Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

BIMBINGAN TEKNIS PENGOLAHAN LIMBAH BIJI KARET MENJADI BAHAN BAKU ALTERNATIF PEMBUATAN KERIPIK TEMPE DI DESA JAYAKARTA BENGKULU TENGAH

View through CrossRef
Jayakarta merupakan salah satu desa terletak di daerah kecamatan Talang Empat kabupaten Bengkulu Tengah yang memiliki komoditas utama yaitu biji karet. Selama ini biji karet dianggap sebagai limbah, sedangkan yang tumbuh akan menjadi hama bagi pohon karet dewasa. Dengan demikian, dianggap penting untuk melaksanakan  program pengabdian berupa bimbingan teknis untuk mengolah limbah biji karet menjadi keripik tempe yang bernilai ekonomi terkhususnya bagi ibu-ibu rumah tangga di desa tersebut. Dalam pelaksanaan program pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu : tahap persiapan, tahap sosialisasi, tahap bimbingan teknis, tahap pembuatan, dan tahap pengemasan.. Setelah tahapan pembuatan tempe selesai, produk tersebut dijadikan dalam bentuk kemasan berupa keripik. Hal ini dilakukan untuk menjaga produk agar tahan lebih lama dalam proses pemasaran dan penjualan.  Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan  keuntungan untuk petani karet dalam membersihkan hama biji karet di area perkebunan serta dapat menjadi peluang peningkatan ekonomi keluarga khususnya bagi ibu rumah tangga di desa Jayakarta. Kata Kunci: Biji Karet, Tempe, Keripik.
Title: BIMBINGAN TEKNIS PENGOLAHAN LIMBAH BIJI KARET MENJADI BAHAN BAKU ALTERNATIF PEMBUATAN KERIPIK TEMPE DI DESA JAYAKARTA BENGKULU TENGAH
Description:
Jayakarta merupakan salah satu desa terletak di daerah kecamatan Talang Empat kabupaten Bengkulu Tengah yang memiliki komoditas utama yaitu biji karet.
Selama ini biji karet dianggap sebagai limbah, sedangkan yang tumbuh akan menjadi hama bagi pohon karet dewasa.
Dengan demikian, dianggap penting untuk melaksanakan  program pengabdian berupa bimbingan teknis untuk mengolah limbah biji karet menjadi keripik tempe yang bernilai ekonomi terkhususnya bagi ibu-ibu rumah tangga di desa tersebut.
Dalam pelaksanaan program pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu : tahap persiapan, tahap sosialisasi, tahap bimbingan teknis, tahap pembuatan, dan tahap pengemasan.
Setelah tahapan pembuatan tempe selesai, produk tersebut dijadikan dalam bentuk kemasan berupa keripik.
Hal ini dilakukan untuk menjaga produk agar tahan lebih lama dalam proses pemasaran dan penjualan.
 Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan  keuntungan untuk petani karet dalam membersihkan hama biji karet di area perkebunan serta dapat menjadi peluang peningkatan ekonomi keluarga khususnya bagi ibu rumah tangga di desa Jayakarta.
Kata Kunci: Biji Karet, Tempe, Keripik.

Related Results

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Limbah Cair Produksi Tempe di Kampung Tempe Kota Tangerang
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Limbah Cair Produksi Tempe di Kampung Tempe Kota Tangerang
<p><em>Perkembangan industri tempe di Kota Tangerang didukung oleh salah satu sentra industri tempe yaitu Kampung Tempe, Koang Jaya, Karawaci, Tangerang, Banten. Indust...
Mesin Mesin Pengiris Tempe Otomatis Sebagai Bahan Baku Keripik Tempe
Mesin Mesin Pengiris Tempe Otomatis Sebagai Bahan Baku Keripik Tempe
Makanan ringan berbahan baku tempe banyak dijumpai, seperti mendoan, oncom, keripik tempe. Keripik tempe adalah makanan yang banyak digemari masyarakat, karena memiliki kelebihan d...
Pengadaan Mesin Pengiris Keripik untuk meningkatkan Produktifitas Produsen Keripik di Kecamatan Kebonsari Madiun
Pengadaan Mesin Pengiris Keripik untuk meningkatkan Produktifitas Produsen Keripik di Kecamatan Kebonsari Madiun
Keripik merupakan sejenis makanan ringan berupa irisan tipis dari umbi-umbian, buah-buahan, atau sayuran yang digoreng di dalam minyak nabati. Untuk menghasilkan rasa yang gurih da...
PENGEMBANGAN PRODUK KERIPIK TEMPE UNTUK PERAJIN TEMPE DI DESA PAREREJO KABUPATEN PASURUAN
PENGEMBANGAN PRODUK KERIPIK TEMPE UNTUK PERAJIN TEMPE DI DESA PAREREJO KABUPATEN PASURUAN
Desa Parerejo yang merupakan desa binaan Fakultas Teknik UPN Veteran Jawa Timur sejak tahun 2017 dan terletak di Kecamatan Purwodadi merupakan salah satu sentra perajin tempe di Pa...
Pendekatan dan Sosialisasi dalam Pengolahan Biji Karet Menjadi Keripik Emping di Desa Bontomangiri
Pendekatan dan Sosialisasi dalam Pengolahan Biji Karet Menjadi Keripik Emping di Desa Bontomangiri
Desa Bontomangiri, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, memiliki potensi besar untuk mengolah biji karet yang melimpah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, salah satunya ad...
Detoksifikasikasi Asam Sianida pada Biji Karet menggunakan Arang Kulit Biji Karet
Detoksifikasikasi Asam Sianida pada Biji Karet menggunakan Arang Kulit Biji Karet
Pemanfaatan biji karet sebagai pangan terbatas karena kandungan toksin alami yaitu asam sianida (HCN). Oleh sebab itu biji karet perlu diberi perlakuan untuk mengurangi kadar HCN y...
Pengolahan Limbah Cair Tempe Pada Industri Skala Kecil Di Kepanjen, Kabupaten Malang
Pengolahan Limbah Cair Tempe Pada Industri Skala Kecil Di Kepanjen, Kabupaten Malang
Limbah cair industri tempe adalah sisa cairan yang dihasilkan dari proses pembuatan tempe secara massal. Limbah ini umumnya mengandung air, bahan organik seperti protein dan karboh...
Efek Pemberian Pakan dengan Tambahan Overripe Tempe terhadap Jumlah Escherichia coli dan Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Petelur
Efek Pemberian Pakan dengan Tambahan Overripe Tempe terhadap Jumlah Escherichia coli dan Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Petelur
Overripe tempe memiliki kandungan nutrisi dan komponen bioaktif yang dihasilkan bakteri asam laktat dan kapang Rhizopus oligosporus. Bakteri asam laktat (BAL) dapat menghasilkan be...

Back to Top