahun 1999 menjadi 76.82 ton / ha / tahun. 2011atau jika diklasifikasikan berdasarkan tingkat bahaya erosi dengan solum tanah dangkal, maka TBE tergolongsedang menuju ke berat.Peningkatan laju erosi tidak terlampu signifikan karena mayoritas penggunaan lahan adalah sawah.TBE yang tergolong berat berada pada wilayah lahan kering dengan kelerengan curam.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: KAJIAN PERUBAHAN TATAGUNA LAHAN TERHADAP TINGKAT BAHAYA EROSI DI DAS DENGKENG
Description:
Daerah Aliran Sungai (DAS) Dengkeng merupakan salah satu Sub DAS Bengawan Solo Hulu, yang sebagian besar wilayahnya berada di kabupaten Klaten Jawa Tengah.
DAS Dengkeng terindikasi sebagai salah satu DAS kritis dengan potensi rawan banjir cukup besar.
Salah satu penyebab banjir adalah sungai yang semakin dangkal akibat erosi dan sedimentasi.
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi perubahan tataguna lahan terhadap tingkat bahaya erosi.
Prediksi Erosi didasarkan pada penelitian Wischmeier dan Smith yang menyajikan Persamaan Universal Soil Loss (USLE).
Jumlah sedimen yang diangkut di sungai dengan mengalikan tingkat erosi dengan rasio pengiriman sedimen (SDR).
Potensi erosi dan sedimentasi mengacu pada penggunaan lahan yang berbeda, yaitu 1990, 2000 dan 2011.
Secara umum di DAS Dengkeng telah terjadi peningkatan rata-rata tingkat erosi dari 70.
60 ton / ha / tahun pada tahun 1999 menjadi 76.
82 ton / ha / tahun.
2011atau jika diklasifikasikan berdasarkan tingkat bahaya erosi dengan solum tanah dangkal, maka TBE tergolongsedang menuju ke berat.
Peningkatan laju erosi tidak terlampu signifikan karena mayoritas penggunaan lahan adalah sawah.
TBE yang tergolong berat berada pada wilayah lahan kering dengan kelerengan curam.
Related Results
Prediksi Tingkat Bahaya Erosi di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar
Prediksi Tingkat Bahaya Erosi di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan metode survei yang didasark...
Pengaruh Faktor Panjang Kelerengan Terhadap Penentuan Awal Erosi Lahan
Pengaruh Faktor Panjang Kelerengan Terhadap Penentuan Awal Erosi Lahan
ABSTRAKSalah satu faktor penentu dalam analisis erosi lahan adalah faktor panjang kelerengan lahan daerah aliran sungai. Perubahan panjang kelerengan, akan memberikan dampak terhad...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Prediksi Erosi Lahan dengan Metode MUSLE
Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Prediksi Erosi Lahan dengan Metode MUSLE
Perubahan tata guna lahan dapat mempengaruhi jumlah erosi dan sedimentasi pada suatu DAS. Metode MUSLE digunakan untuk mengestimasi besar erosi pada lahan dan SIG untuk menentukan ...
PERHITUNGAN TINGKAT EROSI KUALITATIF DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
PERHITUNGAN TINGKAT EROSI KUALITATIF DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
<p>Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN.BTS) memiliki luas 50.273,3 ha dikelilingi 4 kabupaten di Jawa Timur : Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan yang merupakan d...
Arahan Pemanfaatan Lahan Kawasan Tahura Ir. H. Djuanda Berdasarkan Tingkat Erosi Tanah
Arahan Pemanfaatan Lahan Kawasan Tahura Ir. H. Djuanda Berdasarkan Tingkat Erosi Tanah
Abstract. Ir. H. Djuanda Forest Park (Tahura) in Bandung City, West Java Province, faces a high risk of soil erosion due to steep topography, the presence of the active Lembang Fau...
Pemodelan Spasial Erosi Kualitatif Berbasis Raster Studi Kasus di DAS Serang, Kabupaten Kulonprogo
Pemodelan Spasial Erosi Kualitatif Berbasis Raster Studi Kasus di DAS Serang, Kabupaten Kulonprogo
Erosi merupakan salah satu fenomena alam yang banyak dikaji karena melibatkan banyak faktor yaitu vegetasi, tanah, iklim, topografi dan manusia. Kompleksitas faktor-faktor yang me...
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ABSTRAK Wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang secara pembangunan ekonomi paling tertinggal dibandingkan wilayah kabupaten Bogor lainnya. Untuk mengurangi kete...

