Javascript must be enabled to continue!
Manajemen Anestesi pada Operasi Rekonstruksi Telinga Pasien Obstetri
View through CrossRef
Ring block telinga merupakan metode umum untuk anestesi telinga luar, terutama pada pasien dengan kontraindikasi terhadap anestesi umum. Teknik ini terbukti efektif dan aman untuk operasi telinga, namun bukti penggunaannya pada wanita hamil masih terbatas. Kami melaporkan kasus seorang wanita hamil berusia 41 tahun dengan usia kehamilan 14 minggu yang memerlukan operasi rekonstruksi telinga akibat laserasi pada telinga kanan. Risiko praoperatif pasien dinilai menggunakan klasifikasi American Society of Anesthesiologists (ASA) II. Mengingat risiko maternal dan janin yang terkait dengan anestesi umum seperti komplikasi jalan napas, aspirasi, dan hipoksemia maka dipilih pendekatan anestesi regional menggunakan ring block telinga. Sebanyak 12 mL lidokain 2% disuntikkan menggunakan jarum berukuran 27-gauge dengan panjang 1,5 inci. Jalur penyuntikan membentuk pola “V” untuk blok telinga bagian bawah dan pola “V” terbalik untuk blok telinga bagian atas mengelilingi telinga. Prosedur berlangsung tanpa komplikasi berupa injeksi intravascular maupun cedera saraf, lama tindakan operasi 2 jam. Pasien kemudian dipantau selama 12 jam pascaoperasi, tidak didapatkan adanya keluhan, dan kemudian dipindahkan ke bangsal rawat inap. Ring block telinga memberikan analgesia yang efektif, mengurangi komplikasi, dan memperpendek masa rawat inap pada wanita hamil yang menjalani operasi telinga. Kasus ini menegaskan pentingnya anestesi regional sebagai pilihan yang aman dalam penanganan trauma telinga selama kehamilan, sehingga berkontribusi pada peningkatan perawatan perioperatif bagi pasien hamil.
Indonesian Society of Obstetric Anesthesia and Critical Care
Title: Manajemen Anestesi pada Operasi Rekonstruksi Telinga Pasien Obstetri
Description:
Ring block telinga merupakan metode umum untuk anestesi telinga luar, terutama pada pasien dengan kontraindikasi terhadap anestesi umum.
Teknik ini terbukti efektif dan aman untuk operasi telinga, namun bukti penggunaannya pada wanita hamil masih terbatas.
Kami melaporkan kasus seorang wanita hamil berusia 41 tahun dengan usia kehamilan 14 minggu yang memerlukan operasi rekonstruksi telinga akibat laserasi pada telinga kanan.
Risiko praoperatif pasien dinilai menggunakan klasifikasi American Society of Anesthesiologists (ASA) II.
Mengingat risiko maternal dan janin yang terkait dengan anestesi umum seperti komplikasi jalan napas, aspirasi, dan hipoksemia maka dipilih pendekatan anestesi regional menggunakan ring block telinga.
Sebanyak 12 mL lidokain 2% disuntikkan menggunakan jarum berukuran 27-gauge dengan panjang 1,5 inci.
Jalur penyuntikan membentuk pola “V” untuk blok telinga bagian bawah dan pola “V” terbalik untuk blok telinga bagian atas mengelilingi telinga.
Prosedur berlangsung tanpa komplikasi berupa injeksi intravascular maupun cedera saraf, lama tindakan operasi 2 jam.
Pasien kemudian dipantau selama 12 jam pascaoperasi, tidak didapatkan adanya keluhan, dan kemudian dipindahkan ke bangsal rawat inap.
Ring block telinga memberikan analgesia yang efektif, mengurangi komplikasi, dan memperpendek masa rawat inap pada wanita hamil yang menjalani operasi telinga.
Kasus ini menegaskan pentingnya anestesi regional sebagai pilihan yang aman dalam penanganan trauma telinga selama kehamilan, sehingga berkontribusi pada peningkatan perawatan perioperatif bagi pasien hamil.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN PEMBERSIHAN TELINGA MENGGUNAKAN COTTON BUDS DENGAN KEJADIAN KELUHAN TELINGA
HUBUNGAN PEMBERSIHAN TELINGA MENGGUNAKAN COTTON BUDS DENGAN KEJADIAN KELUHAN TELINGA
Pembersihan telinga menggunakan cotton buds dapat menjadi faktor risiko infeksi telinga luar terutama kejadian otitis eksterna yang dapat menimbulkan berbagai keluhan telinga seper...
Laporan Kasus Pada Pasien Mikrotia
Laporan Kasus Pada Pasien Mikrotia
Mikrotia adalah kelainan kongenital yang ditandai dengan tidak terbentuknya atau terbentuknya daun telinga secara abnormal. Kondisi ini dapat memengaruhi penampilan fisik dan fungs...
Laporan Kasus Pada Pasien Mikrotia
Laporan Kasus Pada Pasien Mikrotia
Mikrotia adalah kelainan kongenital yang ditandai dengan tidak terbentuknya atau terbentuknya daun telinga secara abnormal. Kondisi ini dapat memengaruhi penampilan fisik dan fungs...
Gambaran kejadian postoperative nausea vomiting (PONV) pada pasien general dan regional anestesi
Gambaran kejadian postoperative nausea vomiting (PONV) pada pasien general dan regional anestesi
Background: Postoperative nausea and vomiting (PONV) is a common complication after anesthetic procedures, both general and regional. This condition can cause discomfort, prolong r...
Kesehatan telinga mahasiswa Sekolah Polisi Negara Karombasan Manado
Kesehatan telinga mahasiswa Sekolah Polisi Negara Karombasan Manado
Abstract: Ear is one of the five senses that functions as hearing and body balance device. The health status of human ear is influenced by lifestyle, activities, and environmental ...
Kesehatan telinga mahasiswa Sekolah Polisi Negara Karombasan Manado
Kesehatan telinga mahasiswa Sekolah Polisi Negara Karombasan Manado
Abstract: Ear is one of the five senses that functions as hearing and body balance device. The health status of human ear is influenced by lifestyle, activities, and environmental ...
HUBUNGAN HEMODINAMIK TERHADAP KEJADIAN INTRA OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (IONV) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD BENDAN
HUBUNGAN HEMODINAMIK TERHADAP KEJADIAN INTRA OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (IONV) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD BENDAN
Spinal anestesi adalah teknik melakukan anestesi blok neuroaksial dengan menyuntikkan anestesi lokal atau obat adjuvan ke dalam ruang subaraknoid. Tindakan spinal anestesi memiliki...

