Javascript must be enabled to continue!
Karakteristik Isolat Jamur Sclerotium rolfsii dari Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea Linn.)
View through CrossRef
ABSTRAKSclerotium rolfsii merupakan salah satu jamur patogen yang menyebabkan beberapa penyakit pada tanaman, seperti busuk batang, layu serta rebah kecambah. Jamur Sclerotium rolfsii menyerang tanaman kacang tanah serta tanaman lain seperti kentang, tomat, kedelai, kubis-kubisan, bawang, seledri, jagung, selada, kapas, tembakau dan tanaman dari famili Cucurbitaceae. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan didapatkan ukuran diameter sklerotia 0,05-2 mm dan bentuk perkecambahan sklerotia dispersif seperti kapas berwarna putih. Ukuran terkecil dari diameter koloni Sclerotium adalah 0,61 cm dan ukuran terbesarnya 1,71 cm sedangkan untuk pengukuran kecepatan pertumbuhan miselium yang terlambat adalah 3,1 mm/hari dan yang tercepat adalah 8,54 mm/hari yang dapat dilihat pada hari kedua dan hari ketujuh penelitian. ABSTRACTSclerotium rolfsii is one of the crop pathogenic mushroom that caused some disease such as stem decay, wilt and sprout collapse. S. rolfsii infects ground peanut plant other crops such as potato, tomato, soy, cabbage, onion, celery, maize, cress, cotton, tobacco and the relatives of Cucurbitaceae. The measurement showed that the diameter of sclerotia was 0.05-2 mm which formed dispersive germination and appeared as white chromatic cotton-like shape. The smallest diameter of sclerotium colony was 0.61 cm and the largest was 1.71 cm while the slowest and the fastest growing speed of mycelium was 3.1 mm/day and 8.54 mm/day, respectively, which observed at the second and the seventh days.
Title: Karakteristik Isolat Jamur Sclerotium rolfsii dari Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea Linn.)
Description:
ABSTRAKSclerotium rolfsii merupakan salah satu jamur patogen yang menyebabkan beberapa penyakit pada tanaman, seperti busuk batang, layu serta rebah kecambah.
Jamur Sclerotium rolfsii menyerang tanaman kacang tanah serta tanaman lain seperti kentang, tomat, kedelai, kubis-kubisan, bawang, seledri, jagung, selada, kapas, tembakau dan tanaman dari famili Cucurbitaceae.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan didapatkan ukuran diameter sklerotia 0,05-2 mm dan bentuk perkecambahan sklerotia dispersif seperti kapas berwarna putih.
Ukuran terkecil dari diameter koloni Sclerotium adalah 0,61 cm dan ukuran terbesarnya 1,71 cm sedangkan untuk pengukuran kecepatan pertumbuhan miselium yang terlambat adalah 3,1 mm/hari dan yang tercepat adalah 8,54 mm/hari yang dapat dilihat pada hari kedua dan hari ketujuh penelitian.
ABSTRACTSclerotium rolfsii is one of the crop pathogenic mushroom that caused some disease such as stem decay, wilt and sprout collapse.
S.
rolfsii infects ground peanut plant other crops such as potato, tomato, soy, cabbage, onion, celery, maize, cress, cotton, tobacco and the relatives of Cucurbitaceae.
The measurement showed that the diameter of sclerotia was 0.
05-2 mm which formed dispersive germination and appeared as white chromatic cotton-like shape.
The smallest diameter of sclerotium colony was 0.
61 cm and the largest was 1.
71 cm while the slowest and the fastest growing speed of mycelium was 3.
1 mm/day and 8.
54 mm/day, respectively, which observed at the second and the seventh days.
Related Results
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Jamur tiram merupakan jenis jamur yang dapat dikonsumsi baik jamur segar maupun jamur yang sudah diolah menjadi berbagai makanan. Budidaya jamur tiram menjadi salah satu usaha yang...
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
ABSTRAK Pengetahuan masyarakat lokal akan pemanfaatan jamur baik sebagai jamur obat maupun jamur pangan masih belum memadai serta informasi yang berkaitan dengan pemanfaatan jamur ...
UJI KEMEMPANAN ISOLAT Trichoderma sp. TERHADAP NEMATODA PURU AKAR TOMAT
UJI KEMEMPANAN ISOLAT Trichoderma sp. TERHADAP NEMATODA PURU AKAR TOMAT
Nematoda puru akar (Meloidogyne sp.) merupakan salah satu kendala dalam budidaya tomat. Pengendalian hayati dengan menggunakan mikroba antagonis Trichoderma sp. adalah alternatif p...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
Respon tanaman kacang tanah (arachis hypogaea L) pada sistem pengolahan tanah dan jaram tanam terhadap pertumbuhan dan hasil
Respon tanaman kacang tanah (arachis hypogaea L) pada sistem pengolahan tanah dan jaram tanam terhadap pertumbuhan dan hasil
Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh sistem pengolahan tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L). 2) Pengaruh jarak tanam terha...
Kajian Usahatani Jamur Tiram Langgeng Kerso Jamur di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru
Kajian Usahatani Jamur Tiram Langgeng Kerso Jamur di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru
Budidaya jamur tiram merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang memiliki peluang bisnis cukup besar. Langgeng Kerso Jamur ialah salah satu usaha budidaya jamur tiram mili...
Uji Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) Terhadap Gulma Jagung (Zea mays L.)
Uji Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) Terhadap Gulma Jagung (Zea mays L.)
Belum ditemukan informasi dan data yang akurat jenis tanaman penutup tanah yang sesuai dan efektif menekan pertumbuhan gulma, namun tidak menimbulkan saingan terhadap tanaman jagun...
Biocontrol Efficacy of Trichoderma and Bacillus Isolates against Sclerotium rolfsii under in vitro Conditions
Biocontrol Efficacy of Trichoderma and Bacillus Isolates against Sclerotium rolfsii under in vitro Conditions
Background: Sclerotium rolfsii is a polyphagous pathogen which is uneconomical and difficult to control due to its broad host range and persistence due to its tough resting structu...

