Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI PERSEPSI ALUMNI TERHADAP KEMAKNAAN TAHAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT III DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA

View through CrossRef
Peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara, antara lain dilakukan melalui Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim), yang perlu dievaluasi untuk menjaga mutu  penyelenggaraan dan lulusan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi, tipologi persepsi dan faktor faktor penentu persepsi Alumni terhadap tahap pembelajaran pelaksanaan Diklatpim Tingkat III. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dua tahap (two sequential study). Tahap pertama, pengumpulan data dengan kuesioner, untuk memetakan persepsi Alumni. Tahap Kedua wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus untuk mendapatkan informasi mengenai tipologi persepsi dan faktor faktor penentu persepsi Alumni. Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada lima tahap pembelajaran yang berurutan, yaitu: (1) Diagnosa Kebutuhan Perubahan, dipersepsi paling membosankan (TP-B) dan perlu dikurangi waktunya (TP-KW); (2) Membangun Komitmen Bersama, dipersepsi paling bermanfaat dalam pekerjaan (TP-M); (3) Merancang Proyek Perubahan dan Membangun Tim, dipersepsi paling menyenangkan (TP-S); (4) Laboratorium Kepemimpinan perlu ditambahkan waktu (TP-TW); dan (5) Evaluasi dipersepsi paling tidak berguna (TP-TG). Tipologi persepsi Alumni terdiri atas: (1) persepsi positif; dan (2) persepsi negatif. Persepsi positif membangun dukungan terhadap tahap pembelajaran dan pekerjaan alumni, sedangkan persepsi negatip menimbulkan jenuh, bosan dan tidak berguna dalam pekerjaan. Faktor faktor penentu persepsi positif , yaitu: (a) kesenangan (pleasure) tahap pembelajaran; dan (b) kemanfaatan (expedience) tahap pembelajaran. Faktor persepsi negatif, yaitu: (a) kepadatan jadual (shcedule density) tahap pembelajaran; dan (b) keberulangan (repetition) mata diklat pada tahap pembelajaran. Diklatpim harus dibangun berdasarkan konsep pendidikan orang dewasa yang menyenangkan, sehingga desain penyelenggaraan Diklatpim Tingkat III perlu dilakukan perbaikan.
Jurnal Administrasi Publik, Puslatbang KMP LAN
Title: STUDI PERSEPSI ALUMNI TERHADAP KEMAKNAAN TAHAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT III DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Description:
Peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara, antara lain dilakukan melalui Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim), yang perlu dievaluasi untuk menjaga mutu  penyelenggaraan dan lulusan.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi, tipologi persepsi dan faktor faktor penentu persepsi Alumni terhadap tahap pembelajaran pelaksanaan Diklatpim Tingkat III.
Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dua tahap (two sequential study).
Tahap pertama, pengumpulan data dengan kuesioner, untuk memetakan persepsi Alumni.
Tahap Kedua wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus untuk mendapatkan informasi mengenai tipologi persepsi dan faktor faktor penentu persepsi Alumni.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada lima tahap pembelajaran yang berurutan, yaitu: (1) Diagnosa Kebutuhan Perubahan, dipersepsi paling membosankan (TP-B) dan perlu dikurangi waktunya (TP-KW); (2) Membangun Komitmen Bersama, dipersepsi paling bermanfaat dalam pekerjaan (TP-M); (3) Merancang Proyek Perubahan dan Membangun Tim, dipersepsi paling menyenangkan (TP-S); (4) Laboratorium Kepemimpinan perlu ditambahkan waktu (TP-TW); dan (5) Evaluasi dipersepsi paling tidak berguna (TP-TG).
Tipologi persepsi Alumni terdiri atas: (1) persepsi positif; dan (2) persepsi negatif.
Persepsi positif membangun dukungan terhadap tahap pembelajaran dan pekerjaan alumni, sedangkan persepsi negatip menimbulkan jenuh, bosan dan tidak berguna dalam pekerjaan.
Faktor faktor penentu persepsi positif , yaitu: (a) kesenangan (pleasure) tahap pembelajaran; dan (b) kemanfaatan (expedience) tahap pembelajaran.
Faktor persepsi negatif, yaitu: (a) kepadatan jadual (shcedule density) tahap pembelajaran; dan (b) keberulangan (repetition) mata diklat pada tahap pembelajaran.
Diklatpim harus dibangun berdasarkan konsep pendidikan orang dewasa yang menyenangkan, sehingga desain penyelenggaraan Diklatpim Tingkat III perlu dilakukan perbaikan.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KEPEMIMPINAN DEMOKRASI PADA MADRASAH
KEPEMIMPINAN DEMOKRASI PADA MADRASAH
Tujuan artikel ini untuk menjelaskan tentang kepemimpinan demokratis yang tepat untuk diterapkan di Madrasah. Masalah yang urgen di madrasah saat ini kepemimpinan belum menunjukkan...
Pengembangan Sistem Informasi Portal Alumni dengan Tracer Study dan Survey Pengguna Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Pengembangan Sistem Informasi Portal Alumni dengan Tracer Study dan Survey Pengguna Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Abstract. The role of alumni is very important for the education institution. One of the indicators of the quality of a college is the quality of alumni. Because of the importance ...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Development of 'Ruang Alumni' Information System Based on Web
Development of 'Ruang Alumni' Information System Based on Web
Alumni are graduates of a school, college, or university. As at Private University in Jakarta, every year there are new alumni. After graduating from college, Alumni are usually bu...
Pesantren Graduates As Mediators Of Personalised Strategies
Pesantren Graduates As Mediators Of Personalised Strategies
Alumni have an important role in the development of the boarding school, especially as a connector of information in the form of personal promotion, so the attachment of alumni and...
ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENURUNAN KEMISKINAN DI SULAWESI UTARA
ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENURUNAN KEMISKINAN DI SULAWESI UTARA
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan daerah yang diukur dengan Belanja Modal, upaya fiskal, tingkat derajat desentralisasi fiskal dan kem...

Back to Top