Javascript must be enabled to continue!
Laporan Kasus Pada Pasien Mikrotia
View through CrossRef
Mikrotia adalah kelainan kongenital yang ditandai dengan tidak terbentuknya atau terbentuknya daun telinga secara abnormal. Kondisi ini dapat memengaruhi penampilan fisik dan fungsi pendengaran pasien. Penanganan mikrotia memerlukan pendekatan multidisiplin, termasuk rekonstruksi telinga dan rehabilitasi pendengaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan-tahapan penanganan pasien dengan mikrotia, termasuk evaluasi awal, prosedur bedah rekonstruksi telinga, serta hasil pasca-operasi, baik dari segi estetika maupun fungsi pendengaran. Pasien yang dilaporkan menjalani serangkaian evaluasi klinis yang mencakup pemeriksaan fisik, tes pendengaran, dan imaging untuk menentukan tingkat keparahan mikrotia. Selanjutnya, pasien menjalani operasi rekonstruksi telinga dengan menggunakan metode graft tulang rawan costal (tulang rawan dari rusuk). Evaluasi pasca-operasi dilakukan untuk memantau hasil estetika dan pemulihan fungsi pendengaran. Hasil rekonstruksi telinga menunjukkan peningkatan yang signifikan dari segi penampilan estetika, serta perbaikan fungsi pendengaran pada pasien. Tidak ditemukan komplikasi besar selama proses pemulihan, dan pasien melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap hasil operasi. Prosedur ini terbukti efektif dalam memperbaiki deformitas mikrotia dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penanganan mikrotia melalui operasi rekonstruksi telinga memberikan hasil yang baik dari segi estetika dan fungsi. Pendekatan yang komprehensif, termasuk evaluasi pendengaran dan estetika, sangat penting dalam menentukan keberhasilan terapi bagi pasien mikrotia.
Title: Laporan Kasus Pada Pasien Mikrotia
Description:
Mikrotia adalah kelainan kongenital yang ditandai dengan tidak terbentuknya atau terbentuknya daun telinga secara abnormal.
Kondisi ini dapat memengaruhi penampilan fisik dan fungsi pendengaran pasien.
Penanganan mikrotia memerlukan pendekatan multidisiplin, termasuk rekonstruksi telinga dan rehabilitasi pendengaran.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan-tahapan penanganan pasien dengan mikrotia, termasuk evaluasi awal, prosedur bedah rekonstruksi telinga, serta hasil pasca-operasi, baik dari segi estetika maupun fungsi pendengaran.
Pasien yang dilaporkan menjalani serangkaian evaluasi klinis yang mencakup pemeriksaan fisik, tes pendengaran, dan imaging untuk menentukan tingkat keparahan mikrotia.
Selanjutnya, pasien menjalani operasi rekonstruksi telinga dengan menggunakan metode graft tulang rawan costal (tulang rawan dari rusuk).
Evaluasi pasca-operasi dilakukan untuk memantau hasil estetika dan pemulihan fungsi pendengaran.
Hasil rekonstruksi telinga menunjukkan peningkatan yang signifikan dari segi penampilan estetika, serta perbaikan fungsi pendengaran pada pasien.
Tidak ditemukan komplikasi besar selama proses pemulihan, dan pasien melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap hasil operasi.
Prosedur ini terbukti efektif dalam memperbaiki deformitas mikrotia dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Penanganan mikrotia melalui operasi rekonstruksi telinga memberikan hasil yang baik dari segi estetika dan fungsi.
Pendekatan yang komprehensif, termasuk evaluasi pendengaran dan estetika, sangat penting dalam menentukan keberhasilan terapi bagi pasien mikrotia.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Laporan Kasus Pada Pasien Mikrotia
Laporan Kasus Pada Pasien Mikrotia
Mikrotia adalah kelainan kongenital yang ditandai dengan tidak terbentuknya atau terbentuknya daun telinga secara abnormal. Kondisi ini dapat memengaruhi penampilan fisik dan fungs...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Pengaruh Kualitas Layanan dan Keterlibatan Pasien terhadap Kepuasan: Peran Mediasi Pengalaman Pasien
Pengaruh Kualitas Layanan dan Keterlibatan Pasien terhadap Kepuasan: Peran Mediasi Pengalaman Pasien
Penelitian mengenai kepuasan pasien umumnya berfokus pada pengaruh langsung kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, sementara peran keterlibatan pasien dan pengalaman pasien s...
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Menurut Kemenkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II 2008 waktu tunggu pelayanan adalah waktu yang diperlukan mulai dari pasien mendaftar di tempat pendaftraran pasien rawat jalan (TPPRJ), s...
Gambaran Hasil Laboratorium pada Pasien Covid-19 Sebelum dan Setelah Terapi Plasma Konvalesen di Makassar Periode 2020-2021
Gambaran Hasil Laboratorium pada Pasien Covid-19 Sebelum dan Setelah Terapi Plasma Konvalesen di Makassar Periode 2020-2021
COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh strain baru dari coronavirus, yaitu SARS-CoV-2. Penularan virus ini sangat cepat, hingga penyebaran virus ini telah mewabah ke berb...
POLA TERAPI DAN EVALUASI KESESUAIAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DI APOTEK APPO FARMA BANJARBARU
POLA TERAPI DAN EVALUASI KESESUAIAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DI APOTEK APPO FARMA BANJARBARU
POLA TERAPI DAN EVALUASI KESESUAIAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DI APOTEK APPO FARMA BANJARBARU
THERAPY PATTERNS AND EVALUATION OF THE SUITABILITY OF ANTIHYPERTENSIVEDRUGS IN APPO...
Penerapan keselamatan pada pasien koma
Penerapan keselamatan pada pasien koma
Latar belakang: pasien koma ialah seseorang yang mengalami penurunan kesadaran dibagian otak dalam jangka waktu panjang. Keselamatan pasien koma adalah suatu sistem yang membuat a...

